<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Awya Ngobrol®</title>
	<atom:link href="http://awyangobrol.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://awyangobrol.wordpress.com</link>
	<description>-ngobrolin film, musik, dan remeh-temehnya-</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2012 02:27:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='awyangobrol.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Awya Ngobrol®</title>
		<link>http://awyangobrol.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://awyangobrol.wordpress.com/osd.xml" title="Awya Ngobrol®" />
	<atom:link rel='hub' href='http://awyangobrol.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tebak-Tebak Buah Manggis: Um, Here, Take a Look at My Final Oscar Nominee Predictions</title>
		<link>http://awyangobrol.wordpress.com/2012/01/23/tebak-tebak-buah-manggis-um-here-take-a-look-at-my-final-oscar-nominee-predictions/</link>
		<comments>http://awyangobrol.wordpress.com/2012/01/23/tebak-tebak-buah-manggis-um-here-take-a-look-at-my-final-oscar-nominee-predictions/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 06:07:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Awya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Award Stuffs]]></category>
		<category><![CDATA[oscar]]></category>
		<category><![CDATA[Brad Pitt]]></category>
		<category><![CDATA[Bridesmaids]]></category>
		<category><![CDATA[George Clooney]]></category>
		<category><![CDATA[Jean Dujardin]]></category>
		<category><![CDATA[Jonah Hill]]></category>
		<category><![CDATA[Meryl Streep]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Fassbender]]></category>
		<category><![CDATA[Midnight in Paris]]></category>
		<category><![CDATA[Oscar predictions]]></category>
		<category><![CDATA[SAG]]></category>
		<category><![CDATA[Terrence Malick]]></category>
		<category><![CDATA[The Artis]]></category>
		<category><![CDATA[The Descendants]]></category>
		<category><![CDATA[The Tree of Life]]></category>
		<category><![CDATA[Viola Davis]]></category>
		<category><![CDATA[Woody Allen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awyangobrol.wordpress.com/?p=4977</guid>
		<description><![CDATA[Berjumpa kembali di postingan tahunan “Tebak-Tebak Buah Manggis” ini yang seperti tahun lalu tentunya akan membahas mengenai prediksi saya untuk nominasi Oscar yang akan diumumkan besok malam di Amerika sana. Ada yang menarik untuk kali ini, karena jika biasanya kita cukup memilih judul atau nama yang kita yakini bisa merangsek ke posisi nomine, kali ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awyangobrol.wordpress.com&amp;blog=4103153&amp;post=4977&amp;subd=awyangobrol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4979" title="The Descendants" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/the-descendants.jpg?w=500" alt=""   /></p>
<p style="text-align:justify;">Berjumpa kembali di postingan tahunan “Tebak-Tebak Buah Manggis” ini yang <a href="http://awyangobrol.wordpress.com/2011/01/24/tebak-tebak-buah-manggis-this-is-it-my-83rd-oscar-nominee-predictions/" target="_blank">seperti tahun lalu</a> tentunya akan membahas mengenai prediksi saya untuk nominasi Oscar yang akan diumumkan besok malam di Amerika sana. Ada yang menarik untuk kali ini, karena jika biasanya kita cukup memilih judul atau nama yang kita yakini bisa merangsek ke posisi nomine, kali ini juga kita ikut diuji untuk menerka, berapa sepertinya jumlah film yang akan menjadi nomine kali ini. Jika tahun lalu semuanya sepuluh, kali ini dengan sistem voting yang diperbaharui (kita bahas ini nanti lebih lanjut), kemungkinan film yang akan menjadi nomine adalah rentang dari 5-10 slot. Film apa saja itu? Mari kita mulai prediksinya. <span id="more-4977"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Best Picture</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Melihat dari dukungan dari pihak <em>guild,</em> baik dari cabang aktor (SAG), sutradara (DGA), produser (PGA), hingga <em>guild</em> di bidang desain kostum (CDG) telah memberikan nominenya sehingga kita bisa melihat apa <em>sih</em> yang didukung anggota voter ini untuk Oscar nanti (meskipun perlu dicatat anggota<em> guild</em> yang menjadi voter Oscar jumlahnya jauh lebih sedikit), namun bisa kita lihat film apa saja yang telah mendapat dukungan penuh dari mereka. Jika misalnya Oscar masih memakai sistem lima nominasi maka saya bisa melihat, <strong>The Artist</strong> dan <strong>The Descendants</strong> menjadi kandidat terkuat yang sudah pasti masuk nominasi. Meskipun banyak <em>backlash</em> merundung dua film ini, namun begitulah setiap tahunnya film-film<em> frontrunner</em> akan selalu diterpa hal seperti ini. Slumdog Millionaire, The Hurt Locker, The King’s Speech bertahan dengan berbagai nada miring yang bermunculan. Pengisi tiga berikutnya adalah <strong>Midnight in Paris</strong> yang akan menjadi film pertama Woody Allen menjadi nomine Oscar kembali setelah absen selama 25 tahun (dan kelegaan kita karena Allen meninggalkan konten seks yang belakangan terlalu sering diangkatnya). Menyusul <strong>The Help</strong> sebagai film yang “sangat Oscar”, <em>box office</em> dan <em>tearjerker</em>; “Kami tidak akan meninggalkannya begitu saja,&#8221; begitu kiranya. Sementara <strong>Hugo</strong> membawa nama Martin Scorsese di sini. <em>Box office</em> yang tidak begitu berhasil tidak akan mengurungkan niat voter memilih karya ini apalagi dengan dukungan dari nyaris semua lini (kecuali <em>branch actor</em>), Hugo akan bersaing dengan The Artist untuk meraih nominasi terbanyaknya besok.</p>
<p style="text-align:justify;">Oke, sekarang kita sudah punya lima kandidat kuat pengisi nominasi untuk kategori paling prestisius ini, tapi tunggu sebentar, Academy mengatakan dengan sistem ini kemungkinan kita memiliki jumlah nomine lebih dari lima, tapi benarkah hal itu akan terjadi? Um, mari coba kita tengok bagaimana proses voting untuk kategori berlangsung. Begini. Jika tahun lalu sistem voting memakai istilah “distribusi” yang menunjukkan suara di peringkat pertama (karena sepuluh film harus diurutkan) jika mendapat <em>vote </em>rendah, gugur di ronde pertama, maka suara akan didistribusikan untuk film di urutan kedua yang belum gugur, begitu seterusnya hingga jumlah nomine lengkap sepuluh film.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, tahun ini berbeda, sistemnya diganti, yaitu sebuah film akan menjadi nomine jika berhasil meraih 5% voting di posisi pertama. (penjelasan ini mengacu pada <a href="http://www.thewrap.com/awards/column-post/new-best-picture-rules-could-discard-hundreds-ballots-or-more-28412?page=0,0" target="_blank">artikel Steve Pond</a> mengenai sistem voting Best Picture. Saya akan menjelaskan dengan lebih singkat di sini). Dengan perkiraan anggota Academy sebanyak 5000 (jumlah pastinya mendekati 6000 orang), maka kita perkirakan di ronde pertama sebuah film mendapat suara/vote posisi pertama sebanyak 455 (atau lebih, ini disebut <em>magic number</em>) maka film tersebut akan langsung mendapat status sebagai ‘nomine Best Picture’ di kategori ini. Jadi di ronde pertama, film lainnya yang mendapat 5% posisi pertama (250 suara) dari para voter akan langsung menjadi nomine Oscar, sehingga sekarang bisa dilihat, jika sebuah film tidak mendapat posisi pertama sebanyak 5% maka kesempatan untuk menjadi nomine akan semakin kecil (inilah bisa saya yakini jika sistem ini diaplikasikan tahun lalu, Winter’s Bone sepertinya tidak akan masuk). Namun, meskipun sistem ‘distribusi’ seperti tahun lalu tidak lagi akan terjadi di sini, ada satu kemungkinan hal itu dilakukan jika misalnya ada beberapa film yang jumlah suaranya melebihi dari <em>magic number</em>, kita sebut sebagai <em>surplus rule</em>, suatu kondisi sebuah film meraih voting lebih dari 20%. Misalnya kita bisa lihat <em>magic number</em> yang harus diraih sebuah film untuk masuk dalam daftar nominasi adalah 455, sedangkan The Artist meraih total suara 910 yang menempatkannya di peringkat pertama, ini berarti terjadi kelebihan suara mencapi 50% dari <em>magic number</em> yang diperlukan. Di sinilah kemudian ‘distribusi’ tersebut dilakukan. 50% kelebihan suara dari pemilih The Artist akan didistribusikan ke film yang dipilih di peringkat kedua pada tiap <em>ballot</em>. Jika misalnya pilihan kedua sudah menjadi nomine, akan diteruskan ke pilihan di peringkat ketiga. Begitu seterusnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Rumit? Ya, tentu saja. Di sini kemudian kita berpikir untuk mendapat suara sebanyak 250 itu harus film yang benar-benar dicintai oleh banyak orang, atau memiliki <em>‘passionate supports’</em>, karena itulah saya kali ini menerka The Tree of Life akan memiliki unsur <em>‘passionate supports’ </em>tersebut. Kemudian, kini saya memikirkan blok voter dari Britania Raya yang selalu memiliki andil besar untuk untuk nominasi (<em>Hi, Atonement! Hi, An Education!</em>). Saya menerka War Horse (meskipun produksi Amerika, namun diperankan oleh aktor/aktris Inggris) akan menjadi pilihan dari blok <em>British</em> ini atau Tinker Tailor Soldier Spy. Permasalahannya adalah, War Horse, nyaris tidak mendapat dukungan dari para <em>guild,</em> namun masih ingat dengan Munich? Kasusnya sama, dari Spielberg, nihil di <em>guild</em> namun kemudian muncul sebagai nomine di sini bahkan dengan slot yang hanya lima. Aspek <em>tearjerker </em>ditambah epik kemungkinan bisa menarik hati para voter untuk memilih War Horse. Sementara Tinker Tailor Soldier Spy, meskipun dengan dukungan yang begitu kuat dari BAFTA, respon yang ada tidak begitu kuat untuk meyakinkan saya jika Academy akan memilih film ini. <em>But, I might be dead wrong!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, prediksi saya sebagai berikut;</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>“The Artist”</li>
<li>“The Descendants”</li>
<li>“The Help”</li>
<li>“Hugo”</li>
<li>“Midnight in Paris”</li>
<li>“The Tree of Life”</li>
<li>“War Horse”</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>Gimme surprise!</strong> Sebenarnya ‘kejutan’ yang bisa dimaksud saya di sini adalah kemunculan The Tree of Life di kategori ini, namun saya sudah memprediksinya juga meskipun saya merasa cukup pesimis dengan hal tersebut (hey, bahkan masuk PGA saja tidak!). Jumlah nomine pun masih abu-abu, mungkinkah cuma lima? Atau delapan? Sembilan? Atau malah sepuluh? Dengan demikian judul-judul seperti <strong>Moneyball, The Girl with the Dragon Tattoo, Bridesmaids, Tinker Tailor Soldier Spy</strong> tidak akan mengejutkan bagi saya jika mereka mengganti posisi War Horse atau The Tree of Life. Lalu apa kejutan yang akan begitu menyenangkan bagi saya? Um, <em>long shot</em> memang, namun akan begitu mengagumkan jika <strong>A Separation</strong> masuk di antara judul di atas.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Best Director</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Michel Hazanavicius, Martin Scorsese, Woody Allen, dan Alexander Payne saya yakini pasti kan masuk di lima slot tersebut, dengan tertinggal satu slot lagi yang bisa diisi siapa saja. DGA memberikan satu slot itu kepada David Fincher lewat The Girl with the Dragon Tattoo. Menegok sejarah, setidaknya ada satu atau dua di nomine DGA yang tidak sama dengan Oscar. Tahun lalu Nolan digantikan oleh <del>O’Russel</del> Coen Brothers, tahun ini ada Bennet Miller, Steven Spielberg, atau Tate Taylor yang sama-sama akan meraih atensi di kategori ini. Namun, melihat cabang sutradara ini, mereka diisi oleh voter orang-orang hebat yang menganugerahi teman seprofesinya yang dihormati. Maka tidak heran kita bisa melihat Pedro Almodovar (Talk to Her), Fernando Meirelles (City of God), Mike Leigh (Vera Drake), Paul Greengrass (United 93), atau David Lynch (Mullholland Drive) dan Robert Altman (Gosford Park) yang meraih nomine Oscar di tahun ketika DGA tidak menominasikannya. Saya bisa melihat situasi ini akan terjadi kembali, dan sosok tersebut adalah Terrence Malick.</p>
<p style="text-align:justify;">Prediksi saya;</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Alexander Payne, “The Descendants”</li>
<li>Martin Scorsese, “Hugo”</li>
<li>Michel Hazanavicius, “The Artist”</li>
<li>Terrence Malick, “The Tree of Life”</li>
<li>Woody Allen, “Midnight in Paris”</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>Gimme surprise!</strong> Sama seperti Best Picture, ‘kejutan’ sebenarnya adalah masuknya Malick di kategori ini, namun saya sudah memasukkan ke kategori prediksi. Nicholas Winding Refn bisa saja menjadi kejutan yang menarik, dan tentu tidak sedikit yang mendukungnya pula. Tahu apa hal yang akan saya anggap sebagai ‘kejutan’? Oh, masuknya Lars von Trier. (<em>In your dream, honey!)</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Best Actor</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ada tiga aktor yang sudah dipastikan harus menyiapkan taksidonya untuk menghadiri perhelatan utama bulan Februari nanti, yaitu, George Clooney, Brad Pitt, dan Jean Dujardin. Dua slot berikutnya meraih perhatian saya karena meskipun Leonardo DiCaprio nampak sebagai <em>‘a sure thing’,</em> kondisi filmnya yang disembelih dengan review negatif dan seperti menghilang dari perhatian bisa saja menjadi kendala, BAFTA sudah menyingkirkannya dari daftar nomine. Namun, <em>guild </em>mendukungnya, ini bisa menjadi bukti bahwa dia masih akan mendapat dukungan. Sementara Michael Fassbender malah namanya tidak dilirik oleh SAG, sedangkan Demian Bichir muncul sebagai kuda hitam. Mengingat konten filmnya, Shame, yang memiliki rating NC-17, tentu akan menjadi kendala sendiri. Gary Oldman muncul pula sebagai kandidat <em>‘British vote’</em> dan perwakilan ‘senior’. Statusnya yang belum pernah menjadi nomine juga bisa menjadi andil besar. Namun, dari dua nama Fassbender dan Oldman, kemanakah suara orang Inggris dijatuhkan? Atau mereka berdua masuk kemudian menjegal DiCaprio meraih nominasi keempatnya? Kita lihat saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Prediksi saya;</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Brad Pitt, “Moneyball”</li>
<li>George Clooney, “The Descendants”</li>
<li>Jean Dujardin, “The Artist”</li>
<li>Leonardo DiCaprio, “J. Edgar”</li>
<li>Michael Fassbender, “Shame”</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>Gimme surprise!</strong> Mungkin tidak sepenuhnya kejutan karena beberapa orang ada yang memprediksinya untuk masuk, yaitu si <em>Critic’s Darling</em>, Michael Shannon.  Namun, filmnya yang kurang popular memang menjadi alasan mengapa sulit untuk dilirik. Satu lagi jika terjadi situasi seperti Tommy Lee Jones (In the Valley of Elah), semoga posisi itu diterima oleh Woody Hareelson lewat penampilan bagusnya di Rampart.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Best Actress</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Seperti kategori aktor, kategori ini di mata saya berisi tiga nama yang pasti akan masuk, yaitu, Meryl Streep (nominasi ke-17!), Viola Davis, dan Michelle Williams (akan) menjadi nomine selama dua tahun berturut-turut. Dua slot, Tilda Swinton muncul di film yang <em>divisive</em> dengan karakter yang tidak disukai publik dalam film yang kecil pula. Namun, Swinton memiliki dukungan kuat dari para aktor/aktris, bukti kemenangannya lewat Michael Clayton dengan status <em>underdog</em> kala itu membuktikan bahwa banyak yang mendukungnya. Setelah dua tahun dipetieskan dalam dua penampilan luar biasa (meskipun bisa didebat karena filmnya jauh dari radar Academy), mungkin inilah saatnya mengakui seorang Tilda Swinton. Sementara Glenn Close, meskipun filmnya tenggelam, namun dukungan dari pihak ‘senior’ akan berdatangan. Rooney Mara muncul menjadi ancaman kuat. Saya tidak akan heran jika Mara bisa saja mendepak salah satu <em>frontrunner </em>tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Prediksi saya;</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Glenn Close, “Albert Nobbs”</li>
<li>Meryl Streep, “The Iron Lady”</li>
<li>Michelle Williams, “My Week with Marilyn”</li>
<li>Tilda Swinton, “We Need to Talk about Kevin”</li>
<li>Viola Davis, “The Help”</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>Gimme surprise! </strong>Kita lihat apakah akan terjadi kisah seperti Laura Linney di The Savages yang muncul tanpa mendapat dukungan dari <em>precursor</em> besar. Jika itu terjadi, Charlize Theron lewat Young Adult bisa saja meraih posisi tersebut. Namun, kejutan yang saya benar-benar nantikan adalah munculnya Kirsten Dunst atau Anna Paquin di sini. Meskipun, ya, hanya <em>long shot</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Best Supporting Actor</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari delapan kategori utama, inilah salah satu kategori yang masih bisa diisi siapa saja, meskipun sudah terlihat pemenangnya adalah Christopher Plummer dengan satu nomine yang jelas masuk adalah Kenneth Branagh. Tiga tempat masih terbuka lebar, dengan dua kandidat yang terkenal di sisi komedi kini tampil serius. Ada Albert Brooks yang sungguh mengejutkan malah kehilangan suara di SAG. Sementara Jonah Hill nampak sebagai pendatang baru (apakah nasibnya akan sama seperti Andrew Garfield?), namun saya begitu mengharapkan kehadirannya di sini mengingat penampilannya di Moneyball begitu mencuri perhatian. SAG dan BAFTA sudah hadir mendukungnya. Kemudian posisi terakhir akan diperebutkan tiga aktor veteran, antara Nick Nolte, Max von Sydow, Viggo Mortensen atau Patton Oswalt. Meskipun sepertinya Warrior sedikit dilupakan dengan <em>box office</em> yang mengecewakan, namun saya hanya tidak bisa melihat bagaimana orang tidak begitu terpikat dengan penampilan luar biasanya di film tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Prediksi saya;</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Albert Brooks, “Drive”</li>
<li>Christopher Plummer, “Beginners”</li>
<li>Jonah Hill, “Moneyball”</li>
<li>Kenneth Branagh, “My Week with Marilyn”</li>
<li>Nick Nolte, “Warrior”</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>Gimme surprise!</strong> Sebenarnya ada yang sudah memprediski kehadiran nomine ganda untuk Brad Pitt tahun ini, namun saya tidak yakin hal itu terjadi. Tapi, jika Academy benar-benar melirik satu lagi akting menawan dari Brad Pitt di The Tree of Life, itu akan mengesankan. Kemunculan Andy Serkis lewat ekpresi luar biasanya meskipun dalam naungan <em>mo-cap</em> juga akan menjadi salah satu kejutan yang menggembirakan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Best Supporting Actress</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jika diperhatikan, kategori ini nyaris diisi oleh kandidat dengan status <em>‘breakthrough performance’</em> (pengecualian untuk Janet McTeer). Ada lima, yaitu Octavia Spencer, Jessica Chastain, Berenice Bejo, Melissa McCarthy, dan Shailene Woodley yang bersaing meraih slot di lima kursi yang tersedia. Dari keenam kandidat tersebut, Woodley adalah satu-satunya yang tidak masuk nominasi SAG. Sekarang pertanyaannya akankah Woodley mampu menyingkirkan salah satu dari lima kandidat tersebut? Dari perhatian saya Janet McTeer termasuk yang terlemah meskipun profilnya lebih dikenal dibanding Woodley. Namun jika The Descendants memiliki dukungan yang begitu banyak (sebut sajalah ini film favorit kedua di Academy), saya bisa melihat Woodley masuk.</p>
<p style="text-align:justify;">Prediksi saya;</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Berenice Bejo, “The Artist”</li>
<li>Jessica Chastain, “The Help”</li>
<li>Mellissa McCarthy, “Bridesmaids”</li>
<li>Octavia Spencer, “The Help”</li>
<li>Shailene Woodley, “The Descendants”</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>Gimme surprise!</strong> Sungguh kejutan jika misalnya dua favorit saya di kategori ini, Mary Page Kellers (Beginners) dan Sarah Bayet (A Separation) berhasil masuk. Tapi, hm… <em>long long long shot</em> sekali.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Best Writing (Adapted Screenplay)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di kategori ini The Descendants, Hugo, Moneyball, dan The Help bisa dipastikan akan masuk. Pelengkapnya apa? Mungkinkan Steven Zaillian (Moneyball) meraih nomine ganda lewat The Girl with the Dragon Tattoo pula? Saya malah melirik Tinker Tailor Soldier Spy yang akan mengisi slot terakhir ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Prediksi saya;</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>“The Descendants”</li>
<li>“The Help”</li>
<li>“Hugo”</li>
<li>“Moneyball”</li>
<li>“Tinker Tailor Soldier Spy”</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>Gimme surprise! </strong>Oh, ini nih momen kejutan yang tidak akan bisa saya bayangkan jika Academy memasukkan salah satu adaptasi terbaik versi saya, Jane Eyre!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Best Writing (Original Screenplay)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ini menjadi kategori favorit saya dari sekian kategori yang ada di Oscar, karena, <em>well,</em> nomine yang masuk selalu cermat dan cerdas serta memiliki sisi yang menarik dan selera mereka begitu beragam. Kita lihat siapa saja di dekade sebelumnya yang menang di kategori ini? Gosford Park, Eternal Sunshine of the Spotless Mind, Talk to Her, Almost Famous, maupun Lost in Translation. Lihat film apa saja yang juga pernah menjadi nomine? Dari The Royal Tenenbaums, You Can Count On Me, Y tu mama tambien, In Bruges, WALL*E hingga Another Year. Maka, jika kali ini <em>frontrunner </em>nampak dipetakan menjadi dua film yang pasti bisa masuk yaitu The Artist dan Midnight in Paris, maka apa saja pengisi tiga berikutnya? Saya memprediksi Bridesmaids akan mewakili sisi komedi, sementara Young Adult akan merepresentasikan diolog <em>quirky</em> dan <em>cynic</em> (seperti bagaimana dulu mereka yang menominasikan The Royal Tenenbaums dan The Squid and the Whale, saya asumsikan akan memberikan vote-nya pada film ini), sementara saya beranikan diri kali ini menganggap bahwa jumlah penulis yang akan memvoting begitu penasaran dengan perkataan kritikus dan orang-orang di internet, kemudian mereka begitu terkesima dengan apa yang ditonton, maka saya asumsikan voter yang dulu memilih Talk to Her dan Y tu mama tambien akan dengan senang hati memilih, saya prediksi, A Separation masuk ke kategori ini. <em>Oh, this is gonna be my favorite nominee, then! </em></p>
<p style="text-align:justify;">Maka, prediksi saya;</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>“The Artist”</li>
<li>“Bridesmaids”</li>
<li>“Midnight in Paris”</li>
<li>“A Separation”</li>
<li>“Young Adult”</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>Gimme surprise!</strong> Kehadiran A Separation di kategori ini bukan kepalang akan menjadi kejutan sendiri. Mungkinkah Martha Marcy May Marlene atau Certified Copy masuk? Saya sebenarnya sudah tahu jawabannya. Tapi tidak ada salahnya bernadai-andai, bukan?</p>
<p style="text-align:center;" align="center">***</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian prediksi saya untuk edisi Oscar kali ini. Saya urungkan niat untuk memprediksi kategori lainnya karena keterbatasan waktu dan keengganan saya untuk melanjutkan kebingungan ini pula. Seperti biasa memprediksi Oscar seperti ini adalah kesenangan sendiri. Tepat tidak tepat itu urusan belakangan. Malah kejutan adalah sesuatu yang paling menggiurkan dalam konteks Oscar yang cenderung bisa ditebak.</p>
<p style="text-align:justify;">Besok 24 Januari 2012 pukul 5.30 pagi (waktu Los Anjelis &#8212; ucap Cincha Lawrah) kalau di sini pukul 21.30 WITA, nomine akan diumumkan. Kita lihat siapa saja yang akan berjalan di red carpet Februari nanti. Semoga jagoan kalian!</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awyangobrol.wordpress.com/4977/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awyangobrol.wordpress.com/4977/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awyangobrol.wordpress.com/4977/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awyangobrol.wordpress.com/4977/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/awyangobrol.wordpress.com/4977/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/awyangobrol.wordpress.com/4977/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/awyangobrol.wordpress.com/4977/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/awyangobrol.wordpress.com/4977/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awyangobrol.wordpress.com/4977/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awyangobrol.wordpress.com/4977/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awyangobrol.wordpress.com/4977/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awyangobrol.wordpress.com/4977/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awyangobrol.wordpress.com/4977/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awyangobrol.wordpress.com/4977/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awyangobrol.wordpress.com&amp;blog=4103153&amp;post=4977&amp;subd=awyangobrol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awyangobrol.wordpress.com/2012/01/23/tebak-tebak-buah-manggis-um-here-take-a-look-at-my-final-oscar-nominee-predictions/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f12e86199ef3c8505cf5bc7d1a0d4b1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">awya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/the-descendants.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">The Descendants</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rangkuman “Top Ten List” Dari Para Blogger: &#8220;The Tree of Life&#8221; dan &#8220;A Separation&#8221; Memimpin</title>
		<link>http://awyangobrol.wordpress.com/2012/01/20/rangkuman-top-ten-list-dari-para-blogger-the-tree-of-life-dan-a-separation-memimpin/</link>
		<comments>http://awyangobrol.wordpress.com/2012/01/20/rangkuman-top-ten-list-dari-para-blogger-the-tree-of-life-dan-a-separation-memimpin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 11:16:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Awya</dc:creator>
				<category><![CDATA[The List]]></category>
		<category><![CDATA[A Separation]]></category>
		<category><![CDATA[Certified Copy]]></category>
		<category><![CDATA[Drive]]></category>
		<category><![CDATA[Sang Penari]]></category>
		<category><![CDATA[Senna]]></category>
		<category><![CDATA[The Adventures of Tintin: the Secret of Unicorn]]></category>
		<category><![CDATA[The Kid with a Bike]]></category>
		<category><![CDATA[The Skin I Live In]]></category>
		<category><![CDATA[The Tree of Life]]></category>
		<category><![CDATA[We Need to Talk About Kevin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awyangobrol.wordpress.com/?p=4954</guid>
		<description><![CDATA[Tahun ini nampaknya menjadi tahun yang tidak terkalahkan bagai The Tree of Life (review) di dunia maya, ataupun perkumpulan kritikus di belahan bumi sana, seperti serempak menobatkan film ini sebagai yang terbaik. Begitu jika ingin mengacu pada hasil polling dari Sight &#38; Sound, Indiewire, maupun Village Voice. Banyak cerita yang dialami karya yang menghadapi porsi begitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awyangobrol.wordpress.com&amp;blog=4103153&amp;post=4954&amp;subd=awyangobrol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4966" title="The Tree of Life" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/the-tree-of-life.jpg?w=500&#038;h=228" alt="" width="500" height="228" /></p>
<p style="text-align:justify;">Tahun ini nampaknya menjadi tahun yang tidak terkalahkan bagai <em>The Tree of Life</em> (<a href="http://awyangobrol.wordpress.com/2011/10/10/review-the-tree-of-life/" target="_blank">review</a>) di dunia maya, ataupun perkumpulan kritikus di belahan bumi sana, seperti serempak menobatkan film ini sebagai yang terbaik. Begitu jika ingin mengacu pada hasil polling dari <a href="http://www.bfi.org.uk/sightandsound/polls/films-of-2011-full.php" target="_blank">Sight &amp; Sound,</a> <a href="http://www.indiewire.com/survey/" target="_blank">Indiewire</a>, maupun <a href="http://www.villagevoice.com/filmpoll/cat/film/2011/" target="_blank">Village</a><a href="http://www.villagevoice.com/filmpoll/cat/film/2011/" target="_blank"> Voice.</a> Banyak cerita yang dialami karya yang menghadapi porsi begitu lama di meja editing ini. Setelah meraih tepuk tangan riuh yang dibarengi dengan olokan tak kalah serempak di Cannes ketika premiere tahun lalu, film ini akhirnya meraih Palme d’Or di festival tersebut. Ada kisah lucu juga, setidaknya ketika membaca bagaimana reaksi orang-orang di linimasa Twitter yang dengan rajinnya berkicau mengenai reaksi penonton ketika menyimak film ini. <span id="more-4954"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ada penonton yang menggerutu karena mengira ini produksi National Geographic Channel, ada yang nyeletuk polos kenapa Brad Pitt mau bermain film aneh seperti ini. Ada “walk-out”, ada “mengantuk”, ada “ketiduran”, ada “gak ngerti” dengan ramainya menghiasi deretan reaksi bermacam penonton, hingga terdengar kabar jenaka tentang &#8220;refund&#8221; yang menghiasi media luar sana (oh, <em>The Artist</em> pula menghadapi nasib sama di negeri Ratu Elizabeth baru-baru ini). Penasaran dengan <em>The Tree of Life?</em> Tentu. Begitu banyak diperbincangkan hingga menarik banyak minat yang awam dengan karya Terrence Malick untuk datang, duduk, dan menyimak apa <em>sih</em> sebenarnya isi dari film ini. Saya masih ingat dengan tersenyum sendiri membaca sebuah <em>tweet</em> yang jenaka berisi kurang lebih film ini membuatnya mengetik <em>“Apa sih makna film ini?”</em> di Google, bukan mencari biodata pemain sebuah film seperti yang sering ia lalukan. Demikian uniknya, hingga jangan salah, jika pencinta film ini pun berbaris rapi mendukung. Seorang kawan di Twitter bahkan menonton hingga empat kali di bioskop. Nah, begitu pula jika melihat hasil dari daftar <em>top ten films</em> 12 blogger yang saya rangkum kali ini. Dengan uraian panjang lebar tadi, bisa saya umumkan jika <em>The Tree of Life</em> memimpin di posisi pertama dengan jumlah skor 67, mendapat suara dari 9 blogger. Dua di antaranya memilih film ini sebagai film nomor satunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di peringkat kedua adalah drama dari Iran, <em>A Separation </em>yang memborong banyak penghargaan di kategori film asing terbaik, termasuk kandidat kuat peraih Oscar (dan semoga saja meraih nominasi di skrip, <em>because it is that good!</em>). Meraih 8 suara dengan total skor 58, dua blogger menempatkannya di peringkat pertama. Drama yang memiliki skrip menawan ini tak heran mampu menarik perhatian dengan sisi berlapis yang diberikan lewat konflik yang terjadi. Di peringkat ketiga dengan 6 suara dan skor 39 ada <em>The Kid with a Bike</em> film dari auteur Dardenne Bersaudara yang meraih Grand Prix di Cannes tahun lalu. (Nah, berhenti sampai di sini, ada yang sadar kalau peringkat 1-3 ini <a href="http://www.bfi.org.uk/sightandsound/feature/49804" target="_blank">sama persis</a> dengan pilihan Sight &amp; Sound?) Lanjut! Sementara di peringkat keempat ada <em>Certified Copy</em>, film pilihan pertama saya, yang mendapat empat suara secara keseluruhan dan mengumpulkan skor sebanyak 32. Menyusul ada <em>Senna</em> di peringkat kelima. Dokumenter yang begitu menggugah ini menjadi salah satu andil hingga akhirnya peraturan voting kategori dokumenter Oscar diganti, karena cukup mengejutkan film ini gugur di seleksi awal.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Drive</em>, si seksi yang menjadi bahan perbincangan hingga keriuhan untuk memiliki jaket kalajengking tersebut berada di peringkat keenam meskipun hanya dengan tiga suara dari blogger. Penempatan yang tinggi dari tiga blogger menyebabkannya meraih skor lebih tinggi (21) daripada <em>The Skin I Live</em> <em>In </em>yang berada di posisi ketujuh. Satu film negeri kita, peraih FFI kemarin, berhasil merangsek masuk dengan empat suara, yaitu <em>Sang Penari</em> yang meraih skor total 17. Sementara dari kubu <em>blockbuster</em> (meskipun di negerinya sendiri tidak meraih pendapatan yang menggembirakan namun total secara <em>worldwide</em> tidak bisa dibilang mengecewakan), yaitu <em>The Adventures of Tintin: the Secret of the Unicorn</em> dari Steven Spielberg meraih dua suara, total skor 17, dengan satu blogger menempatkannya di posisi pertama. Juru kunci adalah <em>We Need to Talk about Kevin</em> karya Lynn Ramsey yang berbeda satu skor saja dengan perolehan si Tintin, sama juga satu blogger menempatkannya di peringkat pertama. Berikut daftarnya:</p>
<p><strong>Top Ten Films </strong></p>
<p><strong>(by Indonesian Movie Bloggers):</strong></p>
<ol>
<li><strong>The Tree of Life</strong> (score: 67, mentions: 9)</li>
<li><strong>A Separation</strong> (score: 58, mentions: 8)</li>
<li><strong>The Kid with a Bike</strong> (score: 39, mentions: 6)</li>
<li><strong>Certified Copy</strong> (score: 32, mentions: 4)</li>
<li><strong>Senna </strong>(score: 24, mentions: 4)</li>
<li><strong>Drive</strong> (score: 21, mentions: 3)</li>
<li><strong>The Skin I Live In</strong> (score: 19, mentions: 4)</li>
<li><strong>Sang Penari</strong> (score: 17, mentions: 4)</li>
<li><strong>The Adventures of Tintin: the Secret of the Unicorn</strong> (score: 17, mentions: 2)</li>
<li><strong>We Need to Talk about Kevin</strong> (score: 16, mentions: 2)</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Berikut daftar top ten dari masing-masing blogger beserta alasan mereka mengapa memilih film tersebut bisa dibaca di link yang terhubung.</p>
<p><strong>Amir Syarif Siregar</strong></p>
<p>(<a href="http://amiratthemovies.wordpress.com/2012/01/09/a-year-in-review-20-best-movies-of-2011/" target="_blank">Amir at the Movies</a>)</p>
<ol>
<li>The Tree of Life</li>
<li>Shame</li>
<li>A Separation</li>
<li>Carnage</li>
<li>Biutiful</li>
<li>Dogtooth</li>
<li>Confessions</li>
<li>Sang Penari</li>
<li>Incendies</li>
<li>Another Year</li>
</ol>
<p><strong>Awya Waharika</strong></p>
<p>(<a href="http://awyangobrol.wordpress.com/2011/12/27/a-bunch-of-gems-awyas-best-films-of-2011/" target="_blank">AwyaNgobrol</a>)</p>
<ol>
<li>Certified Copy</li>
<li>Cold Weather</li>
<li>Nostalgia for the Light</li>
<li>The Tree of Life</li>
<li>Marwencol</li>
<li>Jane Eyre</li>
<li>Martha Marcy May Marlene</li>
<li>Another Year</li>
<li>Senna</li>
<li>My Joy</li>
</ol>
<p><strong>Daniel Irawan</strong></p>
<p>(<a href="http://danieldokter.wordpress.com/2011/12/31/my-2011s-list-of-11-best-movies/" target="_blank">Dan at the Movies</a>)</p>
<ol>
<li>The Adventures of Tintin: the Secret of the Unicorn</li>
<li>Drive</li>
<li>The King&#8217;s Speech</li>
<li>The Help</li>
<li>Sang Penari</li>
<li>The Yellow Sea</li>
<li>13 Assasins</li>
<li>The Tree of Life</li>
<li>Contagion</li>
<li>X-Men First Class</li>
</ol>
<p><strong>Andy Putera</strong></p>
<p>(<a href="http://delupher.wordpress.com/2012/01/07/top-10-films-of-2011/" target="_blank">de Lupher</a>)</p>
<ol>
<li>We Need to Talk about Kevin</li>
<li>The Tree of Life</li>
<li>Blue Valentine</li>
<li>Certified Copy</li>
<li>Uncle Boonmee</li>
<li>Oranges and Sunshine</li>
<li>Melancholia</li>
<li>Senna</li>
<li>The Strange Case of Angelica</li>
<li>A Separation</li>
</ol>
<p><strong>Fariz Razi</strong></p>
<p>(<a href="http://vampibots.blogspot.com/2012/01/vampibots-annual-list-2011-top-10-films.html" target="_blank">Vampibots</a>)</p>
<ol>
<li>A Separation</li>
<li>Senna</li>
<li>50/50</li>
<li>The Adventures of Tintin: the Secret of the Unicorn</li>
<li>The Tree of Life</li>
<li>Drive</li>
<li>The Kid with a Bike</li>
<li>Moneyball</li>
<li>Submarine</li>
<li>Rise of the Planet of the Apes</li>
</ol>
<p><strong>Halomoan Sirait</strong></p>
<p>(<a href="http://moanandnlcinema.blogspot.com/2011/12/moan-choice-of-year-top-23-films-of.html" target="_blank">Moan and New Line Cinema</a>)</p>
<ol>
<li>Le quattro volte</li>
<li>The Autobiography Of Nicolae Ceausescu</li>
<li>Archipelago</li>
<li>Certified Copy</li>
<li>A Separation</li>
<li>The Kid with a Bike</li>
<li>Tuesday, After Christmas</li>
<li>Bal</li>
<li>Poetry</li>
<li>The Turin Horse</li>
</ol>
<p><strong>Haris Fadli</strong></p>
<p>(<a href="http://sayaceritafilm.wordpress.com/2012/01/13/2011-a-great-year-of-cinema-10-best-films/" target="_blank">Saya Cerita Film</a>)</p>
<ol>
<li>The Kid with a Bike</li>
<li>A Separation</li>
<li>Certified Copy</li>
<li>The Turin Horse</li>
<li>The Skin I Live In</li>
<li>Le quattro volte</li>
<li>Tinker Tailor Soldier Spy</li>
<li>Jane Eyre</li>
<li>Once Upon a Time in Anatolia</li>
<li>Midnight in Paris</li>
</ol>
<p><strong>Hary Susanto</strong></p>
<p>(<a href="http://movienthusiast.com/2012/01/movienthusiast-bests-of-2011/" target="_blank">Movienthusiast</a>)</p>
<ol>
<li>Senna</li>
<li>A Separation</li>
<li>The Tree of Life</li>
<li>Drive</li>
<li>We Need to Talk about Kevin</li>
<li>The Kid with a Bike</li>
<li>The Skin I Live In</li>
<li>Warrior</li>
<li>Sang Penari</li>
<li>Moneyball</li>
</ol>
<p><strong>Hery Subyanto</strong></p>
<p>(<a href="http://curhatsinema.blogspot.com/2012/01/30-film-mengesankan-2011-part-2-top-15.html" target="_blank">Curhat Sinema</a>)</p>
<ol>
<li>The Tree of Life</li>
<li>Attack the Block</li>
<li>Daddy Longlegs</li>
<li>The Kid with a Bike</li>
<li>The Illusionist</li>
<li>A Separation</li>
<li>Meek&#8217;s Cutoff</li>
<li>Bal</li>
<li>The Skin I Live In</li>
<li>The Ides of March</li>
</ol>
<p><strong>Reino Ezra</strong></p>
<p>(<a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-films-of-2011.html" target="_blank">Ajirenji</a>)</p>
<ol>
<li>Contagion</li>
<li>The Tree of Life</li>
<li>Black Swan</li>
<li>The Fighter</li>
<li>Sang Penari</li>
<li>Kung Fu Panda 2</li>
<li>True Grit</li>
<li>Rise of the Planet of the Apes</li>
<li>Source Code</li>
<li>Hanna</li>
</ol>
<p><strong>Satrio Nindyo Istiko</strong></p>
<p>(<a href="http://labirinfilm.blogspot.com/2011/12/bersama-film-di-2011-film-itu-personal.html" target="_blank">Labirin Film</a>)</p>
<p><em>Alphabetical order:</em></p>
<ul>
<li>The American</li>
<li>Another Year</li>
<li>Biutiful</li>
<li>Flipped</li>
<li>Midnight in Paris</li>
<li>Of Gods and Men</li>
<li>Potiche</li>
<li>Super</li>
<li>The Tree of Life</li>
</ul>
<p><strong>Yuki Aditya</strong></p>
<p>(<a href="http://cinemaexposure-reviews.blogspot.com/2012/01/mengatakan-sesuatu-itu-dalam-konteks.html" target="_blank">Cinema Exposure</a>)</p>
<ol>
<li>A Separation</li>
<li>Crazy Horse</li>
<li>The Kid with a Bike</li>
<li>The Skin I Live In</li>
<li>Nostalgia for the Light</li>
<li>Melancholia</li>
<li>The Turin Horse</li>
<li>Archipelago</li>
<li>Dreileben Trilogy</li>
<li>Poetry</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awyangobrol.wordpress.com/4954/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awyangobrol.wordpress.com/4954/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awyangobrol.wordpress.com/4954/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awyangobrol.wordpress.com/4954/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/awyangobrol.wordpress.com/4954/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/awyangobrol.wordpress.com/4954/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/awyangobrol.wordpress.com/4954/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/awyangobrol.wordpress.com/4954/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awyangobrol.wordpress.com/4954/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awyangobrol.wordpress.com/4954/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awyangobrol.wordpress.com/4954/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awyangobrol.wordpress.com/4954/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awyangobrol.wordpress.com/4954/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awyangobrol.wordpress.com/4954/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awyangobrol.wordpress.com&amp;blog=4103153&amp;post=4954&amp;subd=awyangobrol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awyangobrol.wordpress.com/2012/01/20/rangkuman-top-ten-list-dari-para-blogger-the-tree-of-life-dan-a-separation-memimpin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f12e86199ef3c8505cf5bc7d1a0d4b1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">awya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/the-tree-of-life.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">The Tree of Life</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>3rd Annual AwyaNgobrol Awards: The Nominees – Part 2 (Picture/Acting/Writing Category)</title>
		<link>http://awyangobrol.wordpress.com/2012/01/04/3rd-annual-awyangobrol-awards-the-nominees-part-2-pictureactingwriting-category/</link>
		<comments>http://awyangobrol.wordpress.com/2012/01/04/3rd-annual-awyangobrol-awards-the-nominees-part-2-pictureactingwriting-category/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 09:21:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Awya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Award Stuffs]]></category>
		<category><![CDATA[Amy Adams]]></category>
		<category><![CDATA[Another Year]]></category>
		<category><![CDATA[Au Revoir Taipe]]></category>
		<category><![CDATA[Brad Pitt]]></category>
		<category><![CDATA[Certified Copy]]></category>
		<category><![CDATA[Cold Weather]]></category>
		<category><![CDATA[Elle Fanning]]></category>
		<category><![CDATA[Lesley Manville]]></category>
		<category><![CDATA[Marwencol]]></category>
		<category><![CDATA[Mia Wasikowska]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Fassbender]]></category>
		<category><![CDATA[michelle williams]]></category>
		<category><![CDATA[Midnight in Paris]]></category>
		<category><![CDATA[Mike Leigh]]></category>
		<category><![CDATA[ryan gosling]]></category>
		<category><![CDATA[Terrence Malick]]></category>
		<category><![CDATA[The Tree of Life]]></category>
		<category><![CDATA[Tilda Swinton]]></category>
		<category><![CDATA[Tuesday After Christmas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awyangobrol.wordpress.com/?p=4885</guid>
		<description><![CDATA[Setelah saya berikan daftar nominasi untuk bagian pertama yang memuat sisi teknis, sekarang saya berikan bagian kedua yang memuat film, akting, dan skrip. Ketika saya melihat daftar nominasi yang dipilih, tentu terbersit harapan jika setidaknya ada pilihan saya yang nantinya berhasil diakui oleh Oscar. Namun, tentu bisa dilihat jika kemungkinan itu kecil sekali. Dari barisan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awyangobrol.wordpress.com&amp;blog=4103153&amp;post=4885&amp;subd=awyangobrol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><img class="aligncenter size-full wp-image-4922" title="Blue Valentine" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/blue-valentine.jpg?w=500&#038;h=264" alt="" width="500" height="264" /></p>
<p style="text-align:justify;" align="left">Setelah saya berikan daftar nominasi untuk <a href="http://awyangobrol.wordpress.com/2011/12/28/3rd-annual-awyangobrol-awards-the-nominees-part-1-crafttechnical-category/" target="_blank">bagian pertama </a>yang memuat sisi teknis, sekarang saya berikan bagian kedua yang memuat film, akting, dan skrip. Ketika saya melihat daftar nominasi yang dipilih, tentu terbersit harapan jika setidaknya ada pilihan saya yang nantinya berhasil diakui oleh Oscar. Namun, tentu bisa dilihat jika kemungkinan itu kecil sekali. Dari barisan nomine akting, masing-masing memiliki satu nomine yang kemungkinan besar akan mendapatkan nominasi Oscar tahun ini, dengan catatan satu nomine di kategori aktris terbaik telah menjadi nomine Oscar tahun lalu. Kategori Best Actor dan Actress adalah kategori yang saya pilih dengan melalui perdebatan alot (caileh!), hingga membuat saya melihat potensi lain yang dimiliki dari masing-masing nomine. Sementara,  di kategori Adapted Screenplay, boleh dikatakan kategori yang paling kurus, minim skrip yang begitu menarik perhatian saya. Baiklah, ini dia pilihan saya kali ini.</p>
<p style="text-align:justify;" align="left"><span id="more-4885"></span></p>
<p style="text-align:center;" align="left"><strong>__________________</strong></p>
<p align="left"><strong><img class="size-full wp-image-4927 alignright" title="martha marcy may marlene1" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/martha-marcy-may-marlene1.png?w=500" alt=""   />Best Picture</strong></p>
<ul>
<li>&#8220;Another Year&#8221;</li>
<li>&#8220;Certified Copy&#8221;</li>
<li>&#8220;Cold Weather&#8221;</li>
<li>&#8220;Jane Eyre&#8221;</li>
<li>&#8220;Martha Marcy May Marlene&#8221;</li>
<li>&#8220;Marwencol&#8221;</li>
<li>&#8220;My Joy&#8221;</li>
<li>&#8220;Nostalgia for the Light&#8221;</li>
<li>&#8220;Senna&#8221;</li>
<li>&#8220;The Tree of Life&#8221;</li>
</ul>
<div style="text-align:justify;">Untuk nominasi Best Picture, seperti biasa, mengikuti daftar sepuluh besar film pilihan saya yang sebelumnya sudah saya umumkan, dan tentu jawara untuk kategori ini sudah pembaca ketahui. Untuk melihat alasan saya memilih sepuluh film tersebut, silakan baca di <a href="http://awyangobrol.wordpress.com/2011/12/27/a-bunch-of-gems-awyas-best-films-of-2011/" target="_blank">sini</a>.</div>
<p align="center">__________________</p>
<p align="left"><strong>Best Director</strong></p>
<ul>
<li><strong>Clio Barnard, “The Arbor”</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4911" title="Clio Barnard" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/clio-barnard1.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></p>
<p style="text-align:justify;">Barnard menghadirkan sebuah sisi menarik. Mereka-ulang drama panggung itu, mengarahkan para aktor dengan sempurnanya lewat keapikan gestur dan kesempurnaam mimik dalam memeragakan dialog tersebut.</p>
<ul>
<li><strong>Aaron Katz, &#8220;Cold Weather&#8221;</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4912" title="Aaron Katz" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/aaron-katz1.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></p>
<p style="text-align:justify;">Menghadirkan kejenakaan dan kesegaran itu dengan apik. Ketika mengarahkan, Katz menemukan momentum dengan pas. Ia begitu tahu bagaimana setiap adegan harus terjadi. Katz menulis ide, juga memotong tiap bingkai itu dengan mengesankan.</p>
<ul>
<li><strong>Abbas Kiarostami, “Certified Copy”</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4888" title="Abbas Kiarostami" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/abbas-kiarostami.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></p>
<p style="text-align:justify;">Berhasil mengubah keyakinan awal dari tutur kata tersebut menjadi <em>puzzle</em> yang diiringi teka-teki pula. Begitu apik mengarahkan Binoche, menempatkan kamera, tentu saja memutar-balik perspektif.</p>
<ul>
<li><strong>Mike Leigh, “Another Year”</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4889" title="Mike Leigh" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/mike-leigh.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></p>
<p style="text-align:justify;">Seperti biasa Leigh selalu menggali sisi familiar tersebut dengan rendah hati. Selalu terampil menjerat hati, bahkan pada karakter paling menyebalkan sekalipun kita masih tetap ingin memeluknya. Leigh memotret ekspresi dan ruang dengan sempurna.</p>
<ul>
<li><strong>Terrence Malick, “The Tree of Life”</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;" align="left"><img class="aligncenter size-full wp-image-4890" title="Terrence Malick" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/terrence-malick.gif?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></p>
<p style="text-align:justify;" align="left">Proyek ini begitu ambisiusnya. Bagaimana? Berhasil. Jika misalnya telah provokatif menyulut debat panjang, filmnya sendiri telah menghadirkan energi <em>grande</em> tersebut tentang berbagai aspek yang panjang dibincangkan. Lewat film ini, Malick membuktikan kembali bahwa bahasa gambar kadang di atas tuturan kata.</p>
<p style="text-align:justify;" align="left"><strong><em>Honorable Mentions:</em></strong> Asghar Farhadi dalam “A Separation”, Weerasethakul yang telah dengan ikoniknya menghadirkan ikan lele dalam &#8220;Uncle Boonmee&#8230;&#8221;, Nicholas Winding Refn yang memperbarui genre lama dan menampilkannya dengan seksi dalam &#8220;Drive&#8221;, Sergei Loznitza yang rumit dan bertumpuk dalam menghadirkan “My Joy”, serta Patricio Guzman yang menangkap gambar, kemudian merenungi memori dengan memikat dalam “Nostalgia for the Light”.</p>
<p style="text-align:center;" align="left">__________________</p>
<p align="left"><strong>Best Actor</strong></p>
<ul>
<li><strong>Ryan Gosling, “Blue Valentine”</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4891" title="Ryan Gosling" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/ryan-gosling.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></p>
<p style="text-align:justify;">Bersama Michelle Williams menceritakan sebuah rumah tangga, tentang masa muda, tentang cinta, tentang gundah. Jika Williams menyulut dengan “ayo berubah”, maka Gosling bertahan, membela diri, membariskan emosi dengan piawai.</p>
<ul>
<li><strong>Woody Harrelson, “Rampart”</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4913" title="Woody Harrelson" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/woody-harrelson1.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></p>
<p style="text-align:justify;">Menujukkan karakter yang kurang disukai ini dengan menghadirkan wilayah yang membuat kita runut menyadari sisi manusia. Harrelson memamerkan dimensi karakter tersebut, hingga ke dalam sudut anarkis ataupun rapuh itu.</p>
<ul>
<li><strong>Andreas Lust, “The Robber”</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;" align="left"><img class="aligncenter size-full wp-image-4893" title="Andreas Lust" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/andreas-lust.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></p>
<p style="text-align:justify;" align="left">Kita melihat Lust minim berbicara, menarik minat penyimak dari kepiawaian mengolah ekspresi. Bahkan hanya dengan melihat gestur atau mendengar deru napasnya ketika berlari, Lust telah menceritakan tentang karakter tersebut.</p>
<ul>
<li><strong>Peyman Moaadi, &#8220;A Separation</strong>&#8220;</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4894" title="Peyman Moaadi" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/peyman-moaadi.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></p>
<p style="text-align:justify;">Begitu mengesankan hingga seperti melihat sosok ayah sendiri yang berjuang pada kondisi terjepit dan tetap berusaha untuk tampil baik di depan sang anak. Moaadi menciptakan ayah yang tak sempurna hingga kita peduli melihatnya.</p>
<ul>
<li><strong>Brad Pitt, “Moneyball”</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;" align="left"><img class="aligncenter size-full wp-image-4914" title="B" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/brad-pitt1.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></p>
<p style="text-align:justify;" align="left">Sebagai Billy Bane, Pitt merangkul sosok ini. Ketika muda ia memilih, membuang kesempatan yang sama besarnya, gagal. Dalam sisi ego akan obsesi, tersimpan sisi kebapakan itu. Adegan di toko musik tersebut merupakan sebuah <em>highlight!</em></p>
<p style="text-align:justify;" align="left"><strong><em>Honorable Mentions: </em></strong>Sebelumnya saya sempat skeptis kategori ini akan menghasilkan daftar yang sengit, sampai akhirnya saya kebingungan memilih lima terbaik. Berikut enam lagi yang sempat saya pertimbangkan: ada Kevin Spacey dalam “Margin Call”, Peter Mullan di “Tyrannosaur”, Andi Serkis dengan mo-cap-nya di “Rise of the Planet of the Apes&#8221;, boleh dikatakan aktor mo-cap terbaik saat ini (hei, King Kong, hey Gollum!). Sementara Michael Fassbender lewat “Jane Eyre” nyaris mencetak rekor untuk masuk nominasi selama 3 tahun berturut-turut, sementara Rob Brydon “The Trip” dan Brendan Gleeson “The Guard” menghadirkan kejenakaan itu.</p>
<p style="text-align:center;" align="left"><span style="text-align:center;">_________________</span></p>
<p align="left"><strong>Best Actress</strong></p>
<ul>
<li><strong>Juliette Binoche, “Certified Copy”</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4896" title="Juliet Binoche" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/juliet-binoche.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></p>
<p style="text-align:justify;">Dengan semangat <em>playful</em> tersebut Binoche mengolah keingintahuan penyimak dengan energi yang ia tampilkan. Satu kesempatan ia terlihat ceria, satu kesempatan menggulirkan sisi misterius itu. Pintar sekali mengolah teka-teki, tanpa harus mengumbar rahasianya dengan terburu-buru.</p>
<ul>
<li><strong>Lesley Manville, “Another Year”</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4897" title="lesley manville" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/lesley-manville.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></p>
<p style="text-align:justify;">Jika memang filmnya sendiri menghadirkan barisan pemain yang begitu memukau, tak kalah lihainya mengolah karakter, maka Manville seketika menjadi perhatian tiap kali muncul di kamera. Ekspresinya brilian. Gesturnya sempurna.</p>
<ul>
<li><strong>Tilda Swinton, “We Need to Talk About Kevin”</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4898" title="Tilda Swinton" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/tilda-swinton.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></p>
<p style="text-align:justify;">Boleh dibilang Swinton saat ini memegang rekor sebagai satu-satunya yang pernah masuk nominasi selama tiga tahun berturut-turut setelah menang di tahun 2009 dan menjadi runner-up di tahun kemarin. Kali ini, sebagai ibu yang tidak kharismatik ini, Swinton mengukuhkan kembali betapa hebatnya membentuk sebuah karakter. Dalam kekelaman yang ada, sempat pula tersimpan kejenakaan itu.</p>
<ul>
<li><strong>Mia Wasikowska, “Jane Eyre”</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4899" title="Mia Wasikowska" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/mia-wasikowska.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></p>
<p style="text-align:justify;">Penampilan seperti ini urung dilirik sebagian orang karena terlihat pasif, namun Wasikowska begitu terampil dalam wajah halus itu menciptakan Jane Eyre. Gayanya mengolah akting mengingatkan akan seorang Jullian Moore di awal kemunculannya.</p>
<ul>
<li><strong>Michelle Williams, “Blue Valentine”</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;" align="left"><img class="aligncenter size-full wp-image-4900" title="Michelle Williams" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/michelle-williams.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></p>
<p style="text-align:justify;" align="left">Bersama Ryan Gosling menceritakan sebuah rumah tangga, tentang masa muda, tentang cinta, tentang gundah. Jika Gosling menyulut dengan “masa bodo”, maka Williams berontak, menuding, membariskan emosi dengan piawai.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Honorable Mentions:</em></strong><em> </em>Ada Olivia Colman dalam “Tyrannosaur” yang memamerkan beragam emosi, sedangkan Elizabeth Olsen dalam “Martha Marcy May Marlene” terlihat dingin, menyembulkan bakat baru di perfilman Hollywood. Viola Davis dalam “The Help”, Saorsie Ronan dalam “Hanna” dan duo wanita di “Melancholia” yang tak bisa dipisahkan Charlotte Gainsbourg dan Kirsten Dunst.</p>
<p style="text-align:center;">__________________</p>
<p align="left"><strong>Best Supporting Actor</strong></p>
<ul>
<li><strong>Oliver Maltman, “Another Year”</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4901" title="Oliver Maltman" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/oliver-maltman.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang menarik? Di satu sisi, Maltman tidak disodorkan peran yang luar biasa mengumbar emosi. Hanya karakter muda kebanyakan di fase pertama menginjak usia tiga puluh tahun. Dalam tingkat biasa itu terlihat begitu alami, hingga perhatikan bagaimna ekspresi kosong nan penuh pertanyaan yang kikuk ketika ia mendapati Mary mengumbar ekpresi kekaguman itu. Di layar Joe mungkin tidak ditempatkan untuk sadar, tapi Maltman berhasil menceritakannya lewat mata itu.</p>
<ul>
<li><strong>Nick Nolte, “Warrior”</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;" align="left"><img class="aligncenter size-full wp-image-4905" title="Nick Nolte" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/nick-nolte.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></p>
<p style="text-align:justify;" align="left">Memikat sejak pertama kali muncul. Nolte menghadirkan sisi kesadaran dan penyesalan itu dengan begitu memikat. Seorang bapak, melihat dua jagoannya bertarung, jikapun diandaikan itu sebuah kisah masa kecil, Nolte duduk di sana, mengharukan.</p>
<ul>
<li><strong>Kiefer Sutherland, “Melancholia&#8221;</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4902" title="kiefer sutherland" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/kiefer-sutherland.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></p>
<p style="text-align:justify;">Bersinar lebih mengilap dibanding dua wanita di sekitarnya. Awalnya terumbar emosi dari sisi amarah yang kental, kemudian di paruh kedua terlihat keringkihan akan kesenangan sains itu.</p>
<ul>
<li><strong>Noah Taylor, “Submarine”</strong><strong> </strong><strong></strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4903" title="Noah Taylor" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/noah-taylor.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></p>
<p style="text-align:justify;">Kalaupun jenis ayah seperti ini langka ditemukan, kecuali dunia ini dipimpin seorang Wes Anderson dengan penerus tahtanya seorang Richard Ayoade. Mungkin saja. Lewat bentukan karakter unik ini, Taylor menjelma sebagai sosok ayah yang kadaluarsa di mata istrinya, namun gigih berusaha menjadi inspirasi bagi sang anak.</p>
<ul>
<li><strong>Hugo Weaving, “Oranges and Sunshine”</strong><strong> </strong><strong></strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4904" title="Hugo Weaving" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/hugo-weaving.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></p>
<p style="text-align:justify;">Setiap kali Weaving muncul, selalu menarik perhatian. Pada sosok lugu yang ia berikan, tersimpan begitu hebatnya raut muka mengoyak emosi. Kita peduli dan kita iba.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Honorable Mentions:</strong> Persaingan ketat di kategori ini. Saya menyukai Bruce Greennwood di &#8220;Meek’s Cutoff”, Bryan Cranston di “Drive”, Raul Castillo di “Cold Weather”, Brad Pitt di “The Tree of Life” yang bercerita banyak dengan ekspresi, minim dialog, sementara, Shahab Hoseini begitu berkesan sebagai suami penuh amarah dalam “A Separation”.</p>
<p style="text-align:center;"><span style="text-align:center;">__________________</span></p>
<p align="left"><strong>Best Supporting Actress</strong></p>
<ul>
<li><strong>Amy Adams, “The Fighter”</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4906" title="amy-adams1" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/amy-adams1.png?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></p>
<p style="text-align:justify;">Karena jika melihatnya selalu teingat dengan Ashley di <em>Junebug</em> yang lugu dan penuh keriangan, atau raut wajah lugu penuh ketidakpercayaan diri dalam <em>Doubt</em>. Kali ini, matanya membelalak, nakal dan menggoda. “Jambak! Jambak!” seru kita ketika melihat aksi pergumulan sengit itu.<strong></strong></p>
<ul>
<li><strong>Sareh Bayat, &#8220;A Separation&#8221;</strong></li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-4907" title="sareh" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/sareh.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></p>
<p style="text-align:justify;">Begitu terampil mengoyak opini, awalnya dari gesturnya meyakinkan bahwa sang majikan begitu keterlaluan, kemudian berbalik memberikan menyulut prasangka. Pada kondisi ini, Bayat berhasil menghadirkan sisi manusia itu sebenarnya.</p>
<ul>
<li><strong>Jessica Chastain, “The Help”</strong><strong> </strong><strong></strong></li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-4908" title="Jessica Chastain" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/jessica-chastain.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></p>
<p style="text-align:justify;">Sepertinya dalam kondisi <em>prolific</em> yang disandangnya, Chastain tengah mencoba meyakinkan publik bahwa—mari kita meminjam perkataan Syahrini—dia itu adalah “sesuatu”. Tidak perlu banyak, cukup penampilannya di sini saja, sudah memikat dengan energi komikal yang ia tampilkan.</p>
<ul>
<li><strong>Elle Fanning, &#8220;Super 8&#8243;</strong><strong> </strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong><img class="aligncenter size-full wp-image-4909" title="Elle Fanning" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/elle-fanning.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jika sempat terkesima dengan penampilannya di “Somewhere”, maka coba lihat bagaimana Fanning membuat kisah alien ini terasa hidup. Rautnya mengolah ekspresi membenturkan energi muda yang penuh dengan talenta itu. Jika kini ia sudah pernah diarahkan oleh Fincher, Cameron Crowe, JJ Abrams, Sofia Coppola serta Francis Ford Coppola, siapa berikutnya? Tetap selektif, saya begitu tertarik melihatnya diarahkan Stephen Daldry.</p>
<ul>
<li><strong>Mary Page Keller, “Beginners”</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4910" title="Mary Page Keller" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/mary-page-keller.png?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></p>
<p style="text-align:justify;">Tatapannya sinis. Senyumnya terlihat palsu. Geraknya mengherankan, kadang terlihat jenaka. Dalam setiap keakrabannya berkelakar dengan sang anak, lihat matanya, ada kesedihan yang begitu berat ditutupi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Honorable Mentions:</em></strong> Mirela Oprisor dan Maria Popistasu dalam “Tuesday, After Christmas”, Vera Farmiga yang menjadi hal paling menarik dalam “Source Code”, Sally Hawkins yang “menyebalkan” dalam “Submarine” dan Sarina Farhadi begitu lugu dan mengharukan dalam “A Separation”.</p>
<p style="text-align:center;">__________________</p>
<p align="left"><strong> <img class="size-full wp-image-4920 alignright" title="J" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/jane-eyre.jpg?w=500" alt=""   />Best Adapted Screenplay</strong></p>
<ul>
<li>Hayao Miyazaki and Keiko Niwa, “Arrietty”</li>
<li>Joel &amp; Ethan Coen, “True Grit”</li>
<li>Moira Buffini,  “Jane Eyre”</li>
<li>Steven Zailian and Aaron Sorkin, “Moneyball”</li>
<li>Sylvain Chomet, “The Illusionist”</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Tahun ini Sorkin kembali lagi merangsek di kategori ini, namun kali ini berduet dengan Zailian menghadirkan dialog-dialog cerdas dan rumit dalam “Moneyball”. Sementara Coen Bersaudara menceritakan kembali “True Grit”, minim nuansa khas-nya, namun menghadirkan nostalgia. Jika Chomet setia menceritakan nostalgia juga, nuansa melankoli dari adaptasinya terhadap skrip dari Jaques Tati tersebut, maka Miyazaki dan Niwa menghadirkan cerita buku anak-anak popular dengan santun, imajinatif, dan mengharukan. Terakhir, Buffuni hadir dengan menyegarkan “Jane Eyre” tanpa menghilangkan kesan klasiknya.</p>
<p style="text-align:justify;" align="left"><strong><em>Honorable mentions:</em></strong> Ada beberapa yang sempat menjadi pertimbangan, termasuk aspek nyeleneh dan jenaka yang dihadirkan Almodovar dalam “The Skin I Live In”, cerita masa muda dalam “Submarine” yang jelas nama Ayoade akan disematkan dengan Wes Anderson. Sementara “The Way Back” juga menarik, meskipun saya harus mengganggap ending tersebut tidak pernah terjadi. Naskah Butterworth dalam “Fair Game” dan sisi seksi dari Amini dalam “Drive” juga sempat menjadi pertimbangan.</p>
<p style="text-align:center;" align="left">__________________</p>
<p align="left"><img class="alignright" title="Midnight in Paris" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/midnight-in-paris.jpg?w=200&#038;h=103" alt="" width="200" height="103" /><strong>Best Original Screenplay</strong></p>
<ul>
<li>Aaron Katz, “Cold Weather”</li>
<li>Abbas Kiarostami, “Certified Copy”</li>
<li>Asghar Farhadi, &#8220;A Separation&#8221;</li>
<li>Mike Leigh, “Another Year”</li>
<li>Woody Allen, “Midnight in Paris”</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Katz menjejali karakter dengan dialog menarik, <em>pop culture</em> itu (Sherlock Holmes itu, Star Trek itu), hingga memusatkan narasi pada adegan yang mengumbar senyum (adegan pembelian cerutu itu!), hingga kemudian menghadirkan kehangatan dalam obroan kakak-adik tersebut. Maka kemudian ada Allen, menyatukan fantasi, mempertemukan tiga abad berbeda, dengan percakapan antar-penulis legendaris tersebut, jenaka, hey, ada Hemingway! Sementara Farhadi menelaah drama yang begitu rapatnya hingga mampu menghadikan dimensi yang kompleks. Sedangkan Leigh berhasil mengajak kita ingin memeluk karakter yang ada, hangat, begitu meneduhkan, kemudian Kiarostami mengundang kita untuk menebak, dengan cerdiknya mengulur teka-teki.</p>
<p style="text-align:justify;" align="left"><strong><em>Honorable Mentions: </em></strong><span style="text-align:justify;">Trio Radulescu, Baciu, dan Muntean dalam “Tuesday, After Christmas” dan trio Cianfrance, Delavigne, dan Curtis dalam “Blue Valentine” memikat dengan dialog saling “hantam” tersebut. Sementara Logan, menampilkan “Rango” dengan jenaka, orisinil, dan berbeda. Jika Mills begitu sederhana menampilkan dialog-dialog tersebut dalam “Beginners”, maka Loznitsya apik menghadirkan “tak-sederhana” itu dalam &#8220;My Joy&#8221;. </span></p>
<p style="text-align:center;" align="left">__________________</p>
<p align="left"><strong><img class="size-full wp-image-4924 alignright" title="Rango" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/rango.jpg?w=500" alt=""   />Best Animated Feature</strong></p>
<ul>
<li>“Arrietty”</li>
<li>“The Illusionist”</li>
<li>“Rango”</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;" align="left">Tahun ketika Pixar giginya menumpul seperti ini, saya menyimak tiga animasi yang begitu mengagumkan. Nostalgia yang mengharukan dalam “The Illusionist”, dibarengi oleh magisnya Studio Ghibli dalam “Arrietty”. Sementara “Rango” begitu unik, animasi digital yang menyegarkan.</p>
<p style="text-align:justify;" align="left"><strong><em>Honorable Mentions:</em></strong>  Di kursi ini saya hanya mempertimbangkan dua animasi, yaitu “Tangled” yang menghadirkan sensasi khas Disney, dan “Winnie the Pooh” yang manis, meskipun durasinya begitu minim.</p>
<p style="text-align:center;" align="left">__________________</p>
<p align="left"><strong><img class="size-full wp-image-4925 alignright" title="Marwencol" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/marwencol.jpg?w=500" alt=""   />Best Documentary Feature </strong></p>
<ul>
<li>&#8220;The Arbor&#8221;</li>
<li>&#8220;Marwencol&#8221;</li>
<li>&#8220;Nostalgia for the Light&#8221;</li>
<li>&#8220;Pina&#8221;</li>
<li>&#8220;Senna&#8221;</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Jika “Senna” cermat menceritakan dengan runut lewat barisan arsip yang diedit dengan sempurna sehingga cerita tersaji dengan mengesankan, maka “The Arbor” bercerita dengan beda, mengandalkan para penampil untuk berakting dan <em>lipsync</em>. Sementara “PINA” menghadirkan kesan artistik dalam menghantarkan sosok seorang seniman, sementara “Marwencol” memunculkan tragedi menjadi tontonan sebuah penemuan seni. Dari barisan itu ada juga “Nostalgia for the Light” yang bercerita tentang memori, penuh renungan.</p>
<p style="text-align:justify;" align="left"><strong><em>Honorable Mentions:</em></strong> “Project Nim” dan “Tabloid” adalah dua kontender yang paling dipertimbangkan untuk masuk kategori ini, selain “Inside Job”, “Waste Land”, dan “Cave of Forgotten Dreams” juga.</p>
<p style="text-align:center;" align="left">__________________</p>
<p align="left"><strong><img class="size-full wp-image-4923 alignright" title="Tuesday After Christmas" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/tuesday-after-christmas.jpg?w=500" alt=""   />Best Non-English Language Film</strong></p>
<ul>
<li>“My Joy”</li>
<li>“A Separation”</li>
<li>“The Strange Case of Angelica&#8221;</li>
<li>“Tuesday, After Christmas”</li>
<li>“Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives”</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Jika “Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives” mengukuhkan filmografi Joe tentang sisi yang unik, sederhana namun penuh tema mistis, terlihat berbeda, maka ada “My Joy” dan “The Strange Case of Angelica” yang mengumbar fantasi, yang pertama memotret negeri mengerikan, yang satu memotret kisah cinta yang aneh. Sementara “A Separation” dan “Tuesday , After Christmas” sama-sama bercerita tentang perceraian. Jika yang pertama bercerita begitu kompleks hingga sisi manusia itu tergali, maka yang kedua bercerita tentang bagaimana cinta itu terjadi dan kemudian diakhiri.</p>
<p style="text-align:justify;" align="left"><strong><em>Honorable Mentions:</em></strong> “I Saw the Devil” dan “Au Revoir Taipe” adalah wakil dari Asia yang saya sukai. Ada juga “The Kid with a Bike” dari Dardenne Bersaudara dan “The Skin I Live In” yang premiere di Cannes tahun ini, bersama pula ada “Of Gods and Men” dari peraih Grand Prix Cannes tahun 2010 lalu.</p>
<p style="text-align:center;" align="left">__________________</p>
<p style="text-align:justify;" align="left">Dengan ini, kategori utama (kategori yang berdasar dari Oscar) untuk AwyaNgobrol Awards tahun ketiga ini sudah diumumkan. Mari coba kita hitung total nominasi yang didapat bersamaan dengan kategori teknis sebelumnya. “Another Year” memimpin dengan tujuh nominasi, disusul oleh “The Tree of Life” dan “Cold Weather” dengan enam nominasi. Sementara “The Illusionist” mengumpulkan lima nominasi, kemudian disusul oleh “A Separation” dan “Certified Copy” mengumpulkan empat nominasi masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;" align="left">Sampai di sini untuk nominasi bagian kedua. Untuk nominasi bagian ketiga, jika tidak ada aral melintang akan diumumkan akhir minggu ini. Jadi untuk yang ingin tahu apa saja poster terbaik, ensemble terbaik, hingga adegan terbaik versi saya, silakan ditunggu kelanjutannya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awyangobrol.wordpress.com/4885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awyangobrol.wordpress.com/4885/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awyangobrol.wordpress.com/4885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awyangobrol.wordpress.com/4885/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/awyangobrol.wordpress.com/4885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/awyangobrol.wordpress.com/4885/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/awyangobrol.wordpress.com/4885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/awyangobrol.wordpress.com/4885/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awyangobrol.wordpress.com/4885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awyangobrol.wordpress.com/4885/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awyangobrol.wordpress.com/4885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awyangobrol.wordpress.com/4885/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awyangobrol.wordpress.com/4885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awyangobrol.wordpress.com/4885/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awyangobrol.wordpress.com&amp;blog=4103153&amp;post=4885&amp;subd=awyangobrol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awyangobrol.wordpress.com/2012/01/04/3rd-annual-awyangobrol-awards-the-nominees-part-2-pictureactingwriting-category/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f12e86199ef3c8505cf5bc7d1a0d4b1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">awya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/blue-valentine.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Blue Valentine</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/martha-marcy-may-marlene1.png" medium="image">
			<media:title type="html">martha marcy may marlene1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/clio-barnard1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Clio Barnard</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/aaron-katz1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Aaron Katz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/abbas-kiarostami.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Abbas Kiarostami</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/mike-leigh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mike Leigh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/terrence-malick.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Terrence Malick</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/ryan-gosling.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ryan Gosling</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/woody-harrelson1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Woody Harrelson</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/andreas-lust.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Andreas Lust</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/peyman-moaadi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Peyman Moaadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/brad-pitt1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">B</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/juliet-binoche.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Juliet Binoche</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/lesley-manville.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lesley manville</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/tilda-swinton.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tilda Swinton</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/mia-wasikowska.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mia Wasikowska</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/michelle-williams.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Michelle Williams</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/oliver-maltman.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Oliver Maltman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/nick-nolte.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Nick Nolte</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/kiefer-sutherland.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kiefer sutherland</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/noah-taylor.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Noah Taylor</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/hugo-weaving.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hugo Weaving</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/amy-adams1.png" medium="image">
			<media:title type="html">amy-adams1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/sareh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sareh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/jessica-chastain.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jessica Chastain</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/elle-fanning.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Elle Fanning</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/mary-page-keller.png" medium="image">
			<media:title type="html">Mary Page Keller</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/jane-eyre.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">J</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/midnight-in-paris.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Midnight in Paris</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/rango.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rango</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/marwencol.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Marwencol</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2012/01/tuesday-after-christmas.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tuesday After Christmas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>3rd Annual AwyaNgobrol Awards: The Nominees – Part 1 (Craft/Technical Category)</title>
		<link>http://awyangobrol.wordpress.com/2011/12/28/3rd-annual-awyangobrol-awards-the-nominees-part-1-crafttechnical-category/</link>
		<comments>http://awyangobrol.wordpress.com/2011/12/28/3rd-annual-awyangobrol-awards-the-nominees-part-1-crafttechnical-category/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 10:26:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Awya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Award Stuffs]]></category>
		<category><![CDATA[AwyaNgobrol Awards]]></category>
		<category><![CDATA[Certified Copy]]></category>
		<category><![CDATA[Cold Weather]]></category>
		<category><![CDATA[Drive]]></category>
		<category><![CDATA[Heartbeats]]></category>
		<category><![CDATA[Martha Marcy May Marlene]]></category>
		<category><![CDATA[Melancholia]]></category>
		<category><![CDATA[Mission Impossible: Ghost Protocol]]></category>
		<category><![CDATA[Rango]]></category>
		<category><![CDATA[Senna]]></category>
		<category><![CDATA[The Illusionist]]></category>
		<category><![CDATA[The Skin I Live In]]></category>
		<category><![CDATA[The Tree of Life]]></category>
		<category><![CDATA[Transformers: Dark of the Moon]]></category>
		<category><![CDATA[Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awyangobrol.wordpress.com/?p=4812</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kemarin saya berikan film-film pilihan saya di tahun ini, maka sekarang saatnya saya mengumumkan nominasi dari ajang penghargaan “this-is-so-fun-to-do” alias AwyaNgobrol Awards yang sekarang menginjak tahun ketiganya. Jadi bagi yang belum sempat mengenal edisi sebelumnya, saya memiliki dua kategori, yaitu kategori utama yang mengadopsi Oscar dan kategori spesial yang lebih mengarah pada sub-kategori yang saya gabungkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awyangobrol.wordpress.com&amp;blog=4103153&amp;post=4812&amp;subd=awyangobrol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4867" title="Cold Weather" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/cold-weather1.jpg?w=500&#038;h=199" alt="" width="500" height="199" /></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah kemarin saya berikan <a href="http://awyangobrol.wordpress.com/2011/12/27/a-bunch-of-gems-awyas-best-films-of-2011/" target="_blank">film-film pilihan saya</a> di tahun ini, maka sekarang saatnya saya mengumumkan nominasi dari ajang penghargaan “<em>this-is-so-fun-to-do</em>” alias AwyaNgobrol Awards yang sekarang menginjak tahun ketiganya. Jadi bagi yang belum sempat mengenal edisi sebelumnya, saya memiliki dua kategori, yaitu kategori utama yang mengadopsi Oscar dan kategori spesial yang lebih mengarah pada sub-kategori yang saya gabungkan dari berbagai kategori khusus di ajang-ajang sejenis, dengan catatan, tahun ini ada beberapa kategori yang dihapus. Untuk tahun ini film yang masuk kualifikasi adalah film-film yang disimak pada rentang 1 Januari-25 Desember 2011.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk tahun ini sedikit berbeda karena kategorinya akan diumumkan dalam tiga postingan berbeda, dilengkapi dengan ulasan mengapa saya memilih nomine tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk edisi sebelumnya bisa dilihat di sini: <a href="http://awyangobrol.wordpress.com/2010/03/02/my-dream-ballot-comes-true-1st-annual-awyangobrol%E2%84%A2-awards-nominees/" target="_blank">Nominees </a>and <a href="http://awyangobrol.wordpress.com/2010/03/17/1st-annual-awyangobrol%E2%84%A2-awards-winners-top-10-performances-of-the-year/" target="_blank">Winners</a> (2009), <a href="http://awyangobrol.wordpress.com/2011/01/03/from-best-to-worst-2nd-annual-awyangobrol%C2%AE-awards-nominations/#more-3355" target="_blank">Nominees</a> and <a href="http://awyangobrol.wordpress.com/2011/01/30/inilah-dia-yang-terpilih-2nd-annual-awyangobrol%C2%AE-awards-winners/" target="_blank">Winners</a> (2010).</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang, mari kita mulai dengan memberikan apresiasi pada <em>craft/technical category</em>. Inilah pilihan saya tahun ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-4812"></span></p>
<p style="text-align:center;">______________________</p>
<p align="left"><strong><br />
<img class="size-full wp-image-4851 alignright" title="The Skin I Live In" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/the-skin-i-live-in1.jpg?w=500" alt=""   />Best Art Direction/Production Design</strong></p>
<ul>
<li>Antxon Gomes, “The Skin I Live In”</li>
<li>Christian Marti and Jose Pedro Penha, “The Strange Case of Angelica”</li>
<li>Jack Fisk and Jeanette Scott, “The Tree of Life”</li>
<li>Jacques Arhex, “The Illusionist”</li>
<li>Simon Beresford &amp; Sophia Showdhury, “Another Year”</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Jika Oscar masih tetap memakai istilah “art direction” dalam kategori ini meskipun yang diberikan penghargaan adalah <em>production designer</em> dan <em>set decorator</em>-nya (<em>art director</em> hanya dihitung jika tidak ada production designer di daftar <em>crew</em>). Memang banyak yang mengusulkan agar kategori ini diganti menjadi “best production design” meskipun sebenarnya nama “art direction” cenderung lebih familiar.</p>
<p style="text-align:justify;">Pilihan saya untuk tahun ini tentu tidak terlepas dari bagaimana piawainya sang <em>set decorator</em> dan <em>production designer</em> menciptakan ruang yang menangkap atmosfir yang bisa dibidik dengan menawan oleh sang sinematografer. Dalam <em>The Skin I Live In</em>, Gomes memesona, karena, <em>well,</em> Almodovar selalu memanjakan mata dengan selera warna pastel, kemudian terbentuk kesan putih dalam aspek ekperimental ruang operasi tersebut. Sementara dalam <em>The Strange Case of Angelica</em>, lihat bagaimana bentuk kamar Isaac terlihat, atau bagaimana deretan foto dipajang, hingga bahkan kursi panjang tempat Angelica dibaringkan begitu menarik perhatian ketika dipotret. Ada pula Jack Fisk, teman setia Malick dalam menciptakan set (coba ingat betapa memesona set pada <em>Days of Heaven</em> itu), bersama Scott membentuk sudut-sudut yang begitu sempurna dipotret oleh Lubezki. Dalam bentuk berbeda, saya terkesima pada goresan cat air dalam <em>The Illusionist</em> yang mewakili animasi di sini. Oscar mungkin sulit menominasikan animasi (meskipun dalam <em>ballot</em> saya pribadi <em>art direction </em>dalam “Ratatouille” dan “Wall-E” mungkin pilihan jawara saya  di tahun rilisnya). Detail yang ditampilkan Arhex pada tampilan Edinburgh di era 50-an begitu menawan. Terakhir dari sisi kontemporer, <em>Another Year </em>begitu sulit untuk dilupakan. Interior dapur, meja makan, kursi di halaman, begitu sederhana, meskipun ruang terlihat sempit namun nada yang ditampilkan begitu selaras dengan deret gambar menarik. Rasanya ingin berkunjung ke rumah mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Honorable mentions:</em></strong> Saya menyukai detail pangggung pada “PINA” termasuk pemilihan tempat untuk tari tersebut ditampilkan. Sementara “Jane Eyre” hadir dengan ornamen klasik yang tak kalah detailnya. Kemudian “Heartbeats” hadir seperti meminjam energi Almodovar. Di lain hal “Midnight in Paris” mengesankan dengan set tiga abad berbeda, sementara “Mission Impossible: Ghost Protocol” mengesankan saya dengan aspek futuristik itu.</p>
<p style="text-align:center;">______________________</p>
<p align="left"><strong><img class="size-full wp-image-4850 alignright" title="PINA" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/pina7.jpg?w=500" alt=""   />Best Cinematography</strong></p>
<ul>
<li>Andrew Reed, “Cold Weather”</li>
<li>Emmanuel Lubezki, “The Tree of Life”</li>
<li>Helene Louvart, “PINA”</li>
<li>Manuel Elbarto Claro, “Melancholia”</li>
<li>Yukontorn Mingmongkon and Sayombhu Mukdeeprom, “Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives”</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Salah satu <em>craft</em> yang saya paling sukai dan sering cermati karena tentu mata harus dimanjakan dengan bidikan gambar tersebut. Jika Claro dalam “Melancholia” terampil menyuguhkan gambar-gambar menawan di kala malam (dan juga <em>slow-motion</em> itu), Mingmongko dan Mukdeeprom tak kalah menawan memberikan kesan hijau, gelap, misteriusnya sudut dari hutan dalam “Uncle Boonmee…”. Sementara Louvart (PINA) menyorot gerak hingga begitu terlihat cantik, dan Lubezki (The Tree of Life) memesona dengan tampilan suburban yang dibidik. Sedangkan Reed (Cold Weather), dengan budget yang minim, berhasil bersanding dengan empat rivalnya sebagai salah satu yang terbaik tahun ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Honorable mentions:</em></strong> Saya menyukai fotografi dalam “Drive” (adegan dalam elevator itu!), warna pastel yang kentara dalam “Heartbeats” dan “The Skin I Live In”,  aspek meditatif dan puitis dalam “Nostalgia for the Light”, sementara “Martha Marcy May Marlene” menyimpan fotografi misterius, sendu di beberapa sudut.</p>
<p style="text-align:center;">______________________</p>
<p align="left"><strong><br />
<img class="size-full wp-image-4840 alignright" title="Heartbeats" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/heartbeats1.jpg?w=500" alt=""   />Best Costume Design</strong></p>
<ul>
<li>Michael Kaplan, “Burlesque”</li>
<li>Michael O’Connor, “Jane Eyre”</li>
<li>Paco Delgado, “The Skin I Live In”</li>
<li>Sonia Grande, “Midnight in Paris”</li>
<li>Xavier Dolan, “Heartbeats”</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;" align="left">Pemilihan warna dari Dolan (Heartbeats) tak dipungkiri menjadi salah satu yang menonjol dalam film tersebut. Pun dengan Delgado (The Skin I Live In) yang banyak bermain dengan warna. Sementara pemilihan Grande mendandani barisan<em> cast</em> dalam “Midnight in Paris” juga menarik, terutama pemilihan setelan necis pada pemain prianya. Jika Kaplan (Burlesque) terampil memamerkan desain <em>haute couture</em> modern di panggung, O’Connor (Jane Eyre) setia menampilkan desain itu pada tampilan klasik.</p>
<p style="text-align:justify;" align="left"><strong><em>Honorable mentions:</em></strong> Saya menyukai desain 80-an pada “The Fighter” dan desain 50-an dalam “The Help” yang begitu mengingatkan dengan seri “Mad Men”. “PINA” muncul dengan desain yang menyatu dengan gerak tari, sedangkan “We Need to Talk about Kevin” menarik dalam mendandani Tilda Swinton pada aspek <em>before and after</em>. Kemudian ada “Drive” yang tampil seksi meskipun terlihat lusuh, siapa yang kini tidak tertarik memiliki jaket itu?</p>
<p style="text-align:center;" align="left">______________________</p>
<p align="left"><strong><img class="size-full wp-image-4866 alignright" title="Senna" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/senna3.jpg?w=500" alt=""   />Best Film Editing</strong></p>
<ul>
<li>Aaron Katz, “Cold Weather”</li>
<li>Bahman Kiarostami, “Certified Copy”</li>
<li>Chris King and Gregers Sall, &#8220;Senna&#8221;</li>
<li>Hank Corwin, Jay Rabinowitz, Daniel Rezende, Billy Weber, and Mark Yoshikawa, “The Tree of Life”</li>
<li>Jon Gregory, “Another Year”</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Bahman Kiarostami begitu sabar mengulur cerita, hingga memotong dengan cerdik misteri itu menjelang akhir. Sementara lima sekawan di balik “The Tree of Life” memamerkan potongan cepat dan singkat yang dipadukan dengan bidikan statis pula. Kerja King dan Sall dalam “Senna”patut diberi tepuk tangan karena memilih arsip <em>footage</em> yang lamanya 15.000 jam tersebut menciut menjadi porsi yang kita simak di layar, dengan <em>storyline</em> yang menggugah. Gregory membuat “Another Year” terlihat hangat dengan sabarnya memotong cerita ke dalam empat musim, dan Katz menghadirkan kecermatan itu, mumblecore+plot, seperti ini uniknya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Honorable mentions:</em></strong> Saya menyukai bagaimana “127 Hours”, “The Fighter”, dan “Hanna” memompa adrenalin dalam fase yang diberikan. Sementara “Blue Valentine” menawan menampilkan aspek <em>before &amp; after</em> itu. “My Joy” dengan cermat berhasil membingungkan pikiran.</p>
<p style="text-align:center;">______________________</p>
<p align="left"><strong><img class="size-full wp-image-4871 alignright" title="The Way back" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/the-way-back3.jpeg?w=500" alt=""   />Best Make Up &amp; Hair</strong></p>
<ul>
<li>“Harry Potter and the Deathly Hallows Part II”</li>
<li>“Insidious”</li>
<li>“The Way Back”</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Ketiga film di nominasi ini mengesankan karena salah satunya terletak pada orang-orang di ruang rias. Jika “Insidious” menyeramkan dengan makhluk-makhluk yang hadir, maka seri <em>Harry Potter</em> membentuk perang pamungkas dengan detail kusam pada penghuni Hogwarts serta tampang menakutkan dari Voldemort. Sementara “The Way Back” menampilkan perubahan kronologis itu.</p>
<p style="text-align:justify;" align="left"><strong><em>Honorable mentions</em>:</strong> Riasan dalam “The Fighter” serta tata rambut para wanita itu benar-benar meyakinkan. Begitu pula dari sisi klasik dalam “True Grit” dan “Jane Eyre” juga menarik perhatian saya.</p>
<p style="text-align:center;" align="left">______________________</p>
<p align="left"><strong><img class="size-full wp-image-4835 alignright" title="Drive1" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/drive12.jpg?w=500" alt=""   />Best Original Score</strong></p>
<ul>
<li>Cliff Martinez, “Drive”</li>
<li>Dustin O’Halloran, “Like Crazy”</li>
<li>Keegan DeWitt, “Cold Weather”</li>
<li>Sylvain Chomet, “The Illusionist”</li>
<li>Tom Rowlands and Ed Simmons, “Hanna”</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">“Drive” dan “Like Crazy” membekas karena pemilihan musik yang dilengkapi dengan <em>soundtrack</em> pilihan yang cermat. Jika <em>score </em>dari Martinez terdengar lebih misterius, maka O’Halloran menguak sisi mendayu dengan aksen pop. DeWitt menyelaraskan atmosfir “Cold Weather” dengan melodi<em> </em>yang khas. Sementara Chomet menghidupkan “The Illusionist” lebih banyak dengan iringan <em>score</em>-nya yang melankolis, sebaliknya Rowlands dan Simmons membuat “Hanna” terasa menggelegar.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Honorable mentions</em>:</strong> Saya menyukai karya Dario Marianelli di “Jane Eyre” meskipun tak semenarik musiknya di “Atonement”.  “127 Hours” di tangan A.R. Rahman terkesan meditatif dan muda secara bersamaan. “The Skin I Live In” memiliki sentuhan melodi yang misterius dan elegan secara bersamaan. &#8220;True Grit&#8221; mengalun merdu dengan hymne yang tersaji. Sementara <em>score</em> dalam “Snowtown” terdengar suram dan menakutkan.</p>
<p style="text-align:center;" align="left"><strong>______________________</strong></p>
<p align="left"><strong><img class="size-full wp-image-4847 alignright" title="Captain America" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/captain-america.jpg?w=500" alt=""   />Best Original Song</strong></p>
<ul>
<li>“Chanson Illusioniste” from “The Illusionist”</li>
<li>“If I Rise” from “127 Hours”</li>
<li>“Star Spangled Man” from “Captain America: the First Avenger”</li>
<li>“The Living Proof” from “The Help”</li>
<li>“Welcome to Burlesque” from “Burlesque”</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">“If I Rise” tentu terdengar sendu, coba selaraskan dengan filmnya sendiri, sedangkan “Welcome to Burlesque” mewakili lagu kabaret dari filmnya. “Chanson Illusioniste” terdengar manis. Jika ‘The Living Proof” terdengar sendu, khas <em>ballad</em> untuk merangkum isi cerita, maka “Star Spangled Man” berisi semangat heroik.</p>
<p style="text-align:justify;" align="left"><strong><em>Honorable mentions: </em></strong>Tentu tak lengkap tanpa menyebut “I Haven’t Seen the Last of Me” dan “Express” (Burlesque), serta “I See the Light” (Tangled) dengan melodi khas dari Menken. “Me and Tenesse” (Country Strong) menghadirkan kehangatan genre musik ini.</p>
<p style="text-align:center;" align="left"><strong>______________________</strong></p>
<p align="left"><strong><br />
<img class="size-full wp-image-4865 alignright" title="MIGP" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/migp2.jpg?w=500" alt=""   />Best Sound Editing </strong></p>
<ul>
<li>“Hanna”</li>
<li>“Mission Impossible: Ghost Protocol”</li>
<li>“Rango”</li>
<li>“Rise of the Planet of the Apes”</li>
<li>“Transformers: Dark of the Moon”</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Jika “Mission Imposible: Ghost Protocol” begitu seduktif dengan desain dan kreasi bunyi untuk gadget futuristiknya membuat telinga gatal, maka “Transformers: Dark of the Moon” bombastis memamerkan bunyi robot, pertumbukan dalam perang epik tersebut. Pun “Rise of the Planet of the Apes” juga menghadirkan suasana tersebut (hey, suara kera itu!). Jika “Hanna” terampil dengan bunyi pistol, baku hantam, dan panah, maka “Rango” selaras dengan ceritanya, unik, desain bunyi jatuhnya air, atau bahkan pertarungan sengit tak lepas dari desain unik efek bunyi yang dikreasikan.</p>
<p style="text-align:justify;" align="left"><strong><em>Honorable mentions:</em></strong> Bunyi alien dan kereta api dalam “Super 8”, dentuman pesawat pada “X-Men: First Class”, tembakan membabi-buta dalam “True Grit”, bunyi-bunyi menakutkan dalam “Insidious”, dan efek sihir pada “Harry Potter and the Deathly Hallows Part II” adalah desain bunyi yang saya juga sukai.</p>
<p style="text-align:center;" align="left"><strong>______________________</strong></p>
<p align="left"><strong><img class="size-full wp-image-4848 alignright" title="Hanna" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/hanna1.jpg?w=500" alt=""   />Best Sound Mixing </strong></p>
<ul>
<li>“Hanna”</li>
<li>&#8220;Martha Marcy May Marlene&#8221;</li>
<li>“Mission Impossible: Ghost Protocol”</li>
<li>“The Robber”</li>
<li>“Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives”</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">“Hanna” dan “Mission Impossible: Ghost Protocol” sama mengombinasikan efek bunyi dengan paduan <em>score</em> dan dialog dengan rapi, keduanya bisa terdengar menonjol pada beberapa kesempatan, sedangkan “Uncle Boonme…” menampilkan atmosfir hutan lewat bunyi, tahu dengan cermat ketika sepi harus dihadirkan atau bunyi serangga diperdengarkan. Sama dengan “Martha Marcy May Marlene” yang mengambil pendekatan menghantui dengan kesan sepi, diriingi <em>score</em> yang misterius. Kemudian “The Robber” hadir dengan paduan yang atmosferik dengan deru napas itu, bunyi helikopter itu, kemudian di satu kesempatan ada deru terengah-engah berlari, lalu dipadu alunan opera mengiringi.</p>
<p style="text-align:justify;" align="left"><strong><em>Honorable mentions: </em></strong>Kombinasi misterius dan gelap dalam “Snowtown” membuat bergidik jika mendengar perbaduan<em> score</em> dengan dialog itu. “127 Hours” memadukan suara air, udara dan sesaknya terjebak di dalam ruang sempit. Sementara “The Tree of Life” membekas dengan perpaduan opera, sedikit sentuhan Desplat, dan suara dinosaurus itu masih terngiang. Sedangkan “Transformers: Dark of the Moon” dan “Rango” memadukan desain kreasi bunyi dan <em>score </em>dengan apik, sehingga terasa sinematik.</p>
<p style="text-align:center;" align="left"><strong>______________________</strong></p>
<p align="left"><strong><img class="size-full wp-image-4853 alignright" title="The Tree of Life" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/the-tree-of-life.png?w=500" alt=""   />Best Visual Effect</strong></p>
<ul>
<li>“Harry Potter and the Deathly Hallows Part II”</li>
<li>“Mission Imposible: Ghost Protocol”</li>
<li>“Rise of the Planet of the Apes”</li>
<li>“The Tree of Life”</li>
<li>“Transformers: Dark of the Moon”</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Efek yang memesona dalam seri terakhir <em>Harry Potter</em> adalah yang terbaik dari serinya, sementara “Rise of the Planet of the Apes” mengagumkan dengan <em>motion capture</em>-nya serta baku hantam di jembatan tersebut. “The Tree of Life” menampilkan sensasi yang mengingatkan dengan filmnya Kubrick. Sementara itu Bay akan selalu diingat dengan efek bombastis dari seri <em>Transformers</em>, “Mission Imposible: Ghost Protocol” hadir dengan efek dengan energi futuristik.</p>
<p style="text-align:justify;" align="left"><strong><em>Honorable mentions: </em></strong>Efek dalam “X-Men: First Class”, efek epik di negeri kerajaan dalam “Thor”, dan “Super 8” masih membekas dengan ledakan kereta api itu. <!--more--></p>
<p style="text-align:center;" align="left"><strong>______________________</strong></p>
<p style="text-align:justify;" align="left"><strong></strong>Sudah. Segitu dulu untuk bagian pertama ini. Skor sementara, “The Tree of Life” memimpin dengan empat nominasi, disusul oleh “Cold Weather”, “Mission Impossible: Ghost Protocol”, &#8220;The Illusionist&#8221;, dan “Hanna” dengan tiga nominasi masing-masing. Untuk bagian kedua akan masuk pada kategori film, akting, dan skrip. Sedikit bocoran, untuk kategori Best Actress terjadi persaingan sengit, saya masih kelimpungan siapa saja yang berhak masuk ke lima besar. Daftar <em>contender</em>-nya benar-benar bersaing ketat. Ditunggu saja ya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awyangobrol.wordpress.com/4812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awyangobrol.wordpress.com/4812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awyangobrol.wordpress.com/4812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awyangobrol.wordpress.com/4812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/awyangobrol.wordpress.com/4812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/awyangobrol.wordpress.com/4812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/awyangobrol.wordpress.com/4812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/awyangobrol.wordpress.com/4812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awyangobrol.wordpress.com/4812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awyangobrol.wordpress.com/4812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awyangobrol.wordpress.com/4812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awyangobrol.wordpress.com/4812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awyangobrol.wordpress.com/4812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awyangobrol.wordpress.com/4812/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awyangobrol.wordpress.com&amp;blog=4103153&amp;post=4812&amp;subd=awyangobrol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awyangobrol.wordpress.com/2011/12/28/3rd-annual-awyangobrol-awards-the-nominees-part-1-crafttechnical-category/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f12e86199ef3c8505cf5bc7d1a0d4b1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">awya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/cold-weather1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cold Weather</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/the-skin-i-live-in1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">The Skin I Live In</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/pina7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">PINA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/heartbeats1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Heartbeats</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/senna3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Senna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/the-way-back3.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">The Way back</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/drive12.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Drive1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/captain-america.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Captain America</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/migp2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">MIGP</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/hanna1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hanna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/the-tree-of-life.png" medium="image">
			<media:title type="html">The Tree of Life</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A Bunch of Gems: Awya&#8217;s Best Films of 2011</title>
		<link>http://awyangobrol.wordpress.com/2011/12/27/a-bunch-of-gems-awyas-best-films-of-2011/</link>
		<comments>http://awyangobrol.wordpress.com/2011/12/27/a-bunch-of-gems-awyas-best-films-of-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 08:26:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Awya</dc:creator>
				<category><![CDATA[The List]]></category>
		<category><![CDATA[A Separation]]></category>
		<category><![CDATA[Another Year]]></category>
		<category><![CDATA[Arrietty]]></category>
		<category><![CDATA[Blue Valentine]]></category>
		<category><![CDATA[Certified Copy]]></category>
		<category><![CDATA[Cold Weather]]></category>
		<category><![CDATA[Daddy Longlegs]]></category>
		<category><![CDATA[Drive]]></category>
		<category><![CDATA[Hanna]]></category>
		<category><![CDATA[Jane Eyre]]></category>
		<category><![CDATA[Like Crazy]]></category>
		<category><![CDATA[Martha Marcy May Marlene]]></category>
		<category><![CDATA[Marwencol]]></category>
		<category><![CDATA[Melancholia]]></category>
		<category><![CDATA[Mission Impossible: Ghost Protocol]]></category>
		<category><![CDATA[Moneyball]]></category>
		<category><![CDATA[My Joy]]></category>
		<category><![CDATA[Nostalgia for the Light]]></category>
		<category><![CDATA[Pina]]></category>
		<category><![CDATA[Rango]]></category>
		<category><![CDATA[Senna]]></category>
		<category><![CDATA[The Arbor]]></category>
		<category><![CDATA[The Illusionist]]></category>
		<category><![CDATA[The Kid with a Bike]]></category>
		<category><![CDATA[The Skin I Live In]]></category>
		<category><![CDATA[The Strange Case of Angelica]]></category>
		<category><![CDATA[The Tree of Life]]></category>
		<category><![CDATA[Tuesday After Christmas]]></category>
		<category><![CDATA[Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives]]></category>
		<category><![CDATA[We Need to Talk About Kevin]]></category>
		<category><![CDATA[X-Men: First Class]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awyangobrol.wordpress.com/?p=4557</guid>
		<description><![CDATA[“What a year!”, begitu riuh yang saya dengar lewat gemuruh maya di internet tentang etalase film-film di tahun ini. Boleh jadi demikian, saya pun begitu merasakan hal tersebut hingga rasanya untuk memilih sepuluh saja begitu sulitnya. Jika tahun lalu saya memilih lima belas film untuk honorable mention, maka tahun ini saya memilih enam belas film. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awyangobrol.wordpress.com&amp;blog=4103153&amp;post=4557&amp;subd=awyangobrol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;" align="left"><img class="aligncenter size-full wp-image-4805" title="pina" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/pina2.jpg?w=500&#038;h=242" alt="" width="500" height="242" /></p>
<p style="text-align:justify;" align="left"><em>“What a year!”</em>, begitu riuh yang saya dengar lewat gemuruh maya di internet tentang etalase film-film di tahun ini. Boleh jadi demikian, saya pun begitu merasakan hal tersebut hingga rasanya untuk memilih sepuluh saja begitu sulitnya. Jika <a href="http://awyangobrol.wordpress.com/2011/01/01/awyas-top-10-films-of-2010/" target="_blank">tahun lalu</a> saya memilih lima belas film untuk <em>honorable mention</em>, maka tahun ini saya memilih enam belas film. Sebelum beranjak ke daftar tersebut, mari coba saya menengok ke belakang selama setahun ini. <span id="more-4557"></span></p>
<p style="text-align:justify;" align="left">Dari panasnya persaingan bioskop musim panas, <em>“X-Men: First Class” </em>menjadi film favorit saya di antara lemahnya film-film musim panas yang beredar tahun ini (bukti sebagai tahun dengan akumulasi <em>box-office</em> terkecil sejak 15 tahun silam bisa dilihat). Sementara <em>“Mission Imposible: Ghost Protocol”<strong> </strong></em>adalah kejutan di akhir tahun yang menyumpal keraguan saya akan Brad Bird (masih menjadi animator favorit saya dari Pixar), telah berhasil menghadirkan suasana <em>fun</em> yang selalu diinginkan di dalam bioskop.</p>
<p style="text-align:justify;" align="left">Jika melihat dari ranah festival, boleh dikatakan tahun ini tahun kurang menggembirakan bagi saya mengingat auteur-auteur yang saya sukai filmnya tidak begitu meninggalkan kesan tahun ini. Mulai dari <em>“Melancholia”</em> yang saya sukai di beberapa aspek teknis dan masih merasa bagian pertama dari film ini begitu lemah. Sementara <em>“The Skin I Live In”</em> juga saya kagumi dari sisi teknis, namun kejenakaan dan keanehan itu belum berhasil menarik hati saya. Terakhir adalah kekecewaan saya terhadap <em>“We Need to Talk about Kevin”</em> yang, <em>well</em>, saya harapkan akan mengulang kemenawanan <em>“Morvern Callar”</em>, namun magis itu hilang, seperti menonton film orang lain, bukan Ramsay.</p>
<p style="text-align:justify;" align="left">Di balik itu, saya begitu senang karena tahun ini menyimak sebelas dokumenter dan semuanya begitu saya sukai, hingga rasanya sulit untuk meninggalkan <em>“Tabloid” </em>dan <em>“Project Nim” </em>dari daftar ini. Saya juga ingin sedikit menyinggung jika film yang saya pertimbangkan adalah film yang minimal rilis secara internasional <em>(world premiere)</em> pada 2010. Maka, dengan berat hati saya harus menyingkirkan <em>“Daddy Longlegs”</em> yang baru saya sadari telah<em> premiere</em> di Cannes tahun 2009 lalu, padahal film ini sebenarnya masuk sepuluh besar saya di daftar awal.</p>
<p style="text-align:justify;" align="left">Baiklah, mari kita mulai dengan enam belas <em>honorable mention</em> yang diurutkan secara alfabetis.</p>
<p><strong>[Honorable Mentions]:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="size-full wp-image-4559 alignright" title="The Arbor1" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/the-arbor1.jpg?w=500" alt=""   />“THE ARBOR”</em></strong> Menjadi tontonan paling kreatif dan unik selama setahun ini. Berhasil memberikan gaya baru dalam menyajikan sebuah dokumenter. Rekonstruksi drama panggung itu, begitu fasihnya para <em>cast</em> menampilkan ekspresi dan mimik selalu meyakinkan kita seolah melihat orang aslinya.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-4798 alignright" title="Arietty1" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/arietty11.jpg?w=500" alt=""   /><strong><em>&#8220;ARRIETTY&#8221;</em></strong> Debut penyutradaraan dari Hiromasa Yonebayashi ini begitu menarik ketika setidaknya kita bisa melihat Studio Ghibli masih menyelipkan generasi baru untuk meneruskan jejak Miyazaki ke depan. <em>Arrietty</em> tentu menjadi salah satu adaptasi yang begitu mengesankan. Imajinatif, penuh dengan hati.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="size-full wp-image-4560 alignright" title="Blue Valentine" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/blue-valentine.jpg?w=500" alt=""   />“BLUE VALENTINE”</em></strong> Memotret kisah rumah tangga yang berumur masih hijau. Begitu depresif terkadang, begitu manis tak lupa menyelip. Diperankan oleh dua pelakon yang begitu menjanjikan, film ini akan diingat oleh penampilan <em>bravura</em> mereka.</p>
<p><strong><em><img class="size-full wp-image-4562 alignright" title="Drive" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/drive.jpeg?w=500" alt=""   /></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>“DRIVE”</em></strong> Begitu seksi hingga bahkan kejar-kejaran dengan polisi bisa menjadi produk candu baru. Nicholas Winding Refn memoles <em>Drive</em> dalam sentuhan yang begitu menarik. Terutama mengukuhkan Ryan Gosling sebagai bintangnya. Balutan musik, fotografi, berakhir dengan sebuah sinema yang mengesankan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="size-full wp-image-4566 alignright" title="Hanna" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/hanna.jpg?w=500" alt=""   />“HANNA”</em></strong> Dulu skeptis jika seorang yang piawai memoles drama period seperti Joe Wright bisa menghidupkan koreografi aksi seperti ini. Kemudian <em>Hanna</em> muncul di kuarter pertama awal tahun, terbukti sutradara ini memang mampu. Ada Saorsie Ronan yang memesona, ditemani oleh iringan dari The Chemical Brothers yang menggelegar.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="size-full wp-image-4778 alignright" title="The Illusionist1" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/the-illusionist11.jpg?w=500" alt=""   />“THE ILLUSIONIST”</em></strong> Surat cinta manis untuk mendiang Jaques Tati dalam bentuk artistik dan alur yang begitu melankoli dihadirkan oleh Sylvain Chomet yang mengadatasi skrip asli dari sosok yang sering disebut sebagai versi Perancis dari Chalie Chaplin ini. Penuh nostalgia, hingga rasanya ingin menyimak <em>Mon Oncle</em> dan <em>Play Time</em> kembali.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em> <img class="size-full wp-image-4567 alignright" title="The Kid with a Bike" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/the-kid-with-a-bike.png?w=500" alt=""   />“THE KID WITH A BIKE”</em></strong> Masih sama seperti film-film Dardenne sebelumnya, memotret kemiskinan dari sudut seorang anak kecil—seperti dalam <em>The Son</em> sebelumnya—yang tentu menyimpan hati yang besar. Adegan menjelang film berakhir berhasil menampar rasa kaget.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="size-full wp-image-4568 alignright" title="Like Crazy" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/like-crazy.jpg?w=500" alt=""   />“LIKE CRAZY”</em></strong> Kisah tentang dua sejoli yang begitu gilanya ini tentu akan menyambut kesan yang berbeda di sebagian orang. Dalam konteks gila atau begitu cintanya tersebut, boleh saja menggangap mereka begitu hijau, belum matang tentang hidup sebenarnya. Kemudaan itu seperti terbayar ketika melihat adegan penutup.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="size-full wp-image-4781 alignright" title="Moneyball2" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/moneyball2.jpg?w=500" alt=""   />“MONEYBALL”</em></strong> Sebenarnya tidak seperti film olahraga kebanyakan yang hanya memiliki sisi <em>from zero to hero</em>, film ini bercerita tentang Billy Bane, tentang sosok yang terseok dan gagal di masa muda. Kini menuntun sisi berbeda tentang keyakinan, ambisi, dan kecintaannya pada sang anak.</p>
<p style="text-align:justify;" align="left"><strong><em><img class="size-full wp-image-4782 alignright" title="pina" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/pina.jpg?w=500" alt=""   />“PINA”</em></strong> Cantik, berwarna, artistik, semakin memperkaya dokumenter menawan tahun ini. Bersanding dengan <em>The Arbor</em> dalam memberikan aspek baru dalam menceritakan dokumenter. Menceritakan seorang seniman yang aktif mengawasi gerak tubuh dan mengolahnya dalam tarian kontemporer.</p>
<p style="text-align:justify;" align="left"><strong><em><img class="size-full wp-image-4790 alignright" title="Rango" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/rango1.jpg?w=500" alt=""   />“RANGO”</em></strong> Unik sekali seperti temuan baru yang segar dalam animasi <em>digital</em> yang belakangan hanya dirajai oleh Pixar dan Dreamworks. Sepertinya saya akan setia menantikan jika Gore Verbinski berniat membuat animasi lagi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="size-full wp-image-4570 alignright" title="A Separation" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/a-separation.jpg?w=500" alt=""   />“A SEPARATION”</em></strong> Sinema Iran selalu memesona saya karena begitu piawai menampilkan kisah-kisah humanis yang tentu menyulut hati untuk terlibat di dalamnya. Begitupun dengan karya Asghar Farhadi yang dipenuhi dengan barisan penampilan memukau ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="size-full wp-image-4571 alignright" title="The Strange Case of Angelica" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/the-strange-case-of-angelica.jpg?w=500" alt=""   />“THE STRANGE CASE OF ANGELICA”</em></strong> Film pertama saya berkenalan dengan Manuel De Oliveira ini merupakan sebuah keasyikkan sendiri. Sisi absurd, kejenakaan yang tak biasa seperti ini selalu menjadi sebuah tontonan yang menarik.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="size-full wp-image-4572 alignright" title="Tuesday, After Christmas" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/tuesday-after-christmas.jpg?w=500" alt=""   />“TUESDAY, AFTER CHRISTMAS”</em></strong> Jarang melihat film yang mengangkat tema seperti ini hadir tanpa berujung menghakimi dan membombardir dalam lingkup yang super-dramatis. Film ini menyudut pada sebuah potret yang harus dilihat dengan lebar, dari dua mata yang bersamaan, bukan menyudut.</p>
<p style="text-align:justify;" align="left"><strong><em><img class="size-full wp-image-4784 alignright" title="Uncle Boonmee" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/uncle-boonmee.jpg?w=500" alt=""   />“UNCLE BOONMEE WHO CAN RECALL HIS PAST LIVES”</em></strong> Misterius dengan aksen mistis yang kental, Joe mengukuhkan diri sebagai <em>auteur</em> kebanggan Asia saat ini. Jika misalnya tiap aspek sufi yang ditampilkan kadang terasa familiar, maka ada kesamaan di sana. Ikan lele itu sebuah <em>highlight!</em></p>
<p style="text-align:justify;" align="left"><strong><em><a href="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/warrior1.jpg"><img class="size-full wp-image-4788 alignright" title="Warrior" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/warrior1.jpg?w=500" alt=""   /></a>&#8220;WARRIOR”</em></strong> Tipikal <em>buddy-movie</em> dengan energi <em>bromance</em> yang disudutkan sebagai antitesis. Ketiga karakter utama tersebut satu darah, maka melodramanya benar memang klise, namun rela rasanya menerima keharuan itu.</p>
<p style="text-align:justify;" align="left">
<p style="text-align:center;"><em>________</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>(setelah menyimak enam belas film yang masuk dalam honorable mentions, sekarang saatnya saya berikan, uh, sepuluh film terbaik pilihan saya tahun ini)</em></p>
<p style="text-align:center;"><em></em>________</p>
<p><strong>[Top Ten]</strong></p>
<p align="center"><strong><em>#10</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em><img title="My Joy" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/my-joy.jpg?w=500&#038;h=160" alt="" width="500" height="160" /></em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>“MY JOY”</em></strong><em></em></p>
<p align="center"><em>Directed by Sergei Loznitsa</em></p>
<p style="text-align:justify;">Terlihat sinis akan negeri komunis tersebut, rasanya negeri horor yang mengerikan. Dalam loncatan waktu dan kebingungan yang Sergei Loznitsa hadirkan, muncul beragam sensai unik. Mulai dari pelacur yang masih muda, polisi yang luar biasa menyebalkan, hingga waktu berganti ke dalam detail yang rumit dan membingungkan. Sinis memang, tapi fantasinya begitu menakutkan.</p>
<p align="center"><strong><em>#9</em></strong></p>
<p><img class="aligncenter" title="Senna" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/senna2.jpg?w=500&#038;h=160" alt="" width="500" height="160" /></p>
<p align="center"><strong><em><strong><em>“SENNA”</em></strong></em></strong></p>
<p align="center"><strong><em><strong><em></em></strong></em></strong> <em>Directed by Asif Kapadia</em></p>
<p style="text-align:justify;">Memang pujian harus diberikan pada orang-orang di meja editing yang berhasil merangkai barisan arsip <em>footage </em>dari sosok kebanggaan Brazil ini. Begitu memesona karena Kapadia lihai merangkai cerita, lengkap dengan menggabungkan aspek kompleks dari sosok seorang Ayrton Senna. Entah itu perseteruannya dengan koleganya sesama <em>team</em> hingga aspek religinya yang malah menjadi bahan lelucon. Bahkan bagi orang yang awam tentang balap mobil seperti ini, Kapadia telah mengenalkan sosok kharismatik yang membuat kita percaya, mengapa jutaan orang mencintainya.</p>
<p align="center"><strong><em>#8</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em><img title="Another Year" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/another-year.jpg?w=500&#038;h=160" alt="" width="500" height="160" /></em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>“ANOTHER YEAR”</em></strong><em></em></p>
<p align="center"><em>Directed by Mike Leigh<strong></strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Kehangatan keluarga yang ditampilkan tidak mampu menggerus betapa mengesankannya film ini, bahkan ketika digempur oleh film-film baru sekalipun. Terkadang saya ingin rasanya memiliki kefasihan merangkai dialog seperti Leigh, atau menulis karakter yang menarik seperti dalam film-filmnya. <em>Another Year</em> yang dipisahkan oleh musim dalam penceritaannya ini, mengukuhkan kembali Mike Leigh sebagai auteur yang fasih mengolah dialog dan cermat memilih pemain.</p>
<p align="center"><strong><em>#7</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em><img title="Martha Marcy May Marlene" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/martha-marcy-may-marlene.jpg?w=500&#038;h=160" alt="" width="500" height="160" /></em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>“MARTHA MARCY MAY MARLENE”</em></strong><em></em></p>
<p align="center"><em>Directed by Sean Durkin<strong></strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Selalu saja ada benih yang muncul lewat Sundance. Kali ini ada Sean Durkin dengan misteri yang dibungkus dengan aspek psikologi ditemani oleh sensasi menggembirakan melihat benih lain dari seorang <em>rising star</em> seperti Elizabeth Olsen. Jika <em>Martha Marcy May Marlene</em> pertama kali menjerat saya karena judulnya yang menarik untuk dilafalkan, maka filmnya kemudian meninggalkan sentuhan, mencengkeram, entah siapa yang seolah hadir menghantui dari belakang.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p align="center"><strong><em>#6</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em><img title="Jane Eyre" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/jane-eyre.jpg?w=500&#038;h=160" alt="" width="500" height="160" /></em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>“JANE EYRE”</em></strong><em></em></p>
<p align="center"><em>Directed by Cary Fukunaga</em></p>
<p style="text-align:justify;">Literatur klasik selalu menjadi hidangan favorit saya. Pun dengan <em>Jane Eyre</em> besutan Cary Fukunaga kali ini. Seringkali kita lihat dalam berbagi versi, terlalu familiar memang, namun Fukunaga piawai menyelaraskan suasana suram yang dikreasikan Emily Bronte. Apalagi pemainnya, Wasikowska dan Fassbender serasi sebagai Eyre dan Rochester.</p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>#5</em></strong></p>
<p align="left"><strong><em><img class="aligncenter" title="Marwencol" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/marwencol2.jpg?w=500&#038;h=160" alt="" width="500" height="160" /></em></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="left"><strong><em>“MARWENCOL”</em></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="left"><em>Directed by Jeff Malmberg</em></p>
<p style="text-align:justify;">Potret yang memesona tentang hidup. Tentang masa ketika ajal sebenarnya telah bertamu, namun di balik itu menyimpan misteri tentang keunikan lain ketika sebuah seni tanpa sadar tengah diciptakan. Dokumenter ini memotret Mark Hogancamp yang mengalami koma setelah lima orang memukulinya ketika keluar dari bar, kehilangan memori, magisnya menciptakan seni selama terapi yang ia jalani. Debut dari seorang Jeff Malmberg yang diselesaikan dalam kurun waktu empat tahun ini, membidik cerita unik, aneh kadangkala,  dan dengan lihainya menampilkan sosok Mark dan kota fiktif Perang Dunia II-nya sehingga kita tahu dua sisi dari obsesi dan seni.</p>
<p align="center"><strong><em>#4</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em><img title="The Tree of Life" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/the-tree-of-life.jpg?w=500&#038;h=160" alt="" width="500" height="160" /></em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>“THE TREE OF LIFE”</em></strong></p>
<p align="center"><em>Directed by Terrence Malick </em></p>
<p style="text-align:justify;" align="center">Kehadiran film ini di daftar saya sudah bukan sebuah rahasia lagi jika sempat membaca <a href="http://awyangobrol.wordpress.com/2011/10/10/review-the-tree-of-life/" target="_blank">kekaguman saya</a> sebelumnya. Proyek grande penuh dengan sisi personal ini terkadang akan dituduh bahwa Malick begitu memuaskan dirinya sendiri. Namun, Malick, dalam sisi yang mengutub ini setidaknya telah membuka ruang debat tentang bagaimana sinema bisa menghadirkan sisi yang begitu bedanya. Entah itu menggerutu mengapa harus ada dinosaurus, mengapa harus seabsurd ini, Malick telah dengan indahnya memotret sebuah puisi yang diapresiasi tidak dari bagaimana pintarnya sesosok berdeklamasi, namun dari piawainya ia mengukir itu semua dalam deretan foto yang memesona.</p>
<p align="center"><strong><em>#3 </em></strong></p>
<p align="center"><strong><em><img title="Nostalgia for the Light" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/nostalgia-for-the-light1.jpg?w=500&#038;h=160" alt="" width="500" height="160" /></em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>“NOSTALGIA FOR THE LIGHT”</em></strong><em></em></p>
<p align="center"><em>Directed by Patricio Guzman</em></p>
<p style="text-align:justify;">Bercerita tentang memori, bercerita tentang kesukaan itu tentang astronomi, film ini sempat membuat saya merenung tentang sisi ruang dan waktu. Jika dikatakan mengharukan, tidak juga. Patricio Guzman menghadirkan kedukaan itu dalam sudut melankoli yang puitis. Jadi, percayakah bahwa kita hidup dalam masa lampau, meminjam retorika dalam <em>grammar </em>itu, <em>“present”</em> hanya ada dalam pikiran saja? Saya kembali merenung.</p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>#2</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em><img title="Cold Weather" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/cold-weather.jpg?w=500&#038;h=160" alt="" width="500" height="160" /></em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>“COLD WEATHER”</em></strong><em></em></p>
<p align="center"><em>Directed by Aaron Katz<strong></strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Energi muda, energi 20-tahunan seperti ini selalu ingin saya pajang di tembok kamar agar terlihat segar dan jenaka tiap harinya. Katz, merangkai nuansa<em> mumblecore</em> tersebut dengan menyisipkan plot jenaka tentang dua pemuda yang menjelma sebagai Holmes dan Watson versi amatir, lengkap pula diracik Katz dengan bumbu “kebetulan” atau “wah-saya-tahu-maksud-kode-ini” khas film detektif yang muncul dalam <em>pop culture</em> sehari-hari. Memesonanya bukan di situ saja, namun Katz menghadirkan sisi lain dari film ini, yaitu hubungan kakak-adik yang berhasil membuat kita ingin memeluknya. Obrolan mereka di mobil itu sambil menguyah permen jelly mengingatkan ketika kita mengobrol santai dengan saudara sambil menguyah rujak mangga meskipun bercerita ngalor ngidul. Sederhana sekali, namun begitu hangat.</p>
<p align="center"><strong><em>#1</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em><img class="aligncenter size-full wp-image-4583" title="Certified Copy" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/certified-copy.jpg?w=500&#038;h=160" alt="" width="500" height="160" /></em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>“CERTIFIED COPY”</em></strong></p>
<p align="center"><em> Directed by Abbas Kiarostami<strong></strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika membuat daftar ini, posisi puncak ini yang paling gampang saya putuskan, bahkan tetap bertahan sampai penutup tahun setelah saya menempatkannya di posisi pertama <a href="http://awyangobrol.wordpress.com/2011/06/26/15-best-films-of-2011-so-far/" target="_blank">enam bulan lalu</a> juga. Jika sepanjang film kita dibuat teringat akan percakapan dalam <em>Before Sunrise/Sunset</em>, romantisme yang mengukir obrolan cerdas, maka tunggu dulu hingga Kiarostami membungkus rahasia mungil yang begitu besar efeknya ketika dari sebuah olesan <em>lipstick</em>, Binoche memeragakan ambiguitas dengan uniknya. Terlihat kesan <em>Through the Olive Trees</em> itu sejenak, romansa yang Kiarostami ukir hanya lewat pantulan cahaya mata. Lewat <em>Certified Copy</em>, mata dan gestur itu mengelabui. Tak urung untuk terus bertanya dengan sudut terpesona, siapa mereka sebenarnya?</p>
<p><strong>Recap</strong></p>
<p>10 Best Films of 2011:</p>
<ol>
<li>Certified Copy</li>
<li>Cold Weather</li>
<li>Nostalgia for the Light</li>
<li>The Tree of Life</li>
<li>Marwencol</li>
<li>Jane Eyre</li>
<li>Martha Marcy May Marlene</li>
<li>Another Year</li>
<li>Senna</li>
<li>My Joy</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;" align="left">Demikian rangkuman akhir tahun film pilihan saya kali ini. Simak kelanjutannya dalam AwyaNgobrol Awards yang nominasinya akan diumumkan secara terpisah dengan <em>commentary</em> masing-masing. Pertama adalah <em>technical/craft category</em>, kemudian disusul dengan <em>acting/picture/screenplay category</em>, dan terakhir adalah <em>special category</em>. Ditunggu saja.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awyangobrol.wordpress.com/4557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awyangobrol.wordpress.com/4557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awyangobrol.wordpress.com/4557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awyangobrol.wordpress.com/4557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/awyangobrol.wordpress.com/4557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/awyangobrol.wordpress.com/4557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/awyangobrol.wordpress.com/4557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/awyangobrol.wordpress.com/4557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awyangobrol.wordpress.com/4557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awyangobrol.wordpress.com/4557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awyangobrol.wordpress.com/4557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awyangobrol.wordpress.com/4557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awyangobrol.wordpress.com/4557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awyangobrol.wordpress.com/4557/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awyangobrol.wordpress.com&amp;blog=4103153&amp;post=4557&amp;subd=awyangobrol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awyangobrol.wordpress.com/2011/12/27/a-bunch-of-gems-awyas-best-films-of-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f12e86199ef3c8505cf5bc7d1a0d4b1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">awya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/pina2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/the-arbor1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">The Arbor1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/arietty11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Arietty1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/blue-valentine.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Blue Valentine</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/drive.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">Drive</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/hanna.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hanna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/the-illusionist11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">The Illusionist1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/the-kid-with-a-bike.png" medium="image">
			<media:title type="html">The Kid with a Bike</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/like-crazy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Like Crazy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/moneyball2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Moneyball2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/pina.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/rango1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rango</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/a-separation.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">A Separation</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/the-strange-case-of-angelica.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">The Strange Case of Angelica</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/tuesday-after-christmas.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tuesday, After Christmas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/uncle-boonmee.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Uncle Boonmee</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/warrior1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Warrior</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/my-joy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">My Joy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/senna2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Senna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/another-year.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Another Year</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/martha-marcy-may-marlene.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Martha Marcy May Marlene</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/jane-eyre.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jane Eyre</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/marwencol2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Marwencol</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/the-tree-of-life.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">The Tree of Life</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/nostalgia-for-the-light1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Nostalgia for the Light</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/cold-weather.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cold Weather</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/certified-copy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Certified Copy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dozens of Tunes: Awya’s Top Ten Albums of 2011</title>
		<link>http://awyangobrol.wordpress.com/2011/12/11/dozens-of-tunes-awyas-top-ten-albums-of-2011/</link>
		<comments>http://awyangobrol.wordpress.com/2011/12/11/dozens-of-tunes-awyas-top-ten-albums-of-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 08:50:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Awya</dc:creator>
				<category><![CDATA[The List]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awyangobrol.wordpress.com/?p=4628</guid>
		<description><![CDATA[Selalu saja bermunculan musisi muda berbakat tiap tahunnya yang kadang membuat kita terkagum dengan kepiawaiannya meracik musik. Tidak terlepas dengan daftar saya tahun ini. Ketika memilih sebuah album seperti ini, saya selalu berpatokan pada seberapa sukanya saya mendengarkan mereka, barisan lagu yang tersaji, atau bisa juga seberapa menariknya ketika album itu didengarkan menghadirkan sisi-sisi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awyangobrol.wordpress.com&amp;blog=4103153&amp;post=4628&amp;subd=awyangobrol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4661" title="WU LYF" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/wu-lyf.jpg?w=500&#038;h=200" alt="" width="500" height="200" /></p>
<p style="text-align:justify;">Selalu saja bermunculan musisi muda berbakat tiap tahunnya yang kadang membuat kita terkagum dengan kepiawaiannya meracik musik. Tidak terlepas dengan daftar saya tahun ini. Ketika memilih sebuah album seperti ini, saya selalu berpatokan pada seberapa sukanya saya mendengarkan mereka, barisan lagu yang tersaji, atau bisa juga seberapa menariknya ketika album itu didengarkan menghadirkan sisi-sisi yang terkadang di luar dugaan. Kata orang satu lagu begitu bermakna, sedangkan satu album bisa jadi cermin sisi yang lebih besar. Jika kemarin saya sudah memberikan <a href="http://awyangobrol.wordpress.com/2011/12/10/shuffling-and-humming-awyas-top-ten-songs-of-2011/" target="_blank">sepuluh lagu terbaik</a>, mari kita lihat untuk albumnya. Tapi seperti biasa kita mulai dengan para para <em>honorable mention</em> dulu. <span id="more-4628"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Honorable Mentions:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ada <strong>“Let England Shake”</strong> dari PJ Harvey yang sayang sekali hanya berada di posisi ini. Begitupun juga dengan <strong>“King of Limbs”</strong> dari Radiohead, <strong>“The Rip Tide” </strong>dari Beirut yang saya ingat sangat saya sukai namun luntur entah kenapa. <strong>“Burst Apart”</strong> dari The Antlers termasuk yang sempat begitu saya sukai pula, begitu juga dengan <strong>“Suck and See It”</strong> dari Arctic Monkeys. <strong>“4”</strong> dari Beyonce bagi saya adalah album terbaik dari diva ini. Ada juga <strong>“Born This Way” </strong>dari Lady Gaga dan <strong>“How Do You Do”</strong> dari Mayer Hawthorne. <strong>“Wounded Rhymes” </strong>dari Lykke Li, <strong>“Smother”</strong> dari Wild Beast, <strong>“Father, Son, Holy Ghost”</strong> dari Girls hingga<strong> “Talk That Talk” </strong>dari Rihanna juga merupakan favorit tahun ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Oke, sekarang kita lihat sepuluh besarnya. <a href="http://awyangobrol.wordpress.com/2010/12/18/awyas-10-best-albums-of-2010/" target="_blank">Tahun lalu</a> Sufjan Stevens memimpin, tahun ini siapakah?</p>
<p style="text-align:center;">___________________</p>
<p style="text-align:left;"><strong>[The Top Ten]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="aligncenter size-full wp-image-4643" title="Space is Only Noise" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/space-is-only-noise.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>#10 “SPACE IS ONLY NOISE” by Nicolas Jaar</em></strong>. Namanya Nicolas Jaar, seorang mahasiswa di Brown University sana yang umurnya baru 21 tahun saja namun telah menghasilkan debut album yang mengagumkan ini. Jika terdengar aneh, karena minim lirik, minim senandung vokal, lebih banyak bermain pada sintesis electrogasme. Selama mendengarkan album ini merupakan pengalaman yang unik karena tiap <em>track </em>menyimpan, bolehlah disebut <em>twist </em>sendiri, seperti mendengar obrolan di tengah lagu dengan suara wanita yang khas tersebut. Unik.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Best Tracks: “Sunflower”, “I Got a Woman”, “Variations”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="aligncenter size-full wp-image-4646" title="James Blake" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/james-blake2.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>#9 “JAMES BLAKE” by James Blake.</em></strong> Satu tempat untuk musisi muda berbakat ini (yang umurnya sama dengan saya). Debut albumnya  bertahan hingga akhir tahun masih sebagai salah satu yang paling saya sukai. Minimalisasi pada elektro-pop yang tersaji memang tidak sempat terdengar epik seperti LCD Soundsystem, atau The Weeknd misalnya. Namun, di situ pula kita melihat bagaimana Blake lihai bermain pada sisi misteri, alunan sederhana yang aksennya menghantui.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Best Tracks: “The Wilhelm Scream”, “Lindisfarne I”, “Limit to Your Love”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="aligncenter size-full wp-image-4647" title="B" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/bon-iver1.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>#8 “BON IVER” by Bon Iver.</em></strong> Merasa sedikit terkejut ketika Bon Iver meraih begitu banyak nominasi di Grammy, yang ketika saya mendengar albumnya pertama kali bahkan tidak sebersit pun terpikir bahwa ini selera Grammy. Bahkan Justin Vernon pun seolah harus memakan omongannya kembali ketika mengatakan “Grammy tidak ada gunanya”, beberapa bulan silam jauh sebelum nominasi diumumkan.  Bisa dilihat mengapa Vernon bepikiran begitu jika mendengar materi album ini. Secara keseluruhan, “Bon Iver” adalah karya yang patut didengar tahun ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Best Tracks: “Holocene”, “Calgary”, “Sydney”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="aligncenter size-full wp-image-4644" title="Cults" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/cults1.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>#7 “CULTS” by Cults.</em></strong> Mendengarkan “Cults” seperti menikmati es serut manis lalu bersenandung ria di taman kota di sore hari. Jika mungkin analogi itu terlihat seperti adegan sebuah film ringan nan penuh <em>fairytale</em>, bisa saja. Saya menganggap album ini seperti fragmen dari sisi remaja yang kadang mengundang sentimen kerinduan tentang masa sekolah dulu, meskipun nuansa “ingin dewasa” itu terasa juga. Argh, saya rela mendengar suara merdu Madeline Follin sepanjang hari.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Best Tracks: “Go Outside”, “You Know What I Mean”, “Never Heal Myself”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="aligncenter size-full wp-image-4648" title="Days" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/days1.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>#6 “DAYS” by Real Estate</em></strong>. Ini contoh album yang bisa didengarkan ketika menempuh perjalanan tiga jam ke kampung halaman, sambil menyimak pepohonan kita lewati begitu hijaunya, sampai tersungging senyum kerinduan setelah lama terjebak pada serbuan asap knalpot di kota. Saya merasakan hal ini. “Days” dalam segala kesederhadaan yang diberikan, hadir sebagai barisan <em>track </em>yang menghangatkan. Jika ia sesosok manusia, tidak segan ingin memeluknya layaknya keluarga tersayang.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Best Tracks: “It’s Real”, “Wonder Years”, “All the Same”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="aligncenter size-full wp-image-4645" title="Adele" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/adele.png?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>#5 “21” by Adele.</em></strong> Pasti ada yang muak bukan main mendengar lagu dari sensasi tahun ini, Adele, diperdengarkan berulang kali di radio. Namun, bagaimana harus dikatakan,<em> </em>“21”<em> </em>merupakan salah satu album pop terbaik tahun ini yang langkanya berhasil dengan begitu gemilang secara komersil. Dulu, ketika mendengar <em>Chasing Pavements</em>, saya langsung jatuh hati, pun ketika melihatnya menggondol Grammy tidak pernah terbersit sedikitpun jika nantinya ia akan bisa sesukses sekarang ini. Album sejuta umat tahun ini? Ah tak apalah.</p>
<p style="text-align:left;"><em>Best Tracks: “Set Fire to the Rain”, “Someone Like You”, “Rumour Has It”, “Rolling in the Deep”, and all of ‘em.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="aligncenter size-full wp-image-4649" title="Helplessness Blues" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/helplessness-blues1.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>#4 “HELPLESSNESS BLUES” by Fleet Foxes.</em></strong> Memang tidak ada perubahan signifikan dari album terdahulunya, kadang terdengar orang menggerutu albumnya yang ini tak sebagus yang pertama. Namun, pada satu sisi kita bisa saja duduk di sudut sambil mendengarkan mereka dengan porsi yang sama persis namun dengan energi yang berbeda bukan? “Helplessness Blues” masih memberikan kesedehanaan tersebut. Rentetan lirik sederhana yang terdengar lugas. Senandung yang nyaman untuk menemani rasa kantuk. Seperti biasa <em>lullaby</em> itu hal yang indah.</p>
<p style="text-align:left;"><em>Best Tracks: &#8220;Blue Spotted Tail&#8221;, &#8220;Helplessness Blues&#8221;, &#8220;Grown Ocean&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="aligncenter size-full wp-image-4652" title="Go Tell Fire to the Mountain" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/go-tell-fire-to-the-mountain1.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>#3 “GO TELL FIRE TO THE MOUNTAIN” by WU LYF.</em></strong> Jika misalnya WU LYF (baca; woo life) dituduh (atau memang benar adanya) mencari sensasi dengan segala penolakan untuk mengumbar diri mereka dari publikasi. Menolak pemberitaan. Menolak wawancara. Menyimpan ketat identitas atau apalah itu sebenarnya. Melalui album ini sebenarnya kita bisa membayangkan bagaimana mereka itu. “Go Tell Fire to the Mountain” merupakan sisi unik yang jarang kita lihat ketika sebuah aspek indie seperti terdengar lebih <em>wah</em> dan besar dari yang terlihat di permukaan. Dentuman drum membahana beriringan dengan suara berteriak yang muncul. Terdengar berani, terdengar kental sisi <em>bromance</em> itu. Dengarkan saja “We Bros”.</p>
<p style="text-align:left;"><em>Best Tracks: “Dirt”, “We Bros”, “Heavy Pop”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="aligncenter size-full wp-image-4650" title="Drake" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/drake.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>#2 “TAKE CARE” by Drake.</em></strong> Kadang sedikit terbalik jika kita begitu menantikan sebuah album karena takut tidak sesuai ekspektasi. “Take Care” untungnya tidak mengikuti pola itu. Sejak awal mendengar <em>track-track</em> yang beriingan muncul di internet, saya yakin album terbaru Drake akan menjadi favorit saya. Benar saja. Jika, Kanye West terlihat eksentrik dan melawan arus, Drake tidak seberani itu, namun dari sisi kenyamanan mendengar dan memaknai lirik (oops.. kata-kata kotor itu!), Drake bisa dikatakan ada dalam sisi yang melebihi West.</p>
<p><em>Best Tracks: “Over My Body”, “Marvin’s Room”, “Make Me Proud”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="aligncenter size-full wp-image-4651" title="Hurry Up, We're Dreaming" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/hurry-up-were-dreaming1.jpg?w=500&#038;h=100" alt="" width="500" height="100" /></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>#1 “HURRY UP WE’RE DREAMING” by M83.</em></strong> Begitu jarang mendengar album yang bisa memunculkan <em>cinematic moment</em> ketika pertama kali mendengarnya. Bahkan tidak ubahnya saya dibuat penasaran ingin membayangkan beberapa adegan film ketika mendengarkan opus ini. Begini, mendengar “Midnight City” saya membayangkan Ryan Gosling sedang mengemudikan mobilnya di jalanan panjang yang lengang (kita anggap saja terinspirasi dari <em>Drive</em>), kemudian mendengarkan “Splendor” berubah memikirkan adegan dramatis dengan Felicity Jones dan Anton Yelchin di sana (okay, yang ini anggap saja terinspirasi <em>Like Crazy</em>). Sampai kemudian mendengar “Year One, One UFO”—merupakan <em>highlight</em> dari album ini—terasa berbeda, ketika kumpulan <em>track</em> penuh elektro-magis itu diracik seperti ini seketika saya memikirkan sinema <em>bum-kedibum-bum</em> dalam aspek seorang David O’Russel atau Wes Anderson atau Richard Ayoade. Sudah. Ini album paling menarik di tahun ini.</p>
<p style="text-align:left;"><em>Best Tracks: “Midnight City”, “One Year, One UFO”, “OK Pal”</em></p>
<p><strong>Recap</strong></p>
<p>Top Ten Albums of 2011:</p>
<ol>
<li>“Hurry Up, We’re Dreaming” by M83</li>
<li>“Take Care” by Drake</li>
<li>“Go Tell Fire to the Mountain” by WU LYF</li>
<li>“Helplessness Blues” by Fleet Foxes</li>
<li>“21” by Adele</li>
<li>“Days” by Real Estate</li>
<li>“Cults” by Cults</li>
<li>“Bon Iver” by Bon Iver</li>
<li>“James Blake” by James Blake</li>
<li>“Space is Only Noise” by Nicolas Jaar</li>
</ol>
<p>Demikian rangkuman akhir tahun untuk sepuluh album pilihan saya di tahun ini. Selamat mendengarkan!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awyangobrol.wordpress.com/4628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awyangobrol.wordpress.com/4628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awyangobrol.wordpress.com/4628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awyangobrol.wordpress.com/4628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/awyangobrol.wordpress.com/4628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/awyangobrol.wordpress.com/4628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/awyangobrol.wordpress.com/4628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/awyangobrol.wordpress.com/4628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awyangobrol.wordpress.com/4628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awyangobrol.wordpress.com/4628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awyangobrol.wordpress.com/4628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awyangobrol.wordpress.com/4628/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awyangobrol.wordpress.com/4628/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awyangobrol.wordpress.com/4628/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awyangobrol.wordpress.com&amp;blog=4103153&amp;post=4628&amp;subd=awyangobrol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awyangobrol.wordpress.com/2011/12/11/dozens-of-tunes-awyas-top-ten-albums-of-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f12e86199ef3c8505cf5bc7d1a0d4b1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">awya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/wu-lyf.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">WU LYF</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/space-is-only-noise.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Space is Only Noise</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/james-blake2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">James Blake</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/bon-iver1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">B</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/cults1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cults</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/days1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Days</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/adele.png" medium="image">
			<media:title type="html">Adele</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/helplessness-blues1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Helplessness Blues</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/go-tell-fire-to-the-mountain1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Go Tell Fire to the Mountain</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/drake.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Drake</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/hurry-up-were-dreaming1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hurry Up, We&#039;re Dreaming</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Flm Sepekan: We Need to Talk about Pina, Almodovar’s and Snowtown</title>
		<link>http://awyangobrol.wordpress.com/2011/12/11/flm-sepekan-we-need-to-talk-about-pina-almodovars-and-snowtown/</link>
		<comments>http://awyangobrol.wordpress.com/2011/12/11/flm-sepekan-we-need-to-talk-about-pina-almodovars-and-snowtown/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 04:43:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Awya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movie Review]]></category>
		<category><![CDATA[Martha Marcy May Marlene]]></category>
		<category><![CDATA[My Joy]]></category>
		<category><![CDATA[Pina]]></category>
		<category><![CDATA[Snowtown]]></category>
		<category><![CDATA[The Help]]></category>
		<category><![CDATA[The Skin I Live In]]></category>
		<category><![CDATA[Tyrannosaur]]></category>
		<category><![CDATA[We Need to Talk About Kevin]]></category>
		<category><![CDATA[Win Win]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awyangobrol.wordpress.com/?p=4614</guid>
		<description><![CDATA[Kita mulai rangkuman film sepekan ini dengan bertemu Pina (B+/B), dokumenter dari Wim Wenders yang semakin memperkaya sisi eksekusi berbeda dalam menceritakan sebuah dokumenter—setelah sebelumnya melihat The Arbor yang unik pula—dengan menghadirkan tarian sepanjang durasi berlangsung. Sebuah tontonan yang berhasil memanjakan mata dengan fotografi yang menawan. Paduan warna yang beragam hingga selaras dengan tarian kontemporer [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awyangobrol.wordpress.com&amp;blog=4103153&amp;post=4614&amp;subd=awyangobrol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4615" title="Pina1" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/pina1.jpg?w=500&#038;h=264" alt="" width="500" height="264" /></p>
<p style="text-align:justify;">Kita mulai rangkuman film sepekan ini dengan bertemu<strong><em> Pina</em></strong> (B+/B), dokumenter dari Wim Wenders yang semakin memperkaya sisi eksekusi berbeda dalam menceritakan sebuah dokumenter—setelah sebelumnya melihat <em>The Arbor </em>yang unik pula—dengan menghadirkan tarian sepanjang durasi berlangsung. Sebuah tontonan yang berhasil memanjakan mata dengan fotografi yang menawan. Paduan warna yang beragam hingga selaras dengan tarian kontemporer yang diperagakan. Cukup berani Jerman mengirim film ini berlaga di kancah Oscar, mengingat dokumenter sulit meraih perhatian. Namun, untuk sementara <em>Pina</em> masih melenggang masuk <em>shortlist</em>, andil dari komite eksklusif sepertinya berperan besar jika film ini berhasil masuk ke lima besar. <span id="more-4614"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kadang menyimak sebuah film tanpa membaca resensinya hanya dengan mengandalkan bahwa beberapa orang merekomendasikan bahwa film itu bagus bisa memberikan pengalaman menonton tersendiri. Hal ini yang saya alami ketika menyimak <strong><em>Snowtown </em></strong>(B), film dari Australia yang meraih Special Mention pada International Critic&#8217;s Week di Cannes tahun ini. Terlihat sadis, hingga saya baru mengetahui ketika film berakhir bahwa berdasar atas kisah nyata pembunuhan berantai yang terjadi di Snowtown. Fotografi yang sendu diiringi dengan lantunan <em>score</em> yang terdengar misterius berhasil menghantui sepanjang durasi. Terlebih melihat keluguan sang karakter yang terpaksa menjelma <em>from good to evil</em> ini digambarkan dengan begitu apik.</p>
<p style="text-align:justify;">Melanjutkan film dari festival Cannes, saya akhirnya menyimak <strong><em>We Need to Talk about Kevin</em></strong> (B/B-), bisa dibilang sebuah kekecewaan. Sebagai penggemar berat <em>Morvern Callar</em> (<a href="http://awyangobrol.wordpress.com/2011/07/27/awyangobrols-100-films-of-2000s-part-9-11-20/" target="_blank">posisi 11</a> di dekade 2000-an), film ini kehilangan sentuhan Ramsay pada <em>Morvern Callar</em> yang terlihat simbolis dengan nada melankoli namun memberikan aspek misterius yang begitu memesona tersebut. Saya tidak tahan mendengar pilihan lagu di film ini. Meskipun boleh diakui Tilda Swinton begitu menawan seperti biasanya. Editing cepat dan pendek dalam film ini bersaing dengan <em>The Tree of Life</em> sebagai yang paling apik. Andai saja pembuka film ini (yang nuansanya terasa seperti menyimak <em>Morvern Callar</em>) berlangsung sampai akhir, mungkin akan muncul impresi berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;">Di lain hal, saya kadang mengutuki diri sendiri karena meskipun telah menyimak nyaris seluruh karya Pedro Almodovar namun tetap saja bergunjing masalah sisi “kebetulan” yang terjadi. <em>Hello, he’s a master of artsy soap-drama, y’all.</em> Begitu yang terjadi dengan <strong><em>The Skin I Live In</em></strong> (B), siap-siap harus mendeteksi yang mana sebenarnya berisi hubungan dekat dan seperti apa <em>twist</em> yang akan muncul. Meskipun demikian, seperti biasa, retina kita akan begitu suka menyimak gambar yang Almodovar berikan. Bahkan, aspek erotis yang tersaji terlihat manis dan jenaka secara bersamaan. Adegan orang menyanyi kembali lagi muncul. Tidak secantik ketika kita mendengarkan <em><a href="http://www.youtube.com/watch?v=t2fjKz8zFK8" target="_blank">Cucurrucucu Paloma</a> </em>dalam <em>Talk to Her </em>atau semagis ketika melihat <a href="http://www.youtube.com/watch?v=d_c9qhRQhXE&amp;feature=related" target="_blank">Raimunda bernyanyi</a> (<em>Volver</em>) memang, namun tetap bumbu pelengkap yang akan terasa hambar jika tidak disertakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelumnya saya juga sempat memberikan nilai untuk beberapa film di Twitter. Ada <em><strong><a href="http://twitter.com/#!/awya/status/143240806885625856" target="_blank">The Help</a></strong></em> (B), <strong><em><a href="http://twitter.com/#!/awya/status/143244068414177280" target="_blank">Margin Call</a></em></strong> (B-), <strong><em><a href="http://twitter.com/#!/awya/status/143241880434524160" target="_blank">Tyrannosaur</a></em></strong> (B), <strong><em><a href="http://twitter.com/#!/awya/status/143244953533947904" target="_blank">Martha Marcy May Marlene</a></em></strong> (B+)—namun sepertinya akan naik menjadi (A-)—kemudian ada <strong><em><a href="http://twitter.com/#!/awya/status/143239971954896896" target="_blank">Win Win</a></em></strong> (B) dan <strong><em><a href="http://twitter.com/#!/awya/status/143242918008856576" target="_blank">My Joy</a></em></strong> (A/A-).</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk Long List sudah <a href="http://awyangobrol.wordpress.com/the-long-list/" target="_blank">di-update</a> kembali, namun untuk Special Category tidak lagi disertakan karena beberapa sub-kategori akan mengalami perubahan. Untuk <em>top ten list</em> tahunan <a href="http://awyangobrol.wordpress.com/2011/12/10/shuffling-and-humming-awyas-top-ten-songs-of-2011/" target="_blank">sudah dimulai </a>dari kemarin dengan kategori musik terlebih dahulu. Silakan disimak kelanjutannya hingga akhir tahun nanti.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awyangobrol.wordpress.com/4614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awyangobrol.wordpress.com/4614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awyangobrol.wordpress.com/4614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awyangobrol.wordpress.com/4614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/awyangobrol.wordpress.com/4614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/awyangobrol.wordpress.com/4614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/awyangobrol.wordpress.com/4614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/awyangobrol.wordpress.com/4614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awyangobrol.wordpress.com/4614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awyangobrol.wordpress.com/4614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awyangobrol.wordpress.com/4614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awyangobrol.wordpress.com/4614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awyangobrol.wordpress.com/4614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awyangobrol.wordpress.com/4614/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awyangobrol.wordpress.com&amp;blog=4103153&amp;post=4614&amp;subd=awyangobrol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awyangobrol.wordpress.com/2011/12/11/flm-sepekan-we-need-to-talk-about-pina-almodovars-and-snowtown/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f12e86199ef3c8505cf5bc7d1a0d4b1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">awya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/pina1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pina1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shuffling and Humming: Awya’s Top Ten Songs of 2011</title>
		<link>http://awyangobrol.wordpress.com/2011/12/10/shuffling-and-humming-awyas-top-ten-songs-of-2011/</link>
		<comments>http://awyangobrol.wordpress.com/2011/12/10/shuffling-and-humming-awyas-top-ten-songs-of-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 10:02:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Awya</dc:creator>
				<category><![CDATA[The List]]></category>
		<category><![CDATA[Calvin Harris]]></category>
		<category><![CDATA[coldplay]]></category>
		<category><![CDATA[Fucked Up]]></category>
		<category><![CDATA[James Blake]]></category>
		<category><![CDATA[Jamie Woon]]></category>
		<category><![CDATA[Lana Del Rey]]></category>
		<category><![CDATA[Lykke Li]]></category>
		<category><![CDATA[M83]]></category>
		<category><![CDATA[Midnight City]]></category>
		<category><![CDATA[rihanna]]></category>
		<category><![CDATA[The Antlers]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awyangobrol.wordpress.com/?p=4589</guid>
		<description><![CDATA[“Everyday I’m shufflin&#8217;…” begitu kata LMFAO sepanjang tahun ini yang mungkin telah berhasil membuat sebagian orang kesal setengah mati (hey, engkau tetangga kost yang selalu memutar lagu ini keras-keras di pagi hari!). Namun ada benarnya juga, saya selalu mendengarkan lagu tiap hari, entah di kost, kantor, atau dalam perjalanan di tengah padatnya lalu lintas, selalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awyangobrol.wordpress.com&amp;blog=4103153&amp;post=4589&amp;subd=awyangobrol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em><img class="aligncenter size-full wp-image-4605" title="Lana Del Rey1" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/lana-del-rey1.png?w=500&#038;h=250" alt="" width="500" height="250" /></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Everyday I’m shufflin&#8217;…”</em> begitu kata LMFAO sepanjang tahun ini yang mungkin telah berhasil membuat sebagian orang kesal setengah mati (hey, engkau tetangga kost yang selalu memutar lagu ini keras-keras di pagi hari!). Namun ada benarnya juga, saya selalu mendengarkan lagu tiap hari, entah di kost, kantor, atau dalam perjalanan di tengah padatnya lalu lintas, selalu menyetelnya dalam mode <em>shuffle</em> (acak). Seninya sih begini, jadi ketika kita punya ratusan lagu di dalam gadget, biarkan sistem mengacaknya hingga memaksa kita untuk mendengarkan lagu tersebut hingga habis, kadang mengesalkan jika bertemu lagu yang kita benci (yang anehnya tetap tersimpan di gadget pula) namun dalam beberapa kasus, terbalik jadi menemukan lagu yang jarang tersentuh namun ternyata bagus ketika didengar secara utuh. Beberapa pilihan saya tahun ini ada dalam teritori tersebut. Sebelum menuju ke sepuluh besar, mari kita lihat para <em>honorable mention </em>dulu. <span id="more-4589"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>[Honorable Mentions]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jadi,<strong> “Bizness”</strong> dari tUnE yArDs (tenang, mereka tidak alay kok) termasuk lagu yang nyaris masuk ke daftar saya beserta juga dengan <strong>“Far Nearer”</strong> dari Jamie xx,<strong> “East Harlem”</strong> dari Beirut, <strong>“Go Outside”</strong> dari Cults, hingga <strong>“Holocene”</strong> dari Bon Iver yang merupakan barisan track yang sering saya putar juga. Ada pula <strong>“Marvin’s Room”</strong> dari Drake yang jauh lebih bagus dari versi Jojo. <strong>“Cruel”</strong> dari St. Vincent pun tak sampai ke posisi sepuluh besar meskipun keunikan itu saya kagumi. <strong>“Lotus Flower”</strong> dari Radiohead hanya berhasil di posisi ini, begitu juga dengan <strong>“Blue Spotted Tail”</strong> track favorit saya dari album terbaru Fleet Foxes. Dari wilayah top 40, <strong>“Pumped Up Kicks”</strong> dari Foster the People termasuk favorit saya. Begitupun dengan sensasi tahun ini, Adele, yang membuat saya frustasi untuk memilih antara<strong> “Rolling in the Deep”</strong>, <strong>“Set Fire to the Rain”</strong>, <strong>“Someone Like You”</strong>, atau <strong>“Rumour Has It”</strong> sebagai yang terbaik, alih-alih terpaksa semuanya tidak masuk. <strong>“Heavy Metal Lover”</strong> adalah track terbaik dari “Born This Way” menurut saya. Sayang tidak banyak yang membahas lagu paling menarik dari album Lady Gaga tersebut. Terakhir, <strong>“Somebody That I Used to Love”</strong> dari Gotye ft Kimbra salah satu favorit saya juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Baiklah. Kita selesaikan sampai di sini, sepuluh besarnya kita mulai saja. Jika <a href="http://awyangobrol.wordpress.com/2010/12/09/awyas-10-songs-of-2010/" target="_blank">tahun lalu</a> The Morning Benders menjadi yang terbaik, siapakah tahun ini?</p>
<p style="text-align:center;" align="center">_________________</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>[The Top Ten]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="size-full wp-image-4590 alignright" title="Jamie Woon" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/jamie-woon.jpg?w=500" alt=""   />#10 “LADY LUCK” by Jamie Woon</em></strong>. Salah satu lagu yang terputar dengan frekuensi yang begitu mengesankan sejak pertama kali saya mendengarkannya, setidaknya seperti yang dihitung oleh <em>lastfm.com</em>. Begitu <em>ear-catching</em>, lengkap dengan unsur yang mengingatkan dengan James Blake, The Weeknd, dan kawan-kawannya. Meskipun materi yang tersimpan dalam albumnya, “Mirrorwriting” tidaklah begitu mengesankan—alias monoton—lagu yang satu ini menjadi <em>highlight</em> sendiri. [<a href="http://www.youtube.com/watch?v=BvsfGhEqnXE" target="_blank">Listen</a>]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="size-full wp-image-4603 alignright" title="Coldplay" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/coldplay1.jpeg?w=500" alt=""   />#9 “CHARLIE BROWN” by Coldplay.</em></strong> Track favorit saya dari “Mylo Xyloto” yang sayangnya tidak meninggalkan impresi yang begitu signifikan selayaknya album sebelumnya (ya, “Vila La Vida and…” masih menjadi album terbaik Coldpay bagi saya). Langsung suka pertama kali mendengarnya. Untung saja “Charlie Brown” (yang kabarnya akan menjadi single ketiga) telah menjadi lagu yang mengukuhkan mengapa saya menyukai band ini. [<a href="http://www.youtube.com/watch?v=PI7vG_22OHM" target="_blank">Listen</a>]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="size-full wp-image-4592 alignright" title="Lykke Li" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/lykke-li.jpg?w=500" alt=""   />#8 “LOVE OUT OF LUST” by Lykke Li. </em></strong>Jika misalnya “Get Some” terdengar begitu <em>playful,</em> bahkan wara-wiri menjadi langganan  lagu pengiring di TV series, dari <em>90210 </em>sampai <em>The Vampire Diaries</em>, sedangkan “I Follow Rivers” terkesan lebih epik dengan dentuman drum yang seru, sempat direndisi oleh <em>Glee</em> pula, maka “Love Out of Lust” adalah track yang begitu menarik dari album “Wounded Rivers”. <em>“Rather die in your arms, than die lonesome”</em> begitu Li memulai lagu ini, lalu simak bagaimana ia menyudahinya dengan <em>“love out lust”.</em> Entah terlihat ambigu, namun lirik yang begitu menarik. [<a href="http://www.youtube.com/watch?v=i00_qTtyxWM" target="_blank">Listen</a>]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="size-full wp-image-4595 alignright" title="Rihanna" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/rihanna.jpg?w=500" alt=""   />#7 “WE FOUND LOVE” by Rihanna ft Calvin Harris.</em></strong> Tahun lalu, “Rude Boy” berhasil masuk daftar juga, maka saya berikan satu ruang untuk RiRi tahun ini atas duetnya dengan Calvin Harris dalam <em>up-tempo electro dance </em>ini. <em>Single</em> yang selalu asyik untuk didengarkan malam hari, terutama ketika sedang bepergian di tengah hiruk pikuk lalu lintas malam. Sebagian mungkin tidak sadar, Rihanna sebenarnya salah satu dari langkanya penyanyi “mainstream” yang selalu meraih predikat “critics’ darling”. [<a href="http://www.youtube.com/watch?v=tg00YEETFzg&amp;ob=av3e" target="_blank">Listen</a>]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="size-full wp-image-4597 alignright" title="Fucked Up" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/fucked-up.jpg?w=500" alt=""   />#6 “THE OTHER SHOE” by Fucked Up.</em></strong> Pertama kali mendengar lagu ini, saya membencinya. Bukan perkara karena saya membukukan diri sebagai pembenci musik seperti ini, hanya saja segalanya terdengar berisik, keras, alasan yang mungkin sama saya lontarkan ketika mendengar Sleigh Bells. Mungkin iTunes cukup menjadi andil karena seringnya lagu ini muncul dalam <em>shuffle mode</em> dan memaksa saya untuk mendengarnya. Hasilnya, “The Other Shoe” menjadi favorit saya. Jika mendengar album  “David Comes to Life” yang ambisius, keras, dan epik tersebut, <em> track</em> yang satu ini adalah <em>highlight</em>-nya. [<a href="http://www.youtube.com/watch?v=mW0-jrDeSgQ" target="_blank">Listen</a>]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="size-full wp-image-4598 alignright" title="B" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/m83.jpg?w=500" alt=""   />#5 “MIDNIGHT CITY” by M83.</em></strong> Dengar alunan melodi awal, langsung dibuat jatuh cinta lewat single dari M83 (<em>electro-band</em> dari Perancis) ini. Seperti ini model lagu yang selalu berhasil dengan nyaman terputar berulang kali dalam <em>playlist </em>saya. Menyimak liriknya, tidak ada yang begitu mendasar dan spesial. Namun, Anthony Gonzalez sebagai sang pemimpin menitikkan pada minimnya nyanyian menjadi sebuah keasyikkan sintesis musik yang melebur membentuk sebuah lagu yang rasanya begitu nikmat didengar sembari mengawasi indahnya malam di hiruk pikuk kota, jika ingin membacanya secara literal atau bisa jadi sisi menarik dalam aspek yang lebih dalam. [<a href="http://www.youtube.com/watch?v=dX3k_QDnzHE" target="_blank">Listen</a>]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><a href="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/james-blake.jpg"><img class="size-full wp-image-4599 alignright" title="James Blake" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/james-blake.jpg?w=500" alt=""   /></a>#4 “THE WILHELM SCREAM” by James Blake.</em></strong> <em>Runner-up</em> dari <em>BBC Sound of 2011</em> (penghargaan tahunan untuk musisi baru di Inggris sana) yang kala itu dimenangkan oleh Jessie J ini telah menjadi favorit kritikus musik sejak muncul lewat “Limit to Your Love”. Tidak mengherankan jika album pertamanya yang berjudul namanya sendiri itu begitu riuh pujian. “The Wilhelm Scream” sudah menjadi favorit saya sejak pertama kali mendengarnya. Musiknya misterius. Begitu mengumbar kepiawaian musisi berusia 23 tahun ini. [<a href="http://www.youtube.com/watch?v=MVgEaDemxjc" target="_blank">Listen</a>]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="size-full wp-image-4600 alignright" title="Lana Del Rey" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/lana-del-rey.jpg?w=500" alt=""   />#3 “VIDEO GAMES” by Lana Del Rey.</em></strong> Saya langsung jatuh hati ketika melihat video dari lagu ini, wow penyanyi ini begitu menjanjikan. Bernama asli Elizabeth Grant, sebenarnya tidaklah terbilang pendatang baru karena sudah sempat mengeluarkan album sebelumnya, namun belum dengan nama Lana Del Rey. “Video Games” begitu adiktif dengan lirik yang sederhana, namun dengan suara Rey yang begitu khas menjadikannya terasa <em>grande.</em> Jika tahun lalu saya memilih Janelle Monae sebagai <em>the next big thing</em>, tahun ini pilihan saya jatuh ke Rey. Jelas, “Born to Die” tidak salah lagi akan menjadi album paling saya nantikan di 2012. [<a href="http://www.youtube.com/watch?v=cE6wxDqdOV0&amp;feature=fvsr" target="_blank">Listen</a>]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="size-full wp-image-4601 alignright" title="The Antlers" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/the-antlers1.jpg?w=500" alt=""   />#2 “I DON’T WANT LOVE” by The Antlers.</em></strong> Pertama kali mendengar “Burst Apart”, lagu ini—yang menjadi <em>track</em> pertama—langsung menempatkan ekpektasi tinggi untuk <em>track</em> selanjutnya. Bukan apa-apa, karena “I Don’t Want Love” begitu terampil menguliti sisi anti-cinta dari lirik yang ditulis. Pada satu sisi, kita tidak ingin merasakan jatuh cinta itu, bukan? Pilihan yang pas ketika <a href="http://www.youtube.com/watch?v=RUU_WzRBHX4" target="_blank">trailer film</a> “Weekend” memilih lagu ini untuk mengiringinya (yang sepertinya mewakili isi dari film tersebut). [<a href="http://www.youtube.com/watch?v=5xQ_Qt-p7aU" target="_blank">Listen</a>]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><img class="size-full wp-image-4602 alignright" title="Beyonce" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/beyonce.jpg?w=500" alt=""   />#1 “1+1” by Beyonce.</em></strong> Boleh dikatakan; <em>this is the greatest Beyonce’s song of all time. Period</em>. Sejak awal mendengar “1+1” sudah menemukan bahwa lagu ini akan bertahan lama menjadi pilihan terbaik saya. Awalnya sedikit meragukan klaim tersebut sampai kemudian membaca bahwa Pitchfork menobatkan lagu ini sebagai “Best New Track” dengan pembahasan lebih mendalam mengenai referensi terhadap Prince pula. <em>Yes, this is it!</em> Perhatikan liriknya yang begitu menarik. <em>“I don’t know much about algebra, but I know one plus one equals two”.</em> Terasa jujur, terdengar begitu menarik. Terima kasih kepada si jenius The Dream yang menciptakan lagu ini. Coba dengarkan versi demo dari The Dream yang akan membuat penasaran bagaimana jika sebenarnya dia sendiri yang masuk studio rekaman. Namun, di balik itu, Beyonce membuat “1+1” begitu seksi, jujur dalam tiap deru napasnya, <em>grande </em>dalam alunan merdu suaranya. Kekaguman yang sempat saya rasakan ketika mendengar “Ave Maria” di album sebelumnya. Kali ini, sempurna. [<a href="http://www.youtube.com/watch?v=KaasJ44O5lI&amp;ob=av2e" target="_blank">Listen</a>]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Recap</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Top 10 Songs of 2011:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>“1+1” by Beyonce</li>
<li>“I Don’t Want Love” by The Antlers</li>
<li>“Video Games” by Lana Del Rey</li>
<li>“The Wilhelm Scream” by James Blake</li>
<li>“Midnight City” by M83</li>
<li>“The Other Shoe” by Fucked Up</li>
<li>“We Found Love” by Rihanna</li>
<li>“Love Out of Lust” by Lykke Li</li>
<li>“Charlie Brown” by Coldplay</li>
<li>“Lady Luck” Jamie Woon</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Berikut beberapa referensi daftar sejenis yang bisa dijadikan panduan. Saya tidak sempat membagikan <em>link </em>dari salah satu <em>music site</em> yang saya sering kunjungi yaitu <em>Pretty Much Amazing</em> karena jelas akan membocorkan posisi nomor satu saya. Ada banyak <em>overlap</em> dalam <a href="http://prettymuchamazing.com/feature/best-songs-2011/3" target="_blank">daftar sepuluh besarnya</a>, termasuk pemilihan “1+1” sebagai yang terbaik. Coba juga simak daftar dari <em>Paste Magazine </em>yang <a href="http://www.pastemagazine.com/blogs/lists/2011/11/the-50-best-songs-of-2011.html?p=5" target="_blank">memuat</a> &#8220;Helplessness Blues&#8221; dari Fleet Foxes di peringkat pertama. Sedangkan, versi <em>Popmatters</em> yang memuat <a href="http://www.popmatters.com/pm/feature/152008-the-75-best-songs-of-2011/P7" target="_blank">75 lagu terbaik</a> tahun ini, menempatkan “Midnight City” di peringkat pertama, sedangkan “Rolling in the Deep” berhasil di posisi kedua.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian untuk sepuluh lagu terbaik di tahun ini. Mari berjumpa lagi tahun depan dengan lagu-lagu yang pastinya lebih menarik!</p>
<p style="text-align:justify;"><em>ooopss&#8230; kelupaan, sepuluh album terbaik akan segera menyusul juga.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awyangobrol.wordpress.com/4589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awyangobrol.wordpress.com/4589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awyangobrol.wordpress.com/4589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awyangobrol.wordpress.com/4589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/awyangobrol.wordpress.com/4589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/awyangobrol.wordpress.com/4589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/awyangobrol.wordpress.com/4589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/awyangobrol.wordpress.com/4589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awyangobrol.wordpress.com/4589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awyangobrol.wordpress.com/4589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awyangobrol.wordpress.com/4589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awyangobrol.wordpress.com/4589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awyangobrol.wordpress.com/4589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awyangobrol.wordpress.com/4589/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awyangobrol.wordpress.com&amp;blog=4103153&amp;post=4589&amp;subd=awyangobrol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awyangobrol.wordpress.com/2011/12/10/shuffling-and-humming-awyas-top-ten-songs-of-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f12e86199ef3c8505cf5bc7d1a0d4b1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">awya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/lana-del-rey1.png" medium="image">
			<media:title type="html">Lana Del Rey1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/jamie-woon.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jamie Woon</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/coldplay1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">Coldplay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/lykke-li.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lykke Li</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/rihanna.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rihanna</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/fucked-up.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Fucked Up</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/m83.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">B</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/james-blake.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">James Blake</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/lana-del-rey.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lana Del Rey</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/the-antlers1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">The Antlers</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/12/beyonce.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Beyonce</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Film Sepekan: Menengok Pernikahan Edward-Bella Hingga Mencinta Like Crazy</title>
		<link>http://awyangobrol.wordpress.com/2011/11/20/film-sepekan-menengok-pernikahan-edward-bella-hingga-mencinta-like-crazy/</link>
		<comments>http://awyangobrol.wordpress.com/2011/11/20/film-sepekan-menengok-pernikahan-edward-bella-hingga-mencinta-like-crazy/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 06:57:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Awya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movie Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awyangobrol.wordpress.com/?p=4535</guid>
		<description><![CDATA[Minggu ini tentu dunia menjadi saksi pernikahan paling bersejarah kedua setelah William dan Kate beberapa bulan silam, yaitu Edward dan Bella. Sedikit ingin menebarkan hiperbolisasi. Ya, begitulah, saya memiliki kesempatan untuk menyimak seri keempat dari drama (komedi?) dari Twilight ini. Dengan masuknya Bill Condon  di kursi sutradara, tidak pula sempat membuat saya menimbun ekspektasi berlebih, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awyangobrol.wordpress.com&amp;blog=4103153&amp;post=4535&amp;subd=awyangobrol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4542" title="Nostalgia for the Light" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/11/nostalgia-for-the-light1.jpg?w=500" alt=""   /></p>
<p style="text-align:justify;">Minggu ini tentu dunia menjadi saksi pernikahan paling bersejarah kedua setelah William dan Kate beberapa bulan silam, yaitu Edward dan Bella. Sedikit ingin menebarkan hiperbolisasi. Ya, begitulah, saya memiliki kesempatan untuk menyimak seri keempat dari drama (komedi?) dari <em>Twilight </em>ini. Dengan masuknya Bill Condon  di kursi sutradara, tidak pula sempat membuat saya menimbun ekspektasi berlebih, serendah mungkin, hingga dengan secara mengejutkan saya memercayai bahwa seri keempat ini adalah film terbaik dari sekian yang ada. Lini akting tampil begitu baik, barisan musik pendamping seperti biasa selalu berada di atas filmnya. <span id="more-4535"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun tiap sudut masih menyimpan warisan terdahulu: adegan berlebihan ataupun kalimat-kalimat menyunggingkan senyum karena rasa hambar yang tersaji, atau mungkin terlalu manis hingga tak tahan untuk dikunyah. Dalam sisi ini gampang sekali untuk mengolok seri ini, entah adegan ranjang yang mengocok perut karena terlihat konyol, (tapi hei, mungkin <em>True Blood</em> bisa dijadikan referensi bagaimana sadisnya vampir itu, Edward mungkin akan diejek sebagai yang paling lembut).  Asal tahu saja, ketika menyimak film ini seorang bapak tak hentinya bertanya pada istri di sampingnya (yang sepertinya penggemar berat seri ini), <em>“Mah, ini kok begini, ini kok begitu, aneh film ini,”</em> meskipun cukup mengganggu, namun telah berhasil memberikan hiburan tersendiri. Untuk tahun ini, <strong><em>Breaking Dawn (B-),</em></strong> mencetak nilai tertinggi dari seri terdahulu di buku saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Minggu ini saya juga bergelut dengan film-film di tahun kemarin yang baru berhasil disimak sekarang. Ada <strong><em>Made in Dagenham (B)</em></strong>, jenaka, dengan barisan pemainnya yang menarik, terutama Sally Hawkins. Tidak terlalu istimewa memang. Namun, setidaknya mampu membuat saya mengetikkan jari di atas tuts laptop dan mencari sejarah atas kesaman upah perempuan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai penggemar Peter Weir, <strong><em>The Way Back (B+)</em></strong> lama bertengger di rak, namun niat menyimak baru kukuh minggu ini. Menyesal karena ternyata saya begitu menyukai film ini. Barisan pemain yang tampil menawan. Dari Collin Farrel hingga Saorsie Ronan tampil meramaikan <em>ensemble cast</em> yang tampil cemerlang. Terasa melelahkan melihat perjuangan mereka, Weir, seperti dalam <em>Master and Commander…</em> juga tak henti menapaki sisi puitis dalam alam luas yang dibidik: gurun, tebing, hingga kebun teh. Cukup fasih mengumbar meditasi, meskipun ending pertemuan itu rasanya lebih baik dihapus saja. Selain <strong><em>The Way Back</em></strong>, sisi meditatif pula terasa pada dokumenter <strong><em>Nostalgia for the Light (B+)</em></strong>, menubrukkan sisi astronomi, geologi, hingga intrik politik yang dikemas dalam penceritaan memori. Suatu kali, saya sempat mengobrol dengan seorang teman mengenai alien, tentang kondisi apakah kita percaya atau tidak, hingga menyerempet pada persoalan keyakinan tentang dunia lain di luar bumi ini. <em>Nostalgia for the Light</em>, ketika memunculkan metafora, atau apalah itu teori bahwa segala hal yang kita lalui ini hanyalah bentuk “lampau”, sementara “sekarang” itu hanya bentuk rekaan dalam otak kita, benar memberikan sebuah sisi kontemplasi. Film seperti ini yang selalu berhasil membuat saya merenung, sambil memilah sisi makro dan mikro dalam ruang yang lebar. Selalu menyimpul pada ketidakpastian.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>The Princess Montpensier (B-)</em></strong> adalah film yang sempat berkompetisi di Cannes tahun lalu dan luput dari perhatian saya. Jika dilihat, tidaklah menyuguhkan sisi yang menarik, seperti kebanyakan film epik-period yang didandani dengan kostum yang <em>wah </em>serta perang di sana-sini. Menceritakan tentang si Putri dalam lingkaran pria-pria yang mencintainya. Sumbu letupannya tersiram air, tanpa ledakan di sepanjang film.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4543" title="Like Crazy" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/11/like-crazy1.jpg?w=500" alt=""   /></p>
<p style="text-align:justify;">Nah, dua film terakhir yang saya simak memiliki kemiripan, tentang anak muda yang terburai dalam gejolak cinta. Klise sekali bukan. Jika kritikus mempertanyakan keabsahan seorang Lone Scherfig setelah sukses lewat <em>An Education</em> dua tahun silam, <strong><em>One Day (B-)</em></strong> memunculkan pertanyaan jika itu hanya kebetulan saja. Tentu, karena <em>One Day </em>lebih mirip seperti film yang diangkat dari novel Nicholas Sparks dan ditempatkan pada barisan beriiringan dengan koleksi Miley Cyrus atau Amanda Seyfriend. Ringan, iya. Mengharu-biru, lumayan. Anehnya saya tidak terganggu dengan aksen Anne Hathaway yang <em>on-off</em> seperti ketika melihat trailernya, cukup menikmati saja. <em>Chemistry?</em> Bolehlah. Nampak sebagai film yang akan cepat dilupakan. Satu lagi, skor dari Rachel Portman cukup menawan. Jadi, peraih MVP untuk film yang saya tonton sepanjang minggu ini jatuh ke <strong><em>Like Crazy (A/A-),</em></strong> versi lebih muda dari <em>Blue Valentine,</em> lebih ringan dari <em>Blue Valentine,</em> memiliki kejujuran yang sama. Dalam budget yang begitu minim, <em>Like Crazy</em> begitu impresif. Sinematografinya memesona, siapa sangka hanya menggunakan kamera Canon DSLR dengan harga yang murah, sudah berhasil memotret raut wajah dan adegan dengan baik. Jika kemudian skripnya terjadi dengan serbuan improvisasi, maka Anton Yelchin dan Felicity Jones hadir dengan penampilan yang tidak bisa dipisahkan dari urutan pujian.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian untuk ulasan minggu ini. Untuk <em>long list</em> sudah di-<em>update</em> kembali. Jujur, semakin hari, daftar <em>top ten</em> saya semakin bergeser satu demi satu. Yang tetap bertahan di ingatan, itu yang akan bertengger.</p>
<p style="text-align:justify;">Selamat menonton!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awyangobrol.wordpress.com/4535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awyangobrol.wordpress.com/4535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awyangobrol.wordpress.com/4535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awyangobrol.wordpress.com/4535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/awyangobrol.wordpress.com/4535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/awyangobrol.wordpress.com/4535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/awyangobrol.wordpress.com/4535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/awyangobrol.wordpress.com/4535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awyangobrol.wordpress.com/4535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awyangobrol.wordpress.com/4535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awyangobrol.wordpress.com/4535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awyangobrol.wordpress.com/4535/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awyangobrol.wordpress.com/4535/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awyangobrol.wordpress.com/4535/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awyangobrol.wordpress.com&amp;blog=4103153&amp;post=4535&amp;subd=awyangobrol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awyangobrol.wordpress.com/2011/11/20/film-sepekan-menengok-pernikahan-edward-bella-hingga-mencinta-like-crazy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f12e86199ef3c8505cf5bc7d1a0d4b1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">awya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/11/nostalgia-for-the-light1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Nostalgia for the Light</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/11/like-crazy1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Like Crazy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Film Sepekan: Ada Anehnya Angelica, Sementara Steve Carell Mengaku Klise?</title>
		<link>http://awyangobrol.wordpress.com/2011/11/06/film-sepekan-ada-anehnya-angelica-sementara-steve-carell-mengaku-klise/</link>
		<comments>http://awyangobrol.wordpress.com/2011/11/06/film-sepekan-ada-anehnya-angelica-sementara-steve-carell-mengaku-klise/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2011 05:26:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Awya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movie Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awyangobrol.wordpress.com/?p=4477</guid>
		<description><![CDATA[“What a cliché,” ucap Steve Carell dalam Crazy, Stupid, Love (C+) ketika dalam satu adegan yang menyunggingkan senyum setelah adu mulut yang jenaka dengan istri serta wanita yang sempat ditidurinya, sang istri meninggalkannya dan seketika itu turunlah hujan. Sepertinya karakter yang diperankan Steve Carell, Cal, mengerti dengan situasi tersebut, adegan dramatis yang fasih kita simak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awyangobrol.wordpress.com&amp;blog=4103153&amp;post=4477&amp;subd=awyangobrol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em><img class="aligncenter size-full wp-image-4480" title="The Strange Case of Angelica" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/11/the-strange-case-of-angelica.jpg?w=500&#038;h=240" alt="" width="500" height="240" /></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“What a cliché,”</em> ucap Steve Carell dalam <strong><em>Crazy, Stupid, Love</em></strong> (C+) ketika dalam satu adegan yang menyunggingkan senyum setelah adu mulut yang jenaka dengan istri serta wanita yang sempat ditidurinya, sang istri meninggalkannya dan seketika itu turunlah hujan. Sepertinya karakter yang diperankan Steve Carell, Cal, mengerti dengan situasi tersebut, adegan dramatis yang fasih kita simak terjadi dalam film pop atau opera sabun. Hujan mengguyur. Dramatis. Mungkin kita sering pula melihatnya terjadi pada aset negeri kita. <em>Putri yang Ditukar</em> misalnya. Namun satu hal yang menarik, apa yang diucapkan oleh Cal tersebut telah memberikan sebuah gambaran pada film ini secara keseluruhan. Boleh dibilang film ini begitu menghibur, sebagai tujuan utamanya, telah menghadirkan adegan “berlebihan” yang tak luput mengumbar tawa tanpa henti.  Tidak ada yang baru memang. Sebenarnya lebih menarik untuk menyimak kiprah pemainnya. Selain Analeigh Tipton yang cukup mengagetkan karena dia termasuk finalis ANTM Cycle 11, senang melihat kiprahnya di dunia perfilman, meskipun sisi aktingya belum begitu maksimal. Sementara Ryan Gosling tampil berbeda memberikan variasi sendiri atas “body of work”-nya saat ini yang muncul pada film di luar ranah indie seperti sebelumnya. (padahal sebenarnya saya sempat lupa jika saya mengenalnya pertama kali lewat <em>The Notebook</em>). <span id="more-4477"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Selain <em>Crazy, Stupid, Love, </em>tontonan dalam seminggu ini juga diikuti oleh <strong><em>The Strange Case of Angelica</em></strong> (A-), perkenalan pertama saya pada sutradara Manoel De Oliveira yang membuat saya tertarik untuk menyimak karya-karya sebelumnya. Film ini sendiri berkisah tentang seorang fotografer yang pada suatu saat harus memotret seorang wanita bernama Angelica yang telah meninggal. Dalam konsepsi absurd yang ditampilkan, muncullah rasa cinta sang fotografer terhadap sosok Angelica ini. Filmnya tidak bercerita banyak, namun berhasil mematri kesan aneh yang terbesit jenaka.</p>
<p style="text-align:justify;">Minggu ini juga diikuti dengan menyimak <strong><em>The Robber</em> </strong>(B), film dari Austria yang bersaing di Berlinale tahun lalu. Berdasar atas kisah nyata seorang  atlet lari yang sekaligus merupakan perampok bank. Diangkat dari sebuah novel, premis yang disajikan terbilang menarik. Sunyi memang. Minim dialog dengan konsisten menghadirkan adegan yang memiliki struktur yang memesona. Lihat bagaimana dalam satu adegan perampokan menghadirkan ketegangan tersendiri hingga adegan kejar-kejaran memberikan sebuah sisi menarik. Sayang, hingga film berakhir, tidak ada banyak cerita yang tersaji. Terasa begitu dingin.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-4482" title="Nader and Simin" src="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/11/nader-and-simin.jpg?w=500" alt=""   /></p>
<p style="text-align:justify;">Masih dari kancah Berlinale, peraih Beruang Emas tahun ini, <strong><em>“Nader and Simin, A Separation”</em></strong> (A-), merupakan tampilan akting <em>bravura </em>yang begitu runut menghadirkan kekaguman pada begitu kayanya skenario film ini mengukuhkan sebuah karakterisasi. Rasanya, ketika pergumulan begitu sengit hadir, Asghar Farhadi piawai merangkai hingga kita tidak terjebak pada sebuah prasangka hitam dan putih. Begitu menggugah. Hingga jika terasa kesan sentimental seperti digerus dengan paksa, kita mengerti bahwa semua terjadi karena begitu jujurnya sebuah narasi diceritakan. Sungguh menarik karena salah satu film favorit saya tahun ini, <em>Tuesday, After Christmas</em> juga menghadirkan cerita yang sama: perceraian. Namun dalam urgensi yang berbeda dan titik alasan yang berbeda pula. Keduanya menghadirkan penampil terbaik tahun ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya minggu ini ditutup dengan menyimak <strong><em>“Water for Elephants”</em></strong><em> </em>(C-). Bolehlah saya mengatakannya dua jam yang begitu sia-sia. Hiburan yang ingin dicari seperti redup seiring dengan momen-momen tidak menarik yang ditampilkan. Ah, sudahlah. Ada baiknya melirik film-film yang saya rekomendasikan disimak beberapa minggu sebelumnya. Seperti<em> <strong>Drive</strong></em><strong> </strong>(B+), yang tentu berteriak tentang <em>“style over substance”,</em> hal yang sering terhempas jika menyimak karya Quentin Tarantino. Namun, boleh dibilang <em>Drive</em> memberikan sisi berbeda dalam mengartikan kata “seksi”. Ada sinergi menarik ketika seorang Ryan Gosling dipadukan dengan sinematografi menawan, <em>slow motion,</em> dan dikemas dengan lantunan lagu yang menarik. Jelas terlihat bahwa film ini lebih menonjolkan seorang Nicholas Winding Refn sebagai seorang sutradara dibanding sisi lainnya. Sementara satu film yang masih terngiang hingga saat ini adalah <strong><em>Midnight in Paris</em></strong> (B+), semakin diingat semakin ingin rasanya menyimak lagi. Tidak terlepas dari bagaimana Allen menampilkan tokoh-tokoh terkenal ke dalam cerita yang ia tampilkan. Barisan penampil yang susah dilupakan (terutama Marion Cottilard dan Corey Stoll), hanya saja Rachel McAdams menjadi penampil yang terlemah di sini. Entah. Pendekatan yang ia tampilkan pada skrip yang ditulis Allen ini seperti berjalan dalam haluan berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara <em><strong>The Kid with A Bike</strong></em> (A-), menjadi entri kesekian dari Dardenne Bersaudara yang memboyong piala kembali dari Cannes. Tidak ada yang baru memang dari film terbarunya ini. Bahkan jika diperhatikan, film terakhirnya ini termasuk filmnya dengan tema yang paling tipis, namun menyimpan kehangatan yang mengalahkan film terdahulu mereka. Untuk sementara saya menempatkannya sebagai film terbaik keduanya setelah <em>Rosetta</em> (pilihan <a href="http://awyangobrol.wordpress.com/2011/03/15/50-best-films-of-the-90s-part-6-10-4/" target="_blank">no. 8 </a>saya di era 90-an).</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk<em> long list </em>sudah di-<em>update </em>dengan entri terbaru dari <em>Nader and Simin, A Separation</em>, <em>The Robber </em>di beberapa sisi teknis dan aktor, dan juga <em>The Strange Case of Angelica</em> berhasil masuk di beberapa entri pula. Berikut <em>update</em> untuk <em>long list </em>di <a href="http://awyangobrol.wordpress.com/the-long-list/" target="_blank">sini</a> dan <em>grade </em>di <a href="http://awyangobrol.wordpress.com/movies-seen-in-2011/" target="_blank">sini</a>.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awyangobrol.wordpress.com/4477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awyangobrol.wordpress.com/4477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awyangobrol.wordpress.com/4477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awyangobrol.wordpress.com/4477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/awyangobrol.wordpress.com/4477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/awyangobrol.wordpress.com/4477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/awyangobrol.wordpress.com/4477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/awyangobrol.wordpress.com/4477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awyangobrol.wordpress.com/4477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awyangobrol.wordpress.com/4477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awyangobrol.wordpress.com/4477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awyangobrol.wordpress.com/4477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awyangobrol.wordpress.com/4477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awyangobrol.wordpress.com/4477/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awyangobrol.wordpress.com&amp;blog=4103153&amp;post=4477&amp;subd=awyangobrol&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awyangobrol.wordpress.com/2011/11/06/film-sepekan-ada-anehnya-angelica-sementara-steve-carell-mengaku-klise/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f12e86199ef3c8505cf5bc7d1a0d4b1?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">awya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/11/the-strange-case-of-angelica.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">The Strange Case of Angelica</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awyangobrol.files.wordpress.com/2011/11/nader-and-simin.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Nader and Simin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
