Awya Ngobrol


Top Ten Films of 2006

Setelah dicek, ternyata ini merupakan tahun yang film-filmnya paling sering saya tonton lebih dari sekali, bahkan ada diantaranya yang lebih ditonton dari lima kali. Tahun yang baik bagi perfilman dunia. Berikut film-film yang berhasil memikat hati saya.

[THEY LOVED IT, I HATED IT]

Boring to death menyimak “Dreamgirls”. Heran dengan tepuk tangan melimpah yang diterima film ini. Padahal ceritanya garing, nomor lagunya juga biasa saja. Academy mengambil jalan yang brilliant dengan tidak memasukkannya sebagai nominasi Best Picture.

[DIDN’T LIKE IT THAT MUCH]

“The Queen” yang menghadirkan akting memukau dari seorang Helen Mirren dan akhirnya membuahkan Oscar, terkesan biasa saja di mata saya. Begitupun dengan “Babel” dari Alejandro Gonzalez Innaritu yang membuat saya menyerah dengan porn-tragedy yang ditampilkan film ini. Hampir menjadi film yang saya benci kalau saja tidak mengingat bahwa ada bagian cerita dari Rinko Kikuchi di film ini yang lebih bagus jika berdiri sendiri.

[THE ALSO-RANS]

Kita mulai dengan film terakhirnya Robert Altman yaitu “A Prairie Home Companion” yang bercerita tentang radio dengan castnya yang keroyokan. Kemudian ada film yang boleh disebut sebagai American Beauty tahun ini yaitu “Little Children” dengan sensualitasnya. Dan terakhir, karya dari Christopher Nolan “The Prestige” dengan unsur magic dicampur fiksi ilmiah ini salah satu karya yang pantas untuk disimak.

[THE ALMOST-THERES]

Ada tiga film yang nyaris masuk daftar sepuluh besar. “United 93” merupakan film dengan gaya dokumenter yang memberikan efek menakutkan di atas pesawat. Ada juga Letters from Iwo Jima” dari Clint Eastwood yang menempatkan perspektifnya sebagai tentara jepang ketika diinvasi oleh Amerika. Sebuah paket psikologis yang menyentuh dan menggugah. Dan yang terakhir adalah komedi gila yang kalau diibaratkan telah mengeluarkan tawa saya berember-ember, yaitu “Borat” dengan karakter ikonik dari Sacha Baron Cohen ini.

Top Ten after the cut



82nd Annual Academy Awards Nominations: Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga?

Entahlah, apakah peribahasa tersebut cukup ampuh untuk menggambarkan hasil nominasi Oscar kemarin malam. Ketika sorak sorai masuknya beberapa film yang pantas untuk menjadi nominasi terbaik, terselip The Blind Side yang membuat saya kaget luar biasa. Really? Best Picture of the Year? I mean, seriously, Best Picture????

Untuk pertama kalinya saya menyimak pengumuman nominasi Oscar secara langsung melalui streaming tepat jam 9.30 malam dengan perasaan was-was. Entah mengapa bisa sampai seperti itu. Kalau melihat prediksi saya minggu lalu, untuk kategori utama saya tepat 40/45 (89%) dan keseluruhan 79/106 (75%) tanpa prediksi di kategori Short. Hanya di kategori make-up saja tidak ada yang benar satupun. Untuk kategori Best Picture, saya salah satu dimana Invictus ditendang The Blind Side. Kategori Director, Leading Actor dan Actress tepat semua. Supporting Actor dan Actress serta Adapted Screenpaly dan Original Screenplay masing-masing salah satu. Tidak terlalu berbeda dengan hasil DGA, WGA, SAG, ataupun PGA. Yaiyalah orang yang milih juga sama meskipun skalanya lebih kecil. Untuk kategori Foreign Language Film juga salah satu, dengan Samson and Delilah ditendang The Milk of Sorrow, dan ternyata The Secret in Their Eyes dari Argentina beneran masuk padahal saya hanya menebak saja. Apakah ini benar-benar pertanda film tearjerker (seperti Departures tahun lalu) menang lagi? Selain itu ada satu pertanyaan yang membekas di pikiran saya, film apa itu The Secret of Kells yang berhasil meraih Best Animated Feature? Bahkan ternyata sebagian besar orang tidak mengenal film ini. Karena saya sangat mencintai animasi, penasaran sekali dengan film ini. Ternyata merupakan film kecil yang berasal dari Irlandia dan nampaknya memiliki cerita yang cukup menarik.

Nominations Announcement Video:

The Surprises?

Pihak Academy memberikan apa yang saya inginkan meskipun kejutan pamungkasnya sangat tidak sesuai harapan. Pertama adalah masuknya Maggie Gylenhall di kategori Best Supporting Actress yang sebenarnya sudah ada yang memprediksi sebelumnya, namun banyak yang ragu karena tidak meraih nominasi satupun di precursor. Ini menjadi bukti tidak langsung bahwa dukungan untuk Jeff Bridges memang besar. Kemudian masuknya The Mesenger di kategori Best Original Screenplay dan In the Loop tidak disangka-sangka di Best Adapted Screenplay. No love for The Hangover dan (500) Days of Summer. Cukup terkejut juga dengan masuknya Precious di film editing. Dengan tidak masuknya Up in the Air di kategori film editing, ini berarti film ini tidak akan membawa pulang trophy utama mengingat peraih film terbaik pasti selalu meraih nominasi film editing dan belum ada film yang menang Best Picture tanpa mendapat nominasi film editing. Setidaknya dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.

More thoughts after the jump



Razzie Awards Nominations
February 2, 2010, 6:15 am
Filed under: Award Stuffs | Tags: , ,

Photobucket

Renggangkan waktu sejenak sebelum menghadapi nominasi Oscar nanti malam, mari kita lihat dulu kebalikan dari ajang tersebut yang menganugerahi film-film terburuk tahun 2009. Seperti yang dilontarkan Om Gilasinema lewat twitternya beberapa waktu yang lalu, mungkin gak sih Sandra Bullock mendapat nominasi Oscar dan Razzie di tahun yang sama? Sekarang jawabannya jelas. Pasti. Sandra Bullock telah mendapatkan nominasi Worst Actress dari filmnya yang jeblok, All About Steve.

Karya paling “masterpiece” dari sutradara paling lebay sedunia, Michael Bay dengan Transformers: Revenge of the Fallen-nya sudah jelas memimpin dengan nominasi terbanyak. Eits, jangan salah film ini juga kemungkinan akan meraih setidaknya satu nominasi teknis di Oscar.

So, guys, have fun with your silly predictions for the silliest movie of 2009!

Worst Picture
“All About Steve”
“G.I. Joe: The Rise of Cobra”
“Land of the Lost”
“Old Dogs””
“Transformers: Revenge of the Fallen”

Worst Actor
Will Ferrell, “Land of the Lost”
Jonas Brothers, “Jonas Brothers: The 3-D Concert Experience”
Steve Martin, “Pink Panther 2″
Eddie Murphy, “Imagine That”
John Travolta, “Old Dogs”

Worst Actress
Beyonce, “Obsessed”
Sandra Bullock, “All About Steve”
Miley Cyrus, “Hannah Montana: The Movie”
Megan Fox, “Jennifer’s Body” and “Transformers: Revenge of the Fallen”
Sarah Jessica Parker, “Did You Hear About the Morgans?”
(more…)



Top Ten Films of 2005
February 1, 2010, 11:57 am
Filed under: The List

Tahun 2005 merupakan tahun paling sulit untuk mencari film terbaik yang layak untuk masuk daftar yang terbaik dikarenakan sedikitnya film yang ditonton di samping memang tidak ada begitu banyak film-film dengan profil bagus di tahun ini. Boleh dibilang tahun yang kurang menggembirakan. Ini dia beberapa yang berhasil dirangkum untuk edisi tahun 2005 ini.

[THEY LOVED IT, I HATED IT]

“CRASH” merupakan salah satu film paling manipulatif, ambisius, contrived, overrated, dan terprogram yang saya simak sepanjang dekade ini. Karakter di film ini semuanya bukan manusia, tetapi boneka yang diset setiap melihat ras berbeda selalu menyimpan prasangka. Tidak ada satupun karakter di film ini. Semuanya adalah boneka yang ditempel dan dipertemukan untuk menjadi bom tearjerker. Masih ingat dengan adegan Sandra Bullock jatuh dari tangga itu?  That was a total joke! Lalu dia ditolong oleh pembantunya, lalu sadar bahwa dia telah jahat karena memiliki prasangka. Really? Segampang itukah membuat solusi cerita? Ditambah lagi dengan kalimat pembukanya yang terlampau preachy. Crash di awal film sudah ikut campur pada interpretasi penonton dengan kalimat prechy-nya “we all CRASH into each other every day” seolah meratakan asumsi bahwa kita akan diajak menonton berbagai scene yang penuh dengan kekacauan dari manusia yang selalu bertabrakan tiap saat. Tidak kuat saya dikhotbahi. Menonton Crash saya merasa dibohongi dan juga dibodohi. Menonton Crash saya seperti melihat seorang ibu yang diperkosa preman, sementara suaminya diam saja hanya melihat tanpa rasa bersalah, yang dia pikirkan hanyalah “itulah realita”. Tahu moral, namun tidak mengerti dimana menempatkan tanggung jawab itu. Apa sebenarnya yang ingin engkau sampaikan Paul Haggis? Pergesekan ras dan realita? Lalu mengapa hasilnya perkuliahan rasisme? Crash telah mengobrak-abrik “harga mahal” dari sebuah film, yaitu interpretasi. Interpretasi saya diperkosa oleh film ini. Saya sudah berniat tunduk, namun, sang sutradara tetap saja memaksa tanpa ampun. Saya sudah berusaha diajari, namun “sang guru” tetap saja mengoceh esensi yang rancu. Bagi saya, tiada kata maaf untuk itu.

[DIDN’T LIKE IT THAT MUCH]

“Capote” selain menyuguhkan penampilan luar biasa dari Philip Seymour Hoffman sebagai Truman Capote yang mengantarkannya meraih Oscar, filmnya bagi saya tidaklah terlalu spesial. “Syriana” yang mengambil style yang sama sayangnya tak sebagus Traffic.

[THE ALSO-RANS]

Ada “North Country” yang menampilkan Charlize Theron dan Frances McDormand dengan karakter wanita tangguhnya di tengah gempuran pelecehan para lelaki. Jeremy Renner tampil sebagai tokoh antagonis di sini. Pertama kalinya saya yakin bahwa dia adalah aktor berbakat. Sedikit pengakuan, “Harry Potter And The Goblet Of Fire” bagi saya adalah seri Harry Potter yang paling fun yang berhasil saya tonton sampai saat ini. “Sin City” yang dikritisi ternyata cukup saya sukai juga. Film noir ini merupakan film yang cukup membuat saya penasaran dengan kelanjutannya. Adapun juga karya komedi yang dipuji publik dari Stephen Chow yaitu “Kung Fu Hustle” yang menampilkan lawakan slapstick yang amat kental.Dan yang terakhir adalah “Tim Burton’s Corpse Bride” yang sekali lagi menampilkan cerita spooky yang imaginatif. Adapun “The Chorus” yang menjadi entri film Perancis di ajang Oscar tahun sebelumnya, inspiratif, namun cara berceritanya yang terlalu Hollywood-y membuat magis “quirky’ yang muncul pada ciri sinema Perancis terhapus begitu saja.

[THE ALMOST-THERES]

Peter Jackson hadir dengan karya epiknya, “King Kong”. Remake film ini cukup unik, karena si King Kong dipertemukan dengan para dinosaurus di film ini. Jangan lupakan juga bagaimana Naomi Watts tampil begitu luar biasa sehingga mampu menerjemahkan karakternya dengan menggugah hati serta punya chemistry kuat dengan sang King Kong. “The 40-Year Old Virgin” merupakan debut seorang Judd Apatow dengan komedi jorok dan dewasanya yang sempat mengagetkan banyak orang, sekaligus disukai banyak orang. Setiap film yang ditulis oleh seorang Judd Apatow pasti terlihat lucu dan punya tema yang sebenarnya cukup mengarah ke hal-hal yang mendalam. Kemudian muncul reboot salah satu superhero yang dikemas baru oleh Christopher Nolan, yaitu “Batman Begins” sebuah awal pengukuhan bagaimana standar seri superhero itu seharusnya dibuat.

Top Ten After The Jump



Oscar Nominees Final Predictions
January 29, 2010, 11:16 am
Filed under: Award Stuffs, oscar | Tags:

Selasa tanggal 2 Februari pukul 5.30 pagi waktu Los Angeles (Selasa sekitar pukul 9.30 malam waktu Bali), penantian setelah mengikuti perjalanan Oscar dari awal tahun lalu akhirnya menuju titik pengumuman nominasi. Nominasi Oscar akan dibacakan oleh peraih nominasi Best Actress tahun lalu, yaitu, Anne Hathaway. Ini adalah tahun yang panjang untuk sebuah perjalanan Oscar karena biasanya nominasi sudah diumumkan bulan Januari dan malam puncak biasanya berlangsung menjelang akhir Februari. Namun, diakibatkan karena bentrok dengan jadwal olimpiade, akhirnya diundur sebulan. Hari selasa nanti kita akan melihat film-film apa saja yang berhasil meraih nominasi. Boleh dibilang kalau mungkin sesuai prediksi, perjalanan Oscar tahun ini meliputi film-film besar yang muncul dahulu di festival. Sebut saja Precious dan An Education yang sudah memiliki gaung sejak Sundance Film Festival awal tahun lalu. Inglourious Basterds yang muncul lewat Cannes Film Festival. Up in the Air yang menjadi bintang di Toronto International Film Festival. Sebagai pelengkap, sejarah baru yang mengemparkan dunia dibawa Avatar yang telah resmi memecahkan rekor Titanic sebagai film terlaris sepanjang masa (tanpa menghitung inflasi). Perjalanan Oscar kali ini juga termasuk perjalanan Oscar paling seru karena sampai saat ini belum ada film yang benar-benar diyakini akan membawa pulang piala tertinggi di malam puncak nanti. Empat ajang terbesar lainnya (BFCA, Golden Globe, SAG, BAFTA) yang ampuh menjadi bocoran ternyata malah memiliki pemenang yang berbeda. BFCA atau lazim disebut Critics’ Choice Awards memilih The Hurt Locker sebagai film terbaik. Waktu itu langsung muncul spekulasi bahwa The Hurt Locker pasti menang Oscar, eh nyatanya dalam minggu yang sama pula ajang Golden Globe muncul dengan memenangkan Avatar sebagai film terbaik. Peta persaingan berbalik lagi menjadi Avatar yang diprediksi akan menang. Kemudian SAG Awards muncul dengan memenangkan Inglourious Basterds sebagai pemenang. Memperlihatkan persaingan yang sangat ketat. BAFTA memang belum mengumumkan pemenang, namun banyak yang memprediksi An Education nampaknya akan menggondol piala tertingginya, semakin membuktikan memang tidak ada yang benar-benar mendominasi tahun ini. Bandingkan dengan tahun lalu, empat ajang penghargaan besar ini dimenangkan semuanya oleh Slumdog Millionaire, sebagai bukti bahwa film ini memang tidak memiliki pesaing ketat.

Awya Ngobrol kali ini hadir dengan prediksi final untuk nominasi Oscar. Namun tanpa prediksi di kategori Animated Short, Documentary Short, dan Live Action, karena memang tak satupun sempat ditonton dan tidak mengikuti siapa saja kandidatnya. Prediksinya memang terbilang aman, mengikuti precursor, meskipun sebenarnya ingin sekali memprediksi yang tidak terlihat monoton. Tapi apa daya, keyakinan masih ada pada tahap ini. Hanya saja untuk kategori Best Supporting Actor, saya memiliki harapan agar Alfred Molina masuk nominasi, meskipun tanpa nominasi di precursor. Saya berharap AMPAS memberikan banyak kejutan seperti tahun 2003 lalu dengan nominasinya yang banyak di luar dugaan. Hey, AMPAS, surprise me!

Ini dia prediksi final nominasi-nya…

#MAJOR CATEGORIES#

1. Best Picture:

  • A Serious Man
  • An Education
  • Avatar
  • District 9
  • Inglourious Basterds
  • Invictus
  • Precious
  • The Hurt Locker
  • Up
  • Up in the Air

2. Best Director:

  • James Cameron – Avatar
  • Jason Reitman – Up in the Air
  • Katryn Bigelow – The Hurt Locker
  • Lee Daniels – Precious
  • Quentin Tarantino – Inglourious Basterds

More categories after the jump More categories after the jump



Tim Burton announced as President of Jury in Cannes Film Festival 2010!
January 29, 2010, 3:33 am
Filed under: Award Stuffs, Today's Stuff | Tags: ,

Akhirnya panitia Cannes Film Festival mengumumkan ketua juri untuk pagelarannya tahun ini, yaitu memilih sutradara nyentrik yang tahun ini merilis salah satu film paling ditunggu, Alice in Wonderland, siapa lagi kalau bukan si Tim Burton. Menjadi seorang president of jury di Cannes merupakan sebuah kesempatan yang sangat prestisius bagi setiap sineas di dunia, karena hal tersebut menandakan seberapa jauh seorang sineas telah diakui kredibelitas, profesionalisme, dan dedikasinya pada dunia perfilman. Sebut saja sineas-sineas yang sempat menjadi ketua juri meliputi Martin Scorsese, David Cronenberg (A History of Violence, Eastern Promises), Francis Ford Coppola (The Godfather), Clint Eastwood, Roman Polanski (The Pianist, Chinatown), Sidney Pollack (Out of Africa), Bernardo Bertolucci (The Dreamers) dan sineas-sineas eropa lainnya. Dalam dekade terakhir, dua sutradara favorit saya, yaitu Quentin Tarantino sempat menjadi ketua juri pada tahun 2004 dan Wong Kar Wai pada tahun 2006. Indonesia juga tidak mau kalah, Christine Hakim menjadi satu-satunya sineas negeri kita yang pernah menjadi anggota juri Cannes di tahun 2002 yang waktu itu diketuai oleh David Lynch (Mulholand Dr). Uniknya, kebanyakan ketua juri yang direkrut pasti pernah menjadi alumni ajang tersebut atau meraih penghargaan utama di ajang tersebut. Sebut saja Martin Scorsese yang meraih Palme d’Or lewat Taxi Driver, Francis Ford Coppola lewat Network, atau Quentin Tarantino yang juga meraih Palme d’Or lewat Pulp Fiction. Dan sekarang, Tim Burton direkrut sebagai ketua juri. Dia sempat juga menjadi kompetitor untuk meraih Palme d’Or tahun 1994 lewat salah satu film terbaiknya, Ed Wood, yang sayangnya dikalahkan oleh Pulp Fiction waktu itu.

Juri Cannes tiap tahunnya memang berbeda, dipilih dari segala penjuru dunia, benua yang berbeda pula, itulah mengapa Cannes dijadikan ukuran sebagai penghargaan sinema international nomor satu di dunia. Bagi saya Cannes merupakan ajang penghargaan terbaik di dunia, karena seni di sini dihargai secara murni. Sebuah film yang dicacimaki di Cannes adalah film yang berada pada tataran seni, film yang biasanya memiliki unsur polarisasi, mengkutub. Dibenci dan dikagumi. Contohnya yang paling terngiang dari ingatan adalah Antichrist yang nyatanya malah muncul di beberapa daftar best of 2009 beberapa kritikus. Irreversible juga contoh lain yang sempat menjadi kontroversi. Tidak ada embel-embel politik seperti Oscar. Tidak ada kampanye. Meskipun sebenarnya materi film-film Cannes tidak seperti materi film-film Oscar, namun ada beberapa yang sukses melaju di Oscar. The Piano, The Pianist, Taxi Driver, Pulp Fiction, dan mungkin tahun ini Inglourious Basterds adalah contohnya. Meskipun kemungkinan film Cannes yang juga menang Oscar itu sangat kecil. Selain itu juri Cannes tiap tahunnya tidak menentu jumlahnya, kadang berjumlah sepuluh orang, kadang sembilan, atau delapan. Terdiri dari satu ketua juri dan beberapa orang sebagai anggota yang nantinya memilih film apa yang pantas meraih penghargaan tertinggi a.k.a Palme d’Or. Nah, beberapa juri anggota ini biasanya menyisipkan aktor-aktris dari penjuru dunia yang sudah diakui di negaranya sendiri, sebut saja yang pernah menjadi anggota juri yaitu Christine Hakim seperti yang disebutkan tadi, Natalie Portman, Helena Bonham Carter, Aishwarya Rai, Monica Bellluci, Javier Bardem, Maggie Cheung, Toni Collette, Charlotte Gainsbourg, Kristin Scott Thomas, Holy Hunter, sampai pada Jeremy Irons.

Seberapa besar pengaruh seorang president of jury di Cannes? Sebenarnya memang tidak bisa dikatakan sangat berpengaruh, namun di sisi lain bisa juga sangat mendukung. Contoh yang paling gres adalah Isabel Huppert, aktris dari prancis yang menjadi ketua juri tahun lalu disebut-sebut memiliki andil dalam mendukung The White Ribbon karena melihat backgroundnya yang pernah bekerja sama dengan Michael Haneke. Contoh lainnya ketika Quentin Tarantino yang terang-terangan memuji Fahrenheit 9/11 ketika kompetisi berlangsung sehingga dianggap sebagai sebuah dukungan yang pada akhirnya film tersebut meraih Palme d’Or. Di tahun yang sama, Tarantino juga memuji Oldboy yang akhirnya meraih Grand Prix atau peringkat kedua. Namun tidak semua karakter seorang sutradara menjadi cerminan kunci film yang akan meraih yang terbaik, meskipun seorang ketua juri memiliki pengaruh yang besar. Kira-kira film seperti apakah yang akan dimenangkan oleh Cannes ketika diketuai oleh sutradara nyentrik Tim Burton ini? Tunggu saja pagelarannya empat bulan lagi dari 12-23 Mei 2010!



Top Ten Films of 2004


2004 merupakan tahun perfilman yang menggembirakan. Sampai bingung untuk memilih sepuluh besar untuk tahun ini, karena hanya ada sepuluh ruang untuk daftar paling saya sukai, akhirnya beberapa film bagus harus disingkirkan. Top ten is a top ten. Saya juga dapat mengatakan bahwa untuk film-film yang masuk [the also-rans] dan [the almost-theres] layak sekali untuk disimak. Tahun dengan film-film yang sangat menggembirakan.

[DIDN’T LIKE IT THAT MUCH]:

Seperti biasa, tidak semua film yang dipuji orang bisa saya sukai. Ini beberapa yang tidak berhasil menjerat hati saya. “SIDEWAYS” dari Alexander Payne tidak nempel di hati saya, bahkan cenderung overrated sekali. “KINSEY” yang merupakan film dengan barisan cast yang sudah tidak diragukan lagi, ternyata terlihat lambat dan berakhir antiklimaks. “A VERY LONG ENGAGEMENT” menawarkan cerita yang menarik, namun eksekusinya membuat mata mengantuk meski menghadirkan ending yang luar biasa mengoyak hati.

[THE ALSO-RANS]

Beberapa film yang saya suka meliputi “SPIDERMAN 2”, terus terang ini adalah film superhero yang paling saya cintai karena seri Spiderman merupakan seri yang berhasil membuat saya kembali ke masa kanak-kanak. Ada keriangan yang berhasil saya rasakan ketika dulu betapa lugunya kita ingin menjadi jagoan yang membela kebenaran.MILLION DOLLAR BABY”nya Clint Eastwood berhasil menyentuh sisi sensitif. Film ini tidak berakhir pada sebuah keadaan yang hingar-bingar, tetapi cerita kelam yang membuat kita meringis. Adapun juga “INFERNAL AFFAIRS” yang menarik minatnya Martin Scorsese di kemudian hari. Cerita pengarang Peterpan dalam FINDING NEVERLAND” juga tak bisa dilewatkan. “HARRY POTTER AND THE PRISONER OF AZKABAN” menjadi film Harry Potter paling bagus berkat ditangani oleh Alfonso Cuaron. Lebih suram. Sinematografi film ini menawan.

[THE ALMOST-THERES]

Banyak sekali film bagus yang nyaris masuk daftar sepuluh besar. Mari kita bahas satu persatu. “THE INCREDIBLES” merupakan sebuah film superhero yang bagus sekali, salah satu favorit saya dari Pixar. Ada juga “COLLATERAL”-nya Michael Mann yang menghadirkan akting bagus seorang Tom Cruise dan Jammie Fox. “MARIA FULL OF GRACE” merupakan drama jual beli narkotika yang mengajak kita menyaksikan bagaimana perjalanan karakter yang dimainkan Catalina Sandino Moreno menghadapi begitu menakutkannya pekerjaan yang harus dia jalani. Film yang menggugah, thought-provoking, dan sangat berhasil menghadirkan kengerian sebuah jual beli narkotika. Catalina Sandino Moreno berhasil masuk nominasi Best Actress lewat film ini. Secara mengejutkan ini adalah debut penyutradaraan seorang Joshua Marston. Bagi yang menggemari komedi yang membutuhkan otak sedikit berpikir, cocok untuk  menyimak karya David O. Russel “I HEART HUCKABEES” yang menampilkan salah satu akting terbaiknya Mark Warlberg. Film ini telah masuk status cult yang ternyata membuat saya tertawa terbahak-bahak sepanjang film. Tapi hati-hati bagi yang tidak menyukai film dengan absurditas dan kekacauan seperti ini, bisa-bisa saja remote TV Anda terlempar karena emosi.

Top Ten After The Jump